Kopi Indonesia

Menarik untuk selalu membaca bahasan soal kopi, seperti yang saya baca di Sinar tani - ED 3641 FEB 2016 melalui aplikasi SCOOP. Berikut kutipan tema editorial edisi ini, Kopi Indonesia!

Kopi merupakan komoditas ekspor unggulan yang menjadi penyumbang terbesar keempat devisa negara setelah kelapa sawit, karet, dan kakao. Nilai devisa kopi mencapai US$ 1,4 miliar. Kita patut berbangga, ada tujuh produk kopi Indonesia diakui oleh dunia internasional. Tujuh single-origin speciality coffee Indonesia yang diakui tersebut adalah Kopi Gayo (Aceh), Kopi Java Preanger (Jawa Barat), Kopi Ijen (Jawa Timur), Kopi Kintamani (Bali), Kopi Bajawa (Flores, NTT), Kopi Toraja (Toraja, Sulsel), dan Kopi Kalosi (Enrekang, Sulsel). Perlu kita ingat baik-baik bahwa Indonesia merupakan surga untuk penikmat kopi.Tidak hanya tujuh kopi yang sudah diakui tersebut yang kita punya, tapi kita punya 39 jenis varian kopi spesial terbaik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Saya sampaikan bahwa petani harus mampu memastikan kualitas kopi yang  diproduksinya tetap terjaga, salah satunya melalui perawatan tanaman seperti bagaimana menggunakan pestisida yang tepat. Mengapa ini penting? karena harapannya agar pembeli kopi semakin banyak jumlahnya sehingga pasar kopi juga semakin meluas.

Selain pemakaian pestisida yang benar dan tepat agar tidak berbahaya bagi manusia, pemakaian pupuk juga diarahkan agar tidak berlebihan. Dengan pemakaian pupuk yang tidak berlebihan akan menekan pengeluaran para petani.

Selain kemampuan petani memilih biji kopi terbaik yang berwarna merah dan kuning. Saya kembali mengingatkan tentang pentingnya pasca panen, bagaimana petani menangani kopi setelah panen. Seperti menyangrai dan mengemasnya.

Para petani juga harus memastikan perawatan tanaman kopi pascapanen. Dengan menyeleksi cabang-cabang yang tidak berguna, cabang-cabang tersebut harus dihilangkan agar buah kopi pada panen selanjutnya semakin banyak.

Negeri kita yang kaya akan jenis kopi ini, sangat berpotensi menggantikan Brazil sebagai penyuplai kopi peringkat satu dunia. Saat ini, Indonesia berada di posisi kelima. Posisi pertama penyuplai kopi dunia ditempati Brazil, diikuti Vietnam, Kolombia, dan Jerman.

Mari kita lihat beberapa alasannya. Pertama, luas perkebunan kopi Indonesia cukup luas dan memiliki jenis kopi terbaik di dunia. Lahan perkebunan kopi mencapai 1,24 juta ha atau 96,16% dari luas lahan perkebunan secara keseluruhan. Lahan tersebut terbagi menjadi lahan perkebunan kopi robusta 933 ribu ha dan perkebunan kopi arabika 307 ribu ha. Rata-rata luas kepemilikan lahan petani sebanyak 0,6 ha. Bandingkan dengan luas perkebunan kopi Vietnam hanya 550 ribu ha. Selain itu, kualitas kopi robusta Indonesia lebih unggul daripada Vietnam.

Kedua, permintaan akan kopi Indonesia dari waktu ke waktu terus meningkat lantaran kopi robusta asal Indonesia lebih unggul, juga dengan kopi arabika yang mempunyai karakteristik serta cita rasa unik. Produk kopi di Indonesia dikenal sangat beragam dari sisi rasa dan aroma.

Sayangnya dari sisi produktivitas, kita masih harus tingkatkan lagi. Produktivitas tanaman kopi robusta sebanyak 741 kg biji kopi per hektar tiap tahunnya. Sedangkan produktivitas kopi arabika 808 kg/ha per tahunnya. Produktivitas kopi kita masih rendah. Sebagai perbandingan, rata-rata produktivitas petani kopi Brazil sebanyak 2.000kg/ha/tahun dan Vietnam 1.500/kg/ha/tahun. Kita masih 50% lebih rendah. Padahal kita memiliki lahan potensial jauh lebih besar.

Beberapa hal juga harus menjadi perhatian, salah satunya kita harus mengganti tanaman yang tua yang umurnya berkisar 20-30 tahun dengan tanaman yang muda. Karena hampir 40% dari luas lahan perkebunan itu usianya sudah tua. Termasuk juga, produsen kopi kita perlu untuk meningkatkan kualitas kopi di pasar ekspor melalui brand kopi asal Indonesia.

Alhamdulillah, meskipun begitu, rata-rata volume ekspor kopi Indonesia mengalami kenaikan. Berkisar 350 ribu ton per tahun meliputi kopi robusta (85%) dan arabika (15%). Dan ada sekitar 50 negara menjadi tujuan ekspor, beberapa diantaranya adalah negara ekspor utama yaitu Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Italia, dan Inggris.

Dan perlu kita ketahui bahwa Italia merupakan konsumen utama kopi terbesar dunia setelah Amerika Serikat dan Jerman, sementara di Uni Eropa, Italia adalah konsumen terbesar kedua setelah Jerman.

Selain itu, ada juga ekspor kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi ke berbagai negara, semisal Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, China, dan Uni Emirat Arab.

Kopi spesial yang dimiliki Indonesia memang punya potensi yang sangat bagus. Jenis kopi spesial yang dimiliki Indonesia lebih banyak daripada jenis kopi yang dimiliki negara lain. Indonesia bisa menjadi nomor satu pemasok kopi spesial karena di beberapa negara hanya punya satu sampai dua jenis kopi spesial. Dan prospek pengembangan kopi khususnya jenis arabika masih terbuka luas. Jenis kopi terbaik dengan citrarasanya yang khas ini sudah menempati pasar ekspor seperti di Amerika Serikat yang sulit digantikan kopi dari negara lain. Luar biasa bukan?

Industri kopi nasional kita baru mampu menyerap sekitar 35 persen produksi kopi dalam negeri dan sisanya sebesar 65 persen masih diekspor dalam bentuk biji. Artinya, peluang pengembangannya masih terbuka lebar. Ke depannya, industri pengolahan kopi melakukan diversifikasi produk kopi tidak hanya dikembangkan sebagai minuman, namun juga dalam bentuk produk lainnya, semisal komestik, farmasi, dan essen makanan. Kita ingin meningkatkan kualitas ekspor kopi dari kopi biji menjadi kopi bubuk atau produk olahan lainnya sehingga mampu meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar internasional.

Saya fikr, pemerintah daerah yang daerahnya menjadi pusat produksi kopi bisa mulai secara fokus dan serius memberikan acuan terkait tata kelola dan tata niaga kopi di daerahnya masing-masing salah satunya melalui peraturan gubernur, sehingga citra perkopian di daerah itu dapat terjaga.yang diharapkan menjadi acuan bagi pembinaan dan pengawasan perkopian lokal.

Alhamdulillah, dalam upaya menggenjot produksi kopi nasional, Kementerian Pertanian mendorong pengembangan klaster agribisnis kopi di 14 propinsi dan 41 kabupaten di Indonesia. Kami sudah mendesain pengembangan kawasan atau klaster agribisnis kopi. Areal yang dibidik pada tahun 2015 mencapai 34.225 hektar (ha). Target luas areal produksi kopi tersebut adalah yang terbesar selama empat tahun terakhir yang berkisar 6.000an ha.

Pengembangan kawasan kopi melalui model kawasan agribisnis kopi ini meliputi pengembangan dari hulu sampai hilir dengan infrastruktur memadai antara lain jalan, listrik energi dan pelabuhan.  Kegiatan pengembangan kopi jenis arabika bertumpu pada perluasan, pengutuhan dan intensifikasi tanaman. Sementara jenis robusta difokuskan melalui rehabilitasi peremajaan tanaman.

Insya Allah, jika kita sudah melakukan gerakan meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi nusantara, serta mempromosikan peningkatan konsumsi kopi nusantara ke luar negeri, selain meningkatkan produktivitas kopi di petani, maka kopi dapat meningkatkan pendapatan devisa negara lebih dari yang saat ini. Dan Indonesia perlahan-lahan bisa menggeser negara lainnya. Indonesia pernah menguasai kopi dunia. Saya yakin peluang Indonesia masih cukup terbuka lebar.

Sumber: Tabloid Sinar Tani

Kredit Foto: Death to The Stock

Blog Yang Lain

Oiya, selain di blog ini saya juga mulai sedikit aktif di blog yang lain, antonkurniawan.xyz, menggunakan platform WordPress yang menurut saya awalnya agak rumit bagi orang yang awam. Menulis seadanya dan berbagi ini dan itu, lebih spesifik lagi tentang musik, media sosial dan usaha rintisan.

Saya bukan orang yang tahu dan memahami tentang semua hal, masih harus banyak mengejar ketinggalan, kudu banyak belajar intinya. Mudah-mudahan banyak hal yang bisa kita bagi dan diobrolkan di blog ini dan blog itu. Cheers!


Unicorn dari Asia Tenggara

Situs Techcrunch pada hari ini merilis artikel The Unicorns of Southeast Asia ditulis oleh kontributor Choon Yan. Rilis ini cukup menarik bagi saya, karena dalam beberapa waktu sering mengenal dan membaca istilah unicorn di beberapa media khususnya yang membahas seputar startup, teknologi dan entrepreneur. Secara sederhana yang dimaksud dengan unicorn adalah sebuah perusahaan yang telah mencapai valuasi sebesar USD1 milyar atau lebih.

Mengutip dari situs tersebut, berikut daftar perusahaan di Asia Tenggara yang masuk daftar atau kategori unicorn, meminjam istilah Choon Yan, lebih tepatnya disebut sebagai perusahaan Komodo Dragon:

Sebuah perusahaan platform game yang berbasis di Singapura didirikan pada 2009. Memiliki pengguna aktif 17 juta untuk platform desktop dan 11 juta orang yang aktif tiap bulannya untuk pengguna mobile, dan telah mampu meraih revenue tahunan sebesar USD200 juta.

Perusahaan aggregator taxi terbesar di Asia Tenggara, berkantor di Malaysia sejak 2011. GrabTaxi adalah merupakan penantang utama dari Uber. Tersedia di 6 negara dan ada di 22 kota, GrabTaxi memiliki 1,5 juta booking tiap harinya.

Didirikan di Singapura pada 2011. Didukung secara penuh oleh investor Rocket Internet, Temasek Holdings. Setelah memperoleh pendanaan terakhir, Lazada berencana untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja antara lain dengan perbaikan di bidang logistik, solusi pembayaran dan juga berhubungan dengan penjual pihak ketiga.

Perusahaan penyedia perangkat keras untuk game yang berdiri pada 2005 di Singapura. Didirikan oleh Tan Ming-Liang yang merupakan pengacara dan sosok Robert Krakoff yang merupakan teknologiwan. Baru saja membuka toko konsepnya di Bangkok, menyusul Taiwan dan Manila.
Dari lokal Indonesia, marketplace terbesar yang berdiri sejak 2009 besutan William Tanuwijaya. Mendukung kegiatan UKM dan perorangan untuk membuka toko online secara gratis, dan ada pilihan berbayar dengan berbagai menu tambahan. Didukung secara penuh oleh investor besar East Ventures dan Sequoia Capital, dimana bagi keduanya merupakan investasi pertamanya di Asia Tenggara.

Masih dari Indonesia, perusahaan yang berdiri sejak 2012 digawangi oleh Ferry Unardi jebolan Harvard, Derianto Kesuma yang pernah bekerja di LinkedIn sebagai engineer, dan Albert. Menurut catatan SimiliarWeb, pada bulan November 2015 Traveloka memiliki hampir 3,7 juta pengunjung. 

Perusahaan asal Vietnam yang berdiri pada 2004 yang awalnya berbisnis lisensi game, merupakan kompetitor Garena. Kemudian merambah ke music download, mobile game dan yang jadi favorit aplikasi chat, Zola.

Dari sekian daftar unicorn ini, Go-Jek yang merupakan karya anak bangsa dan sudah mendapatkan funding dari Sequoia Capital, serta nampak hiruk pikuk di sepanjang 2015 tidak masuk daftar ini. Mungkin saja masih jauh dari valuasi USD 1 milyar?

image credit: Pixabay

Selamat Tahun Baru 2016 Masehi

Saya ucapkan Selamat Tahun Baru 2016 Masehi, dan seperti harapan serta keinginan di tahun-tahun sebelumnya, bahwa di tahun 2016 ini semoga segalanya bertambah lebih baik. Bagi saya pribadi beserta keluarga tentunya, tanpa harus muluk-muluk, berharap bahwa ke depan kehidupan kami akan lebih baik, bisnis & usaha lancar, tambah berkah, tambah bahagia dan semoga kami bisa memberikan manfaat bagi kehidupan banyak orang. Amin.

Salam sukses...


Image di atas diedit menggunakan Adobe Post iOS

Selamat Datang iShow Indonesia

Kini telah hadir di Indonesia, iShow, layanan konten entertainment berbasis live streaming, untuk lebih menyemarakkan dan memberikan inovasi di dunia layanan konten online di Indonesia yang sangat dinamis dan menjanjikan.

Saat ini iShow masih fokus dalam perekrutan VJ (Video Jockey) lokal sebagai pengisi acara dan konten di dalam portalnya. Dan untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan mempermudah akses, iShow juga telah tersedia di perangkat mobile, khususnya platform Android dan iOS.

Untuk memperkuat ekspansinya di Indonesia, setelah sebelumnya merajai di Thailand, iShow langsung menggandeng partner provider Smartfren yang telah memiliki jaringan 4G LTE tersebar di 22 kota dimana akan memberikan koneksi yang kuat dan stabil bagi konsumen untuk menonton live streaming, salah satunya adalah live streaming konser artis Aliando Syarief di Surabaya nanti, yang digagas pihak iShow Indonesia.

Mengenai konsep live streaming konser ini, ke depan pihak iShow akan menggandeng berbagai musisi khususnya band ataupun solois nasional untuk menggelar konsep inovatif ini. Oya, jika memiliki kemampuan unik dan tertarik untuk menjadi VJ iShow bisa langsung mendaftar disini.


Image Credit: Yudhis Tjoe, Managing Director iShow Indonesia

Mendengarkan Joey Alexander

Beberapa minggu lalu ramai diberitakan pianis jazz cilik muda asal Indonesia, Joey Alexander, yang mendapatkan dan masuk nominasi Grammy Award ke-58 kategori Best Jazz Instrumental Album untuk albumnya yang bertajuk My Favorite Things dan Best Improvised Jazz Solo untuk lagu "Giant Steps", merupakan lagu dengan durasi terpanjang 10 menit dan 15 detik di album tersebut.

Sebelumnya saya tidak terlalu ngeh dengan Joey Alexander yang saat merilis album jazz-nya berumur 12 tahun, seumuran anak-anak kita saat ini, apalagi di ranah musik jazz yang memang tidak terlalu saya pahami. Dan saya juga belum lama menemukan tulisan dari beliau sang kritikus musik flamboyan almarhum kang Denny Sakrie yang berkisah tentang sepak terjang sosok Joey Alexander.

Tidak berlebihan juga hingga New York Times menurunkan satu tulisan pada Mei 2015 tidak lama setelah album My Favorite Things dirilis, dan menariknya di bagian akhir tulisan tersebut Joey Alexander disejajarkan dengan Gadi Lehavi dari Israel, Beka Gochiashvili dari Georgia, dan Julian Lage dari California yang ketiganya merupakan the most dazzling jazz prodigies (prodigy-s) di saat usia mereka masih muda belia. Menurut Oxford Dictionary, yang dimaksud dengan istilah prodigy /ˈprɒdɪdʒi/ adalah young person who is unusually intelligent or skillful for their age.

Yang ingin saya tegaskan dari tulisan di blog ini adalah, saya mengapresiasi penuh kedua orang tua Joey Alexander, Denny Sila & Fara Urbach, mungkin dengan latar belakang dan pemahaman 'industri' musik yang cukup, saya menilai cukup berani dalam mengambil keputusan menyangkut 'masa depan' anaknya. 'Merelakan' untuk bergabung dan signed dengan Motéma Music dan akhirnya sekeluarga harus hijrah dari Bali ke Jakarta dan akhirnya ke New York adalah pilihan yang sangat tepat dan... akhirnya terbukti. Bila harus berkarir di kancah musik (nasional) dulu mungkin perjalanan Joey Alexander masih akan panjang dan berliku meski dengan kemampuan si Joey yang luar biasa ini, apalagi melihat situasi industri musik Indonesia secara keseluruhan yang seperti demikian adanya... ehemmm.

Untuk mengakses album My Favorite Things ini tidak sulit, seperti biasa saya menggunakan layanan musik streaming premium berbayar "Spotify" yang berasal dari Swedia, yang saat ini memang belum masuk ke Indonesia. Dan dahi saya berkerut saat mendengarkan lagu-lagu di album milik Joey Alexander ini, he's just 12 years old! :D... Oke, kita tunggu Grammy Awards 2016 yang akan diselenggarakan pada 15 Februari 2016 di Staples Center, Los Angeles. Good luck, Joey!

Image Credit: Motéma Music

Menilik Telepon Pintar

Smartphone alias telepon pintar memang sudah menjadi bagian hidup kita, bahkan sudah menjadi kebutuhan primer hampir banyak orang dimanapun. Entah judul di atas tepat atau tidak: melongok; melihat; menilik; menengok. Poin yang saya maksudkan intinya adalah ingin mengetahui dan menanyakan berapa kali dalam sehari kita biasanya berinteraksi dengan telepon pintar kita? Bila ditotal dalam kurun waktu 24 jam sehari, berapa jam-kah total yang dibutuhkan seseorang saat mengakses telepon pintarnya untuk kebutuhan seperti berikut ini:

  • menelepon?
  • membalas SMS?
  • melihat update status mantan di Facebook?
  • mengirimkan serangkaian kultwit di Twitter?
  • mengakses lowongan kerja di LinkedIn?
  • melihat update status & profile foto kawan di BBM?
  • mengirimkan gambar meme di grup WhatsApp teman SD?
  • membalas email-email rekanan sebelum beranjak tidur?
  • mengakses layanan musik streaming Deezer, Spotify, Apple Music?
  • mengunggah video-video lucu ke YouTube?
  • main game Candy Crush?
  • mengomentari curhatan dan keluhan temen kerja di Path?
  • membalas chat grup teman SMA di Telegram?
  • mengunggah foto piknik dan foto jajanan ke Instagram?
  • mengirimkan foto selfie ke pacar melalui Snapchat?
  • mengecek tiket-tiket murah di Traveloka?
  • mem-backup data ke Dropbox atau Google Drive?
  • mengedit foto-foto jadul dengan BeautyPlus?
  • melihat model-model baju di Lazada?
  • dan lain sebagainya

Saya belum menemukan survey tentang ini... tentang berapakah waktu yang sebenarnya dibutuhkan seseorang untuk mengakses smartphone miliknya dalam sehari-hari? Berapa lamakah seseorang harus menunduk dan memainkan jari-jarinya untuk mengakses telepon pintar yang menggunakan teknologi layar sentuh itu? Atau sudah ada survey-nya? Mohon saya bisa diinformasikan .

Oya, menurut survey eMarketer yang dirilis pada tengah September lalu, jumlah pengguna smartphone (telepon yang bukan bergaya monochrome & polyphonic, IMHO) di Indonesia di tahun 2015 ini adalah hampir 55 juta pengguna, dan diprediksi akan mencapai 92 juta pengguna di tahun 2019, dan penetrasi tiap tahunnya akan selalu mengalami penaikan. Peluang? Pasti! Tapi bagaimana relevansi atau dampaknya kegiatan "menunduk' ini bagi kehidupan keluarga dan kehidupan sosial kemasyarakatan kita?

(image credit: Pixabay)

Now

Here's what I am working and doing now:

  • busy for regular & daily works, work as manager in the entertainment & hospitality business in South Sumatera, Indonesia
  • having a new side-project: goromedia.com: supporting artist & private event services
  • learning and having plan to be a succesful & very succesful entrepreneur (soon!)

This page inspired by Derek Sivers & his now movement. Thank you, Derek for always inspiring. You might remember me who once made a phone call to your hotel while you're visiting my hometown Yogyakarta, Indonesia, few years back.

(image credit: Life of Pick)

Belajar Mengelola SDM

Dalam kurun waktu hampir setahun terakhir ini, di lingkup pekerjaan dan perusahaan baru yang sekarang, saya sedang menemui dan berhadapan langsung dengan satu hal yang dinamakan pengelolaan SDM alias MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia).

Memimpin, mengkoordinasikan, memotivasi dan membimbing hampir lebih dari 80 orang karyawan/karyawati dengan berbagai tipe/karakter, bukan hal yang gampang ternyata, tapi bukan juga satu hal yang tidak mungkin untuk diselesaikan. Berbagai macam masalah dan kendala saya coba amati, pelajari dan sebisa mungkin terselesaikan dengan segera. Di satu sisi, kami tetap fokus untuk memikirkan kualitas pelayanan dan 'jualan'. Memang sudah ada manajer-manajer yang mendukung dan membantu tugas saya, namun bukan berarti saya langsung melepas begitu saja tanpa kontrol atau pengawasan.

Sejauh pengalaman dan pengamatan saya saat ini, suatu tantangan bagi perusahaan baru ternyata bukan saja berbicara mengenai kualitas produk/jasa, stabilitas, eksistensi, omset ataupun penjualan, tapi hal yang terkait dengan MSDM ini merupakan hal yang sangat pokok. Dan ini pengalaman saya untuk pertama kalinya memiliki tim kerja dalam jumlah yang besar.

(image credit http://pixabay.com/)

Alhamdulillah Ibu Bisa Umrah Lagi

Siang ini saat saya sedang istirahat makan siang dengan istri, sekitar pukul 13:21 Ibu menelepon saya. Di ujung suara sana seperti biasa Ibu selalu menanyakan saya sedang dimana dan lagi apa. Kemudian secara tiba-tiba Ibu mengucap Alhamdulillah dan lalu mengabarkan kalau pada tanggal 19 Desember 2015 nanti akan berangkat umrah secara gratis. Kata Ibu, berkat doa dari anak-anak dan semuanya hingga Ibu bisa mendapatkan kesempatan ini.

Selama ini Ibu saya, di usianya yang hampir menginjak 60 tahun, memang memiliki kesibukan dengan merintis usaha kecil-kecilan untuk membantu mengelola perjalanan umrah dan haji. Mungkin karena di periode akhir tahun 2015 ini banyak sekali peserta umrah yang mendaftar, hingga akhirnya Ibu saya bisa mendapat kesempatan dan dipercaya untuk menjadi tour leader, sekaligus mendapat berkah untuk melaksanakan ibadah umrah secara gratis.

Saya pun ikut mengucap syukur dan Alhamdulillah, dan memohon kepada Ibu untuk mendoakan yang terbaik untuk anak-anak, cucu-cucunya dan keluarga besar saat berada di tanah suci nanti. Saya juga mengingatkan Ibu untuk mempersiapkan segala macam dokumen kaitannya dengan visa, karena waktunya tinggal beberapa saat lagi. Sebelumnya Ibu memang pernah melakukan ibadah umrah dan juga haji, kali ini Ibu diijinkan untuk berangkat lagi. Alhamdulillah...

Terimakasih ya Allah atas segala kemudahan yang Engkau berikan untuk Ibu kami, tetaplah selalu menjaga, memberikan berkah dan rahmat bagi Ibu kami. Amin.

(image credit: Pixabay)