Potensi Produk Halal Indonesia

Menyambung tautan yang saya baca sebelum Lebaran lalu mengenai kegiatan temu diskusi Ramadan: Identifikasi dan Pemetaan Pasar Produk Halal di IPB International Convention Center Bogor tanggal 6 Juli 2015, dan di saat yang sama dirilis pula buku "Informasi dan Importir Produk Halal di Asia Pasifik dan Afrika", hari ini saya mengirimkan email ke Sesditjen Aspasaf Kementerian Luar Negeri RI mencari informasi terkait buku tersebut.

Dengan respon yang cukup cepat saya langsung mendapatkan softcopy-nya, saya pikir bisa mendapatkan bentuk hardcopy :-), tapi ini sudah cukup bermanfaat bagi saya. Dan saya mau share disini, semoga bisa memberikan pencerahan buat mereka yang bermental 'pedagang global' alias eksportir:

Setelah Lebaran Berlalu

Idul Fitri 1 Syawal 1436 H sudah berlalu. Setelah dalam beberapa saat bisa berkumpul dan bertemu dengan keluarga besar di hari Lebaran, hari-hari ini (H+5) mereka yang mudik ke kampung halaman sedang dalam perjalanan pulang untuk kembali dalam rutinitas beraktifitas, bekerja ataupun studi.

Apa yang akan terjadi setelah Lebaran berlalu? Apakah kita akan tetap menjadi orang yang "sama"?

Tulisan ini sengaja saya buat untuk mengingatkan diri saya pribadi, dan juga keluarga saya. Dalam kurun waktu 29 hari kemarin kita berpuasa, tidak hanya cukup menahan haus dan lapar, menahan nafsu, tapi juga dengan bertambahnya dan meningkatnya iman dan takwa, dan meningkatnya rasa kepedulian terhadap sesama, semuanya akan jadi cerminan dalam kita melangkah selama kurun waktu satu tahun ke depan.

Tentunya hal-hal baik yang biasa kita lakukan, akan terus kita jaga dan tingkatkan. Yang biasa menyantuni anak-anak yatim, semoga setelah Lebaran ini bisa lebih banyak lagi mendatangi dan mendukung anak-anak yatim. Yang biasa bersedekah berharap setelah Lebaran ini bisa lebih banyak lagi membagi-bagi sedekah untuk yang membutuhkan. Yang ringan tangan rajin membantu sesama, akan lebih banyak lagi orang yang bisa dia tolong. Semuanya merupakan hal-hal yang cukup sederhana dan mudah untuk bisa dilakukan dan dikerjakan.

Semoga kita semua bisa dipertemukan kembali di Ramadan yang akan datang.

(image via Photopin)

Berhenti Merokok

Entah apakah sebelumnya saya pernah menuliskan di blog saya ini perihal kisah detail berhenti dari merokok. Saya agak lupa, sepertinya belum pernah saya 'share' :-).

Kenapa saya ingin menuliskannya saat ini? Karena saya melihat selama bulan Ramadan ini di media sosial (Twitter & Facebook) masih berseliweran dan ramai dibicarakan mengenai pro dan kontra 'bahaya' ataupun 'nikmatnya' merokok, dan sepertinya akan terus berlanjut entah sampai kapan. Saya sendiri tidak mau ambil pusing. Saya sendiri bukan sosok penggiat atau aktivis yang kontra ataupun pro dengan merokok. Melalui tulisan ini saya hanya ingin berbagi pengalaman dan usaha, bahwa ternyata saya bisa untuk berhenti merokok dan saat saya menulis tulisan ini sudah hampir empat tahun saya bisa hidup tanpa rokok!

Saya sendiri agak lupa persisnya kapan saya berhenti merokok, seingat saya pada periode Agustus 2011 saya sudah mencoba memulainya saat saya masih tinggal dan bekerja di Jakarta. Tidak ada pikiran apapun di dalam benak saya selain 'niatan' dan keinginan besar untuk berhenti merokok. Saya 'berjanji' kepada diri saya sendiri juga orang-orang tersayang, saya sanggup! Awal-awal berhenti merokok memang terasa berat buat saya, mulai bawaan badan yang sering terasa greges-greges dan meriang, mulut terasa asam dan kering, tidur gelisah, kemudian dilanjut dengan mulainya keluar gatal-gatal di badan. Sekitar tengah bulan November 2011 kumat, saya mulai lagi merokok he he... stress, banyak pikiran, ketemu teman-teman yang merokok, ada saja godaan.

Masuk tahun baru 2012 saya berpikiran dan berniat kembali untuk berhenti, dan akhirnya pada minggu kedua Januari 2012 mulai lagi untuk berhenti merokok. Semua rasa tidak nyaman saya coba nikmati saja, karena memang saya sudah ada 'niat' yang mendalam dan 'cita-cita' untuk merubah pola hidup yang sehat dan lebih baik, kantong juga lumayan hemat he he he. Dan sebelumnya tahun lalu saya bisa berhenti meski hanya bertahan 3 bulan. Akhirnya lumayan juga hasil perjuangan ini, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan semuanya bisa terlewati, hingga hampir sekian tahun sampai hari ini.

Oiya, tahun lalu saya sempat baca kalau ada terapi stop merokok dengan menggunakan laser (low level laser technology/LLLT) di Jakarta, saya pikir 'akal-akalan' apalagi nih, namanya saja bisnis :D. Saya berhenti merokok tanpa modal apapun, kecuali hanya dengan niat. Lha, ini mau berhenti merokok koq kita malah harus keluar uang dll, belum lagi (resiko) dampak bila kena radiasi dari efek laser tersebut.

Cerita masa lalu, saya mulai 'mengenal' rokok sejak kelas 5 SD, saya ingat sekali di hari ulang tahun saya dapat uang jajan lebih dari almarhum Bapak. Kemudian saya datangi toko kelontong untuk membeli 1 bungkus rokok Lucky Strike. Waktu itu rokok Lucky Strike saya anggap keren karena bentuk kotaknya agak kecil dibanding rokok lain, terus ada gambar iklan pembalap motor :D. Rokok itu saya simpan saja selama beberapa hari dan kemudian saya bagi-bagikan ke teman main.

Saya juga mengingat saat kecil dulu saya sering diajak nonton bioskop oleh almarhum Bapak saya, iklan-iklan rokok yang tayang sebelum film dimulai itu begitu membayangi. Mulai dari iklan gaya koboi naik kuda, hingga lagu backsound "I love the blue of Indonesia...". Sepertinya iklan-iklan itu cukup memberikan pengaruh. Begitu saya masuk SMP, saya mulai agak 'giat' merokok, sembunyi-sembunyi di kantin belakang sekolah menjadi area strategis bersama teman-teman. Berlanjut hingga masa SMA, kemudian saat-saat mulai hobby begadang bareng teman-teman kuliah dan teman kerja, disitulah rokok selalu menemani dan memberikan peranan. Sayangnya, saya tidak punya foto ketika saya sedang bergaya saat menghisap rokok yang bisa saya unggah disini :D

Masih mau, merokok? Selamat ya...

(image via Pixabay)

Eat Pray Shop

Sebuah artikel menarik mengenai hasil sebuah studi kasus yang dilakukan aCommerce saat bulan Ramadan tahun 2014 lalu, bagaimana perilaku dan kebiasaan masyarakat kita saat belanja daring dan lalu lintas transaksi perdagangan daring di bulan puasa. 

aCommerce adalah perusahaan yang berfokus untuk melakukan eksekusi layanan dari hulu ke hilir untuk sebuah bisnis online. Cakupannya seperti manajemen pergudangan, pengiriman, pelayanan call center, teknologi, hingga marketing di kanal online maupun tradisional.

(source: aCommerce)

Menjelang Merapat Ke Bakauheni

Hari Kamis malam lalu menikmati perjalanan melalui pelabuhan Merak menuju pelabuhan Bakauheni, untuk yang kesekian kalinya. Lumayan agak lama selama di kapal hampir 3,5 jam, dapat kapal yang agak buruk pula :|, karena beberapa kali kapal berhenti menjelang merapat untuk bersandar di pelabuhan Bakauheni menunggu jadwal bongkar muat kapal lain.

Masih jauh dari harapan rencana presiden Jokowi beberapa waktu lalu terkait konsep pengembangan tol laut dan jadwal bongkar muat yang diharapkan bisa dilakukan cepat, seperti dengan diresmikannya Dermaga VI pelabuhan Bakauheni.

Video ini diambil menggunakan iPhone 5 (iOS 8.4) & aplikasi Spark Camera.

Be Grateful, Be Thankful

Sudahkah kita mengucap syukur hari ini? Mengucap syukur (grateful) dan berterimakasih (thankful) atas apapun yang telah kita kita terima, kita peroleh dan bisa kita rasakan hingga sekarang?

Dalam kondisi dan situasi apapun saya selalu mencoba berterimakasih dan bersyukur atas semua yang telah saya dapatkan hingga saat ini. Bersyukur atas banyak hal membantu saya dan keluarga untuk bisa hidup lebih 'normal'. Tidak perlu pusing dengan gaya hidup dan kehidupan orang lain, atau melihat apa yang dimiliki dan dipunyai orang lain.

Kita masih bisa bersyukur dengan kehidupan kita sekarang, karena dalam kenyataannya masih banyak di luar sana mereka yang kehidupannya masih serba kekurangan dan terbatas. Tidak perlu jauh-jauh, kita bisa melihat di sekeliling kita, saudara-saudara terdekat kita atau sanak famili yang masih serba kekurangan. Dengan bersyukur dan malah serta merta membantu mereka yang masih memerlukan bantuan, tentunya hidup kita akan terasa lebih ringan dan lebih bermanfaat.

(image via FreeImages)

Frugal: Hidup Sederhana Penuh Berkah

Saat baca artikel di Entrepreneur minggu lalu tentang apa saja karakter yang dimiliki sosok entrepreneur sukses, di salah satu poin saya menemukan kosakata baru, yaitu "frugal". Frugal menurut Oxford Dictionary adalah berarti not wasteful; economical, costing little; small. Yang secara keseluruhan menurut pemahaman saya bisa diartikan menjadi hemat, tidak boros, ataupun sederhana.

Banyak dari kisah para milyarder, entrepreneur dan pengusaha sukses yang saya baca semacam Bill Gates, Warren Buffet, Jack Ma, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg dll., bahwa mereka yang telah hidup berkelimpahan dan bertaburan banyak uang ternyata memiliki gaya hidup yang jauh dari boros, sikap pamer, sok kaya ataupun sombong. Hampir semuanya memiliki pola hidup yang sederhana, rajin bersedekah dan bermanfaat bagi kehidupan banyak orang. Karena mereka paham betul akan arti investasi bisnis daripada sekedar menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak utama. 

Keadaannya berbeda dengan mayoritas keadaan kita yang masih pas-pasan tapi gaya hidupnya selangit malah melebihi dari orang yang berkemampuan. Besar pasak daripada tiang... Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan diri saya sendiri dan keluarga saya, bahwa hidup sederhana bukan berarti semuanya harus serba murah, serba pengiritan ataupun berhemat hingga menyiksa diri sendiri dan keluarga. Melihat kondisi dewasa ini seiring dengan banyaknya pengguna ponsel pintar dan dengan didukung sarana media sosial yang menjamur seperti Facebook, Instagram, Twitter, BBM, Path dll., tanpa bermaksud menilai secara negatif peran media sosial, yang seolah-olah mudah bagi kita untuk menunjukkan dan memamerkan sesuatu yang serba "wah" kepada khayalak ramai hanya untuk sekedar dipuji, "like" ataupun jempol, dimana kadang semua hal tersebut sebenarnya palsu belaka.

"What I instagrammed vs. reallity..." #ask

(image via Big Foto)

Marhaban Ya Ramadan

Saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan ini bagi semua teman Muslim yang menjalankannya dimanapun berada, mohon maaf lahir dan batin. Semoga semakin meningkat iman dan takwa, berkah untuk kita semua.

Oya, di Ramadan 2015 ini Twitter ikut meramaikan kemeriahan bulan suci dengan merilis tiga hashflag seperti ini, bisa diakses melalui menu Twitter web atau iOS.

(foto di atas adalah merupakan koleksi pribadi)

Tulisan Untuk Bapake

Malam ini entah kenapa saya merasa begitu sangat rindu kepada almarhum bapak saya. Ada rencana untuk 'nyekar' mumpung di bulan ruwah sekaligus nyadran ke makam leluhur simbah dan buyut juga saudara-saudara yang telah meninggal, sekalian bersilaturahmi ke keluarga dan famili di Yogyakarta tapi nampaknya situasi dan kondisi masih belum memungkinkan. Terakhir kami 'pulang' ke Yogyakarta sekitar setahun lalu beberapa minggu sebelum puasa dalam kunjungan 3-4 hari, nyekar sekaligus ajak si kecil jalan-jalan liburan dan juga wisata kuliner.

Sebelumnya, melalui blog ini, melalui media internet, saya tidak pernah menuliskan atau menceritakan apapun tentang almarhum bapak saya. Tapi malam ini rasanya saya ingin menumpahkan perasaan saya yang begitu mendalam tentang beliau sebagai bentuk penghormatan dan kenangan akan beliau.

Sudah hampir 12 tahun yang lalu semenjak beliau berpulang secara mendadak meninggalkan kami semua dalam suatu musibah, dan tidak pernah saya bayangkan kejadian tersebut sebelumnya. Untuk selamanya beliau meninggalkan saya sebagai anak pertama laki-laki dan adik perempuan saya satu-satunya, juga Ibu kami. Keluarga kami yang memang keluarga kecil, saya yang saat itu sudah hidup mandiri dan sudah tidak tinggal serumah lagi dengan mereka. Jadi hanya adik perempuan saya saja yang selama ini tinggal menemani serumah dengan ibu dan bapak.

Begitu sangat banyak kenangan akan beliau, bapake, begitu kami biasa memanggilnya. Figur yang jadi panutan kami semua, atas kerja kerasnya, ketekunan, rajin, telaten, keramahan, disiplin dan semangat beliau. Sejak kami kecil, kami biasa hidup sederhana dan berkecukupan, tidak lebih dan tidak kurang, Alhamdulillah. Adik perempuan saya dan saya pun bisa mengenyam bangku kuliah dengan dukungan kerja keras dari orang tua kami. Kami tinggal di satu perkampungan di tengah kota Yogyakarta, tidak jauh dari Keraton, dimana di tempat itu pula almarhum bapak kami berasal. Dulunya beliau adalah merupakan pekerja swasta di salah satu dealer mobil, hingga akhirnya atas bantuan pakde beliau bisa pindah bekerja di salah satu instansi bank pembangunan daerah dan hingga saat beliau berpulang pada sore hari itu beliau masih dalam misi mengemban tugas pekerjaan dari kantornya.

Sebagai orang Jawa, saat berbicara dengan beliau kami memang tidak pernah menggunakan bahasa kromo, jadi dalam kesehariannya biasa menggunakan bahasa ngoko dan itu sama sekali tidak pernah mengurangi rasa hormat kami terhadap beliau. Ada satu kenangan menarik dari beliau yaitu mengenai style bapak kami. Bapake termasuk memiliki semangat dan spirit 'jiwa muda'. Dalam kesehariannya memakai sepatu Adidas, celana Levi's, kacamata Ray-Ban atau bahkan jaket kulit hitam adalah suatu hal yang sudah biasa bagi kami.

Kami, anak-anaknya, begitu yakin beliau adalah benar-benar sosok yang humble dan down to earth, karena beliau memiliki banyak sahabat dan kawan karib. Mulai di pasar burung, bengkel motor hingga pasar loak sekalipun, beliau memiliki banyak sahabat dan kenalan. Beliau juga termasuk sosok yang cukup disegani dan dihormati, hingga begitu banyak 'jabatan sosial' yang diemban beliau dengan sepenuh hati, mulai dari ketua RT, komandan satgas, bendahara, sekretaris RW, dll.

Pak, begitu banyak kisah, kenangan dan cerita yang kami miliki yang selalu kami kenang di hati dan diingat dengan baik dan tidak akan ada habisnya... Juga kisah dan cerita-cerita dari orang-orang terdekat saat mengenangmu yang selalu membuat kami bangga terhadapmu. Tidak cukup rasanya rangkaian kata-kata di blog ini bisa menggambarkan dan menceritakan kisah-kisah indah bersamamu...


Pak... Bapake wis tenang neng kono, ora usah khawatir karo Anton, dongakke Anton supoyo iso luwih sukses neng kehidupan iki, lan selamet dunia akhirat... Maaf nek selama iki durung iso nyenengke & membahagiakan Bapake sepenuhnya. Anton isih berjuang saiki pak, berjuang nggo urip, nggo keluarga, pengen iso mbantu adike Nana juga Ibu, juga mbantu sedulur-sedulur kabeh. Anton juga mesti selalu kirim doa nggo Bapake, kapanpun dalam setiap kesempatan mesti selalu mikirke lan terkenang Bapake. Bapake juga entuk salam seko putu-putune, putune pinter kabeh, mbah... Anton kangen Bapake... Al-Fatihah.