Berinvestasi Ke Anak Muda

"Help young people. Help small guys. Because small guys will be big. Young people will have the seeds you bury in their minds, and when they grow up, they will change the world."

Kutipan di atas diambil dari sekian puluh/ratus quote favorit dari salah satu orang terkaya nan flamboyan di daratan China, bos Alibaba Group, dan juga panutan serta guru pembelajaran buat saya dalam ilmu kewirausahaan, Jack Ma.

Saya coba renungkan dan pahami makna quote tersebut, mengingat usia saya saat ini yang sudah menginjak kepala 4x :), saya menyadari masih belum banyak yang saya lakukan bagi mereka orang-orang sebelum saya, pemuda dan pemudi. Saya sendiri masih merasa muda, belum terlalu tua, spirit dan effort-nya masih seperti anak belasan he... he... Saya pikir kini saatnya bagi kita banyak memberikan dukungan, perhatian, bantuan, semangat dan motivasi secara positif kepada mereka para generasi muda-mudi. Kita berinvestasi kepada mereka!

Saya memiliki pengetahuan dan juga pengalaman (meski belum banyak), saya akan berbagi dengan hati dan tangan terbuka. Sementara saat ini saya masih berjuang, merintis dari bawah. Saya belum jadi orang sukses, tapi saya yakin kalau saya akan menjadi orang yang sangat sukses. Saya juga mau belajar dari mereka yang muda-muda, saya juga mau berguru dengan mereka, berkolaborasi dan mungkin akan bekerjasama dan memiliki bisnis bareng dengan mereka. Awesome!!!

Sebagai tambahan bahan renungan, teringat satu artikel beberapa bulan lalu di situs Vulcan Post, yang juga menampilkan kisah inspiratif Jack Ma tentang gambaran bagaimana seharusnya hidup kita antara usia 20 hingga 60 tahun. Berikut beberapa paparannya:

Before you turn 20 years old, be a good student.
…just to get some experience.

Before you turn 30 years old, follow somebody.
Go to a small company. Normally, in a big company, it is good to learn processing; you are part of a big machine. But when you go to a small company, you learn the passion, you learn the dreams. You learn to do a lot of things at one time. So before 30 years old, it’s not which company you go to, it’s which boss you follow. A good boss teaches you differently.

Between 30 and 40 years old, you need to think clearly whether you want to work for yourself, if you really want to be an entrepreneur.
When you’re between 40 and 50 years old, you must do all the things that you are good at.
Don’t try to jump into a new area, it’s too late. You may be successful, but the rate of dying is too big. So when you’re between the ages of 40 and 50, think about how you can focus on things that you are good at.

But when you are 50 to 60 years old, work for the young people.
Because young people can do better than you. So rely on them, invest in them, and make sure they’re good.

When you are over 60 years old, spend time on yourself.
On the beach, sunshine, it’s too late for you to change.

This is my advice to the young people: 25 years old, make enough mistakes. Don’t worry! You fall, you stand up, you fall…enjoy it! You’re 25 years old, enjoy the show!

(image via Life Of Pix)

70 Tahun Indonesia Merdeka

Hari ini, 17 Agustus 2015, adalah merupakan peringatan hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70. 

Tentunya banyak harapan dari masyarakat umum akan kondisi Indonesia yang lebih baik di masa-masa datang, baik secara perekonomian, kehidupan sosial, perkembangan budaya, dll. Bagi saya pribadi, memaknai kemerdekaan saat ini (dan seterusnya) adalah momentum untuk memberikan perhatian dan kerja nyata bagi mereka-mereka yang membutuhkan alias berbagi untuk sesama. Saatnya memberikan manfaat untuk kehidupan banyak orang. Bukan suatu hal yang berlebihan, namun inilah keinginan dari hati saya yang ikhlas.

Bila saya menjadi entrepreneur sukses nanti (saat ini saya sedang berjuang & merintisnya), saya ingin hidup saya benar-benar memberikan manfaat bagi banyak orang, memberikan solusi bagi kehidupan. Migunani tumraping liyan...

Oya, terkait logo di atas adalah karya anak bangsa, Nigel Sielegar, yang kini bermukim di New York. Cerita detailnya bisa diliat di tautan situs Desain Grafis Indonesia berikut. Logo 70 Tahun Indonesia merdeka tersebut dibagikan secara cuma-cuma untuk berbagai keperluan, dan bisa diunduh disini dalam berbagai ukuran & tipe (EPS, PNG, TIF).

Merdeka!!!

LINE@

Dikutip dan diunduh dari akun Slideshare milik mbak Fanny Verona, selaku Digital Marketing Expert di LINE Indonesia, slide berikut sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis online, UKM, UMKM dll.

LINE@ adalah suatu layanan dari LINE yang ditujukan untuk para bisnis UKM seperti online shop, blogger, freelancer, toko atau bisnis offline, dan lain lain.

Android, iOS

Sahabat Saya, Hugo Gunawan

Hugo Gunawan, sahabat saya semasa kuliah dulu. Kami memang jarang kontak dan jarang bertemu secara intens semenjak sudah tidak tinggal di Yogyakarta. Hanya melalui media sosial kami bertegur sapa dan melalui mesin pembawa pesan (messenger) dengan layanan ngobrol secara berkelompok (group) dengan teman alumni kuliah dulu kami berkomunikasi.

Memang agak mengejutkan melihat dia beberapa kali mem-posting tautan Soundcloud di halaman Facebook pribadinya. Saya pikir orang ini dulunya jauh dari kesan musikal he he he... Nampaknya perkembangan teknologi dan penggunaan media terkini cukup membantu seseorang untuk mewujudkan keinginan apapun. Tidak hanya guru, saat ini Hugo Gunawan adalah seorang musisi!

Karena penasaran, saya langsung mengunjungi profilnya di Soundcloud, dan wow sungguh mengejutkan! Saya tidak menduga sama sekali kalau dia cukup produktif, mulai dari compose, arrange, dll... bisa dibilang cukup lumayan untuk seorang pemula :-). Saya sendiri tidak memahami notasi-notasi musik, dan saya dari dulu memang tidak pernah mau tahu. Saya hanya cukup sebagai penikmat dan pemerhati saja, musik atau karya lagu apapun. Dan saya juga bukan kritikus atau pengamat musik.

Mencoba menikmati karya-karya sahabat saya ini, nampaknya saya masih sreg dengan karya-karya dia yang sebelumnya (lama) tahun lalu dibanding lagu-lagu terbarunya yang sekarang. Dari lirik dan aransemen lagu-lagu yang lama nampak sangat jujur, powerful, penuh emosi, dan lebih berkualitas, sementara lagu-lagu terbarunya sedikit 'memaksa', seperti mengejar target he he... Just my two cents, Hugo :0. Oya ada beberapa lagu yang juga melibatkan si kecil, nampaknya sahabat saya ini sedang mencoba memberikan pengaruh musikal kepada anak-anaknya he he he...

Silahkan menikmati lagu karya sahabat saya ini melalui media streaming Soundcloud: 

Enjoy!

Potensi Produk Halal Indonesia

Menyambung tautan yang saya baca sebelum Lebaran lalu mengenai kegiatan temu diskusi Ramadan: Identifikasi dan Pemetaan Pasar Produk Halal di IPB International Convention Center Bogor tanggal 6 Juli 2015, dan di saat yang sama dirilis pula buku "Informasi dan Importir Produk Halal di Asia Pasifik dan Afrika", hari ini saya mengirimkan email ke Sesditjen Aspasaf Kementerian Luar Negeri RI mencari informasi terkait buku tersebut.

Dengan respon yang cukup cepat saya langsung mendapatkan softcopy-nya, saya pikir bisa mendapatkan bentuk hardcopy :-), tapi ini sudah cukup bermanfaat bagi saya. Dan saya mau share disini, semoga bisa memberikan pencerahan buat mereka yang bermental 'pedagang global' alias eksportir:

Setelah Lebaran Berlalu

Idul Fitri 1 Syawal 1436 H sudah berlalu. Setelah dalam beberapa saat bisa berkumpul dan bertemu dengan keluarga besar di hari Lebaran, hari-hari ini (H+5) mereka yang mudik ke kampung halaman sedang dalam perjalanan pulang untuk kembali dalam rutinitas beraktifitas, bekerja ataupun studi.

Apa yang akan terjadi setelah Lebaran berlalu? Apakah kita akan tetap menjadi orang yang "sama"?

Tulisan ini sengaja saya buat untuk mengingatkan diri saya pribadi, dan juga keluarga saya. Dalam kurun waktu 29 hari kemarin kita berpuasa, tidak hanya cukup menahan haus dan lapar, menahan nafsu, tapi juga dengan bertambahnya dan meningkatnya iman dan takwa, dan meningkatnya rasa kepedulian terhadap sesama, semuanya akan jadi cerminan dalam kita melangkah selama kurun waktu satu tahun ke depan.

Tentunya hal-hal baik yang biasa kita lakukan, akan terus kita jaga dan tingkatkan. Yang biasa menyantuni anak-anak yatim, semoga setelah Lebaran ini bisa lebih banyak lagi mendatangi dan mendukung anak-anak yatim. Yang biasa bersedekah berharap setelah Lebaran ini bisa lebih banyak lagi membagi-bagi sedekah untuk yang membutuhkan. Yang ringan tangan rajin membantu sesama, akan lebih banyak lagi orang yang bisa dia tolong. Semuanya merupakan hal-hal yang cukup sederhana dan mudah untuk bisa dilakukan dan dikerjakan.

Semoga kita semua bisa dipertemukan kembali di Ramadan yang akan datang.

(image via Photopin)

Berhenti Merokok

Entah apakah sebelumnya saya pernah menuliskan di blog saya ini perihal kisah detail berhenti dari merokok. Saya agak lupa, sepertinya belum pernah saya 'share' :-).

Kenapa saya ingin menuliskannya saat ini? Karena saya melihat selama bulan Ramadan ini di media sosial (Twitter & Facebook) masih berseliweran dan ramai dibicarakan mengenai pro dan kontra 'bahaya' ataupun 'nikmatnya' merokok, dan sepertinya akan terus berlanjut entah sampai kapan. Saya sendiri tidak mau ambil pusing. Saya sendiri bukan sosok penggiat atau aktivis yang kontra ataupun pro dengan merokok. Melalui tulisan ini saya hanya ingin berbagi pengalaman dan usaha, bahwa ternyata saya bisa untuk berhenti merokok dan saat saya menulis tulisan ini sudah hampir empat tahun saya bisa hidup tanpa rokok!

Saya sendiri agak lupa persisnya kapan saya berhenti merokok, seingat saya pada periode Agustus 2011 saya sudah mencoba memulainya saat saya masih tinggal dan bekerja di Jakarta. Tidak ada pikiran apapun di dalam benak saya selain 'niatan' dan keinginan besar untuk berhenti merokok. Saya 'berjanji' kepada diri saya sendiri juga orang-orang tersayang, saya sanggup! Awal-awal berhenti merokok memang terasa berat buat saya, mulai bawaan badan yang sering terasa greges-greges dan meriang, mulut terasa asam dan kering, tidur gelisah, kemudian dilanjut dengan mulainya keluar gatal-gatal di badan. Sekitar tengah bulan November 2011 kumat, saya mulai lagi merokok he he... stress, banyak pikiran, ketemu teman-teman yang merokok, ada saja godaan.

Masuk tahun baru 2012 saya berpikiran dan berniat kembali untuk berhenti, dan akhirnya pada minggu kedua Januari 2012 mulai lagi untuk berhenti merokok. Semua rasa tidak nyaman saya coba nikmati saja, karena memang saya sudah ada 'niat' yang mendalam dan 'cita-cita' untuk merubah pola hidup yang sehat dan lebih baik, kantong juga lumayan hemat he he he. Dan sebelumnya tahun lalu saya bisa berhenti meski hanya bertahan 3 bulan. Akhirnya lumayan juga hasil perjuangan ini, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan semuanya bisa terlewati, hingga hampir sekian tahun sampai hari ini.

Oiya, tahun lalu saya sempat baca kalau ada terapi stop merokok dengan menggunakan laser (low level laser technology/LLLT) di Jakarta, saya pikir 'akal-akalan' apalagi nih, namanya saja bisnis :D. Saya berhenti merokok tanpa modal apapun, kecuali hanya dengan niat. Lha, ini mau berhenti merokok koq kita malah harus keluar uang dll, belum lagi (resiko) dampak bila kena radiasi dari efek laser tersebut.

Cerita masa lalu, saya mulai 'mengenal' rokok sejak kelas 5 SD, saya ingat sekali di hari ulang tahun saya dapat uang jajan lebih dari almarhum Bapak. Kemudian saya datangi toko kelontong untuk membeli 1 bungkus rokok Lucky Strike. Waktu itu rokok Lucky Strike saya anggap keren karena bentuk kotaknya agak kecil dibanding rokok lain, terus ada gambar iklan pembalap motor :D. Rokok itu saya simpan saja selama beberapa hari dan kemudian saya bagi-bagikan ke teman main.

Saya juga mengingat saat kecil dulu saya sering diajak nonton bioskop oleh almarhum Bapak saya, iklan-iklan rokok yang tayang sebelum film dimulai itu begitu membayangi. Mulai dari iklan gaya koboi naik kuda, hingga lagu backsound "I love the blue of Indonesia...". Sepertinya iklan-iklan itu cukup memberikan pengaruh. Begitu saya masuk SMP, saya mulai agak 'giat' merokok, sembunyi-sembunyi di kantin belakang sekolah menjadi area strategis bersama teman-teman. Berlanjut hingga masa SMA, kemudian saat-saat mulai hobby begadang bareng teman-teman kuliah dan teman kerja, disitulah rokok selalu menemani dan memberikan peranan. Sayangnya, saya tidak punya foto ketika saya sedang bergaya saat menghisap rokok yang bisa saya unggah disini :D

Masih mau, merokok? Selamat ya...

(image via Pixabay)

Eat Pray Shop

Sebuah artikel menarik mengenai hasil sebuah studi kasus yang dilakukan aCommerce saat bulan Ramadan tahun 2014 lalu, bagaimana perilaku dan kebiasaan masyarakat kita saat belanja daring dan lalu lintas transaksi perdagangan daring di bulan puasa. 

aCommerce adalah perusahaan yang berfokus untuk melakukan eksekusi layanan dari hulu ke hilir untuk sebuah bisnis online. Cakupannya seperti manajemen pergudangan, pengiriman, pelayanan call center, teknologi, hingga marketing di kanal online maupun tradisional.

(source: aCommerce)

Menjelang Merapat Ke Bakauheni

Hari Kamis malam lalu menikmati perjalanan melalui pelabuhan Merak menuju pelabuhan Bakauheni, untuk yang kesekian kalinya. Lumayan agak lama selama di kapal hampir 3,5 jam, dapat kapal yang agak buruk pula :|, karena beberapa kali kapal berhenti menjelang merapat untuk bersandar di pelabuhan Bakauheni menunggu jadwal bongkar muat kapal lain.

Masih jauh dari harapan rencana presiden Jokowi beberapa waktu lalu terkait konsep pengembangan tol laut dan jadwal bongkar muat yang diharapkan bisa dilakukan cepat, seperti dengan diresmikannya Dermaga VI pelabuhan Bakauheni.

Video ini diambil menggunakan iPhone 5 (iOS 8.4) & aplikasi Spark Camera.