Mudik dan Jangan Kembali

Hari ini 6 Syawal 1438 H, bagi seluruh kawan dan sahabat dimanapun berada, saya ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir batin.

Masih dalam suasana Lebaran kali ini, sedikit menulis mengenai tradisi yang sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu, yaitu: "mudik". Dikutip dari KBBI Daring yang merupakan laman resmi pencarian kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terdapat dua makna:


mu.dik

v (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman)

v cak pulang ke kampung halaman


Tulisan ini saya buat karena dalam beberapa hari lalu sebelum Lebaran sempat membaca satu tajuk dengan judul Membangun dari Desa. Dalam edisi mudik Lebaran tahun ini, menurut Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) memproyeksikan terdapat pergerakan 33 juta pemudik. Pergerakan pemudik sebagian besar terjadi di wilayah Jawa. Direktur IDEAS Yusuf Wibisono menjelaskan, secara geografis, mudik adalah fenomena yang mayoritas terjadi di Pulau Jawa. Pasalnya potensi daerah asal pemudik terbesar dari Jawa, sekitar 68 persen dari total pemudik. Selain itu, potensi daerah tujuan pemudik terbesar juga menuju ke Jawa, sekitar 65 persen dari total pemudik. 

Masih mengutip tajuk di atas disebutkan bahwa tingginya arus mudik mencerminkan masih besarnya arus urbanisasi sekaligus gagalnya pembangunan di pedesaan. Tiada cara lain untuk membendung urbanisasi selain membangun desa. Pemerintah sudah mengucurkan dana ke daerah, tetap dampaknya belum sungguh kelihatan. Sejak 2004, sebagian dana APBN ditransfer ke daerah dan sejak 2015 pemerintah mengguyur dana ke desa. Pada 2017, dana yang ditransfer ke daerah sebesar Rp 765 triliun atau 37% dari total APBN. Dana desa pun sudah mencapai Rp 60 triliun atau rata-rata Rp 1 miliar per desa. Pada 2018, dana desa akan menjadi Rp 120 triliun atau rata-rata Rp 2 miliar per desa. 

Bisa jadi dana desa ini bila dipergunakan dengan baik akan membawa dampak yang sangat positif bagi kemajuan perekonomian di tiap wilayah, namun pahitnya bila tidak terkontrol bakal menumbuhkan dan menciptakan koruptor-koruptor baru atau koruptor junior tentunya. Sebagai generasi kreatif di saat akan membuat program tertentu, kita tidak berpikiran hanya akan mengandalkan kucuran dari dana desa tersebut. Di satu sisi pasti bakal repot berurusan dengan birokrasi di tingkat daerah/kabupaten, belum lagi nanti urusan budaya 'jatah-menjatah'.

Adanya gerakan yang dimulai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kerjasama dengan Kibar pada tanggal 17 Juni 2016 lalu, yaitu diluncurkannya Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital. Dari program ini, Kemenkominfo berharap bisa melahirkan 1.000 startup pada tahun 2020, dengan total valuasi mencapai US$10 miliar atau sekitar Rp 134 triliun. Program ini digelar di sepuluh kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak. Tahun ini bakal berlanjut lagi, dan menurut saya semestinya gerakan-gerakan yang mampu memberi solusi semacam ini dimunculkan tidak hanya menjangkau kota-kota besar saja. Bisa juga dimulai dari pinggiran, dari kota-kota kecil dan dari desa-desa!

Untuk pemerataan pembangunan di tiap wilayah, semestinya dibutuhkan tenaga-tenaga kreatif dengan ambisi besar, anak-anak muda dengan idealisme yang positif harus terjun. Bagi yang memiliki niat dan kemampuan ayo saatnya memulai, berkolaborasi. Dengan harapan nantinya tidak ada lagi istilah Jakarta sentris, Jawa sentris, ataupun kota sentris. Mari kita memulai dari yang kecil-kecil. Usaha dengan sedikit modal tapi mampu memberikan dampak luas secara positif. Dengan kemajuan teknologi saat ini, kita bisa menciptakan apapun.

Dari judul di atas "Mudik dan Jangan Kembali", saya tidak bermaksud untuk menggurui atau mengajari. Dari manapun kita berasal, siapapun kita, berapapun usia kita, sebenarnya kita memiliki 'kewajiban' untuk membangun kampung halaman.

Dan saya pun tidak mau sekedar berpangku tangan...


Foto: Unsplash

8 Cara Memaksimalkan Instagram sebagai Media Pemasaran Digital

Saat ini, selain iklan, media sosial turut memegang peran yang penting untuk memasarkan suatu produk maupun brand. Terutama media sosial Instagram yang saat ini sangat digemari oleh banyak orang terutama generasi millennial.

Baik sebagai individu maupun sebagai suatu usaha, Instagram cukup diperhitungkan untuk mempromosikan produk maupun brand demi mendorong kepercayaan publik dan menciptakan keterlibatan followers sebagai bentuk interaksi dengan orang banyak.

Rata-rata, pengguna Instagram menjadikan platform Instagram sebagai media untuk sekedar selfie atau mengunggah foto yang menarik bagi penggunanya pribadi, seperti foto makanan, travel, dan hal-hal yang berbau hobi lainnya. Hal ini jelas menguntungkan pribadi penggunanya karena ada kepuasan tersendiri apabila jumlah likes dan comment terus bertambah. Bukankah begitu?

Tetapi, ternyata Instagram bisa digunakan lebih dari sekedar memuaskan hati saja loh. Terutama jika ingin memasarkan brand suatu usaha, kamu bisa menambahkan foto brand atau logo brand, bio, hingga alamat website. Lebih lengkapnya, begini cara memaksimalkan pemasaran melalui Instagram.

  • Koneksikan Instagram dengan media sosial lainnya 

Ketika akun Instagram dikoneksikan dengan media sosial lainnya seperti Facebook, Twitter, Tumblr, dll, akan mudah bagi pemilik usaha untuk membagi satu konten dalam satu waktu. Efeknya, usaha pemasaran semakin maksimal karena kesempatan orang agar dapat melihat konten tersebut semakin besar. Bukan tidak mungkin juga orang lain jadi tertarik jadi mengikuti Instagram tersebut.

  • Jangan remehkan kolom link yang disediakan oleh Instagram

Tambahkan link URL ke profil Instagram brand usahamu. Kolom ini menjadi kesempatan untuk memaksimalkan kepercayaan publik pada brand usaha, terutama yang baru dirilis. Kamu bisa memasukkan URL blog, website, atau link artikel yang berkaitan dengan brand-mu sendiri. Namun usahakan buat sendiri artikel tersebut ya, untuk meningkatkan traffic web/blogmu.

  • Kelola konten foto dan video di Instagram dengan niat yang kuat

Sebagai seorang pemasar di dunia digital, kamu harus membuat konten gambar dan caption yang menarik, unik dan original. Misalnya, kamu bisa menggunakan model untuk memeragakan produk, atau gunakan model flatlay yang sedang ngetren saat ini. Tidak hanya foto, kamu juga bisa membuat konten video singkat di Instagram. Bisa berupa video tutorial, video suatu event yang berkaitan dengan brand-mu atau video tentang brand itu sendiri (jika ada).

  • Re-post unggahan orang lain tentang produk/brand-mu

Jika ada orang lain/customer yang mengunggah foto produkmu, repost gambar mereka sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih pada customer sehingga customer akan merasa senang sekaligus dihargai. Ini juga dapat menunjukkan testimoni kepada orang lain selain dari promosi yang sudah dilakukan oleh customer tersebut. Jika jeli, kamu bisa memanfaatkan teknik promo ini dengan memberikan challenge tertentu di Instagram.

  • Gunakan overlay teks pada gambar

Suatu gambar dapat mengekspresikan beragam makna meskipun dibaliknya terdapat suatu tujuan. Untuk melengkapi gambar di Instagram-mu, mengapa tidak gunakan overlay teks pada gambar? Misalnya daftar harga, jenis produk, promo penjualan atau promosi suatu acara agar pesan dari gambar yang diunggah sampai kepada orang banyak. Saat ini sudah banyak aplikasi edit gambar seperti Photoshop, PowerPoint, Canva atau PicMonkey, bahkan aplikasi di smartphone juga memiliki fitur untuk membuat overlay.

  • Gunakan Call to Action (CTA) di Caption

Gunakan caption untuk menyampaikan pesan yang jelas kepada customer. Caption adalah keterangan gambar yang diunggah di Instagram. Jika ingin maksimal, susun caption jelas, lengkap dan menarik yang dibarengi dengan Call To Action (CTA) di dalamnya. Misalnya nih, kamu ingin orang-orang mengunjungi websitemu, maka dalam caption gambar, sertakan saja tulisan “klik link di bio.” Atau kamu ingin orang-orang menghubungi via telepon, email, atau mengunjungi toko offline misalnya, buatlah tulisan yang jelas dalam caption tersebut dan pastikan hal itu bermanfaat bagi followers.

  • Tambahkan tagar/hashtag

Tanda pagar (tagar)/hashtag dalam Instagram adalah penting. Tambahkan hashtag yang berhubungan dengan produk/brand dengan melakukan penelitian terhadap hashtag populer yang berkaitan dengan gambar/promosi yang ditampilkan. Ini akan membantu pengguna Instagram lainnya mudah menemui gambar/video yang diunggah. Tambahkan hashtag yang relevan dan hindari hashtag yang sama sekali tidak berhubungan dengan produk maupun promosi yang ingin disampaikan dalam produk tersebut, agar produk dan brand-mu bisa masuk dalam popular search. Dengan begini visibilitas gambar dan akun akan semakin meningkat bukan? Setidaknya, kamu membutuhkan 8 hingga 15 hashtag di setiap gambar dengan menggabungkan hashtag populer (yang berkaitan) dan hashtag buatan sendiri.

  • Membuat kontes di Instagram

Kontes di Instagram dapat membangun antusiasme followers pada produk/brand. Kontes tersebut dapat membantu membangun komunitas yang signifikan. Kamu jadi memiliki kesempatan mengkreasikan kontes yang menarik di sana. Misalnya membuat kontes like dengan meminta followers mengklik like pada gambar untuk mendapatkan kesempatan menjadi pemenang. Ketika lebih banyak orang berpartisipasi, kemungkinan kontes ditampilkan di discovery page juga semakin besar.

Contoh lainnya adalah kontes yang mengharuskan orang berkomentar di kolom komentar. Sama seperti kontes like, melalui kontes satu ini kamu bisa mengetahui feedback dari followers maupun pengguna Instagram lainnya terhadap produk/brand-mu.

Kamu juga bisa meminta followers untuk men-tag sejumlah teman saat memberi komentar. Hal ini membantu para pengguna Instagram yang lain penasaran dan mengunjungi akun Instagram. Hasilnya? Followers dan interaksi like-comment jadi meningkat.

Selain dua tadi, bisa juga mengadakan photo challenge. Photo challenge jadi kontes populer di Instagram. Caranya dengan meminta pengguna Instagram menggunggah gambar/video terbaik untuk menjadi pemenang. Kontes ini biasanya mengedepankan gambar yang kreatif seperti foto selfie, wefie (selfie beramai-ramai), hingga parodi yang berhubungan dengan produk atau brand sebagai bahan penilaian.


Ref.: Goromedia

Foto: Pexels

Mengelola Konten Media Sosial untuk Menaikkan Brand

Dewasa ini, internet marketing sudah banyak digunakan sebagai upaya menaikkan brand suatu usaha salah satunya melalui media sosial. Sesuai dengan namanya, “sosial” berarti mencari teman sebanyak mungkin dan “media” sebagai lahan untuk menyajikan informasi kepada teman-teman tersebut. Tidak ada kata “bisnis” dalam media sosial. Apa saja tips mengelola konten media sosial untuk menaikkan brand? Yuk, simak...

Kesalahan banyak orang adalah menggunakan media sosial untuk jualan, jualan dan jualan. Padahal orang jadi malas menyimak media sosial tersebut. Contoh saja saat kita ditawarkan sebuah produk oleh orang yang tidak kita kenal di jalan, kita tentu jadi malas bahkan kadang takut untuk membelinya.

Bandingkan dengan teman kantor/kampus yang menawarkan jualan mereka di kantor/kampus, biasanya cepat laku. Ini karena faktor kepercayaan yang kita bangun sebagai teman. Semakin dekat hubungan kita kepada seseorang, maka akan semakin mudah menjual dagangannya kepada kita.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah "sosial". Cari teman sebanyak-banyaknya, barulah berpikir mengenai menaikkan brand dan jualan. Yang kedua adalah media, sajikan informasi sebanyak-banyaknya namun pastikan informasi yang kamu berikan yang memberikan benefit, maka akun media sosial tersebut akan berkembang, dengan catatan bahwa bisa jadi perkembangannya akan sedikit demi sedikit.

Para pelakunya juga harus tanggap dengan trend terbaru. Misalnya seperti sekarang, koneksi internet di Indonesia yang terbilang sudah cepat sehingga memunculkan trend terbaru, yaitu foto dan video. Hal ini menuntut kita untuk bisa fotografi dan videografi. Orang-orang yang menguasai foto dan video adalah pemenang di saat sekarang. Jika kita tidak megikuti trend yang ada, maka kita akan tertinggal.

Pentingnya mengelola konten media sosial

1. Membangun awareness

Hal pertama yang penting dalam penggunaan konten media sosial untuk menaikkan brand adalah membangun awareness atau kesadaran masyarakat. Orang akan terinformasi dengan keberadaan produk/jasa yang ditawarkan. Mengetahui siapa pemilik, orang-orang yang terlibat, letak lokasi, kontak, kelebihan-kelebihan yang menguntungkan, hingga promo-promo menarik yang kamu tawarkan.

2. Membangun interaksi

Media sosial kini menjadi media silaturahim dan media “kepo” bagi masyarakat. Bukan sekedar buat jualan beli online shop saja. Sehingga pengelolaan konten merupakan sebuah pekerjaan jangka panjang. Dalam upaya menaikkan brand melalui media sosial ini, jangan dulu mengharapkan terjadinya penjualan, meskipun tingkat interaksi di setiap postingan tinggi. Lho, kalau bukan untuk jualan, ngapain capek-capek buat konten? Jawabannya ada di nomor 3 ya.

3. Membangun branding atau authority

Trust is the key. Bisnis, usaha, brand membutuhkan trust. Masyarakat membutuhkan kepercayaan (trust) terlebih dahulu bahwa brand yang kita naungi bukan brand abal-abal apalagi kloningan alias tipu-tipu. Baik pemilik, karyawan, personil, partner, hingga semua orang yang terlibat merupakan kumpulan orang baik-baik, dapat dipercaya dan senang berbagi hal yang baik-baik. Jadi kita bangun kepercayaan dengan media sosial kita. Bagaimana caranya? Bisa dengan membagi momen tertentu dalam bentuk konten baik sebagai pribadi, profesional, maupun pemilik usaha melalui media sosial. Jadi, konten memperkuat persepsi orang terhadap brand kita.

Apa saja yang bisa dibuat konten?

Tentunya segala hal yang positif, baik itu informasi tentang bisnis, produk, hingga brand itu sendiri seperti promo, gambar, foto, grafik, video, e-book, yang dibagikan di situs atau di media sosial. Sumbernya bisa diambil di internet seperti: Pinterest, Instagram, Google dan sebagainya. Namun lebih disarankan menggunakan konten yang orisinil.

Pakailah kata-kata motivasi, kutipan, inspirasi, atau cerita dari buah pikiran dan pengalaman orang-orang yang teribat dalam usaha/brand sendiri. Karena orang-orang haus akan cerita-cerita sukses orang lain, perjalanan suka-duka dalam membangun bisnis, atau tips dan trik bisnis di industri yang orang lain geluti.

Oya hari ini 10 Juni 2017 merupakan peringatan Hari Media Sosial, ayo berikan dampak dan manfaat positif dari media sosial.


Ref.: Goromedia

Foto: Startup Stock Photos

3 Alasan Penting Mengapa Pebisnis Membutuhkan Media Sosial

Era 'keriuhan' teknologi digital dan internet saat ini membuat industri besar, industri menengah, industri kecil (UKM/UMKM), bahkan industri berskala rumahan 'wajib' memanfaatkan media sosial untuk berbagai kebutuhan. Dengan memanfaatkan media sosial membuat bisnis kita mudah ditemukan dan dijangkau oleh konsumen potensial di mana pun mereka berada, dan tidak terbatas oleh waktu. Ketika ada pebisnis ditanya kenapa membutuhkan media sosial, tentunya tidak salah bila ada jawaban bahwa dari kanal media sosial ini bisa mendongkrak penjualan ataupun meningkatkan omset. Mulai dari jualan produk ataupun jasa semuanya memiliki peluang.

Dari data statistik berikut menunjukkan bagaimana penggunaan media sosial terus mengalami pertumbuhan: 

  • tercatat ada 2,78 milyar pengguna aktif media sosial di seluruh dunia, sementara jumlah populasi penduduk di seluruh dunia ada 7,47 milyar (data dari We Are Social)
  • terdapat 2 juta pengiklan reguler yang menggunakan Facebook untuk memasarkan produk dan bisnisnya (data dari Hootsuite)
  • sekitar 85% masyarakat mengakses Twitter dan Facebook untuk menemukan berita hangat di pagi hari (data dari Byte of Data)

Menurut Social Media Today, berikut adalah 3 alasan penting mengapa pebisnis membutuhkan media sosial:

  1. Media sosial untuk bisnis membutuhkan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan metode pemasaran tradisional. Teknik pemasaran dilakukan menggunakan layanan internet menyebar ke segala penjuru dengan biaya yang bisa saja gratis. Media sosial adalah satu alat yang mampu merangkul pasar secara lebih luas dibandingkan dengan alat pemasaran biasa, dan sekali lagi dengan biaya yang cukup murah.
  2. Media sosial untuk bisnis membuat brand yang kita miliki bisa lebih diekspos dan diperkenalkan kepada khalayak. Seperti disebutkan di atas, bahwa masyarakat mendaftar ke akun media sosial tertentu dan memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari, dan informasi apapun bisa datang kapanpun melalui berbagai platform. Media sosial untuk bisnis mampu menggiring secara efisien teknik pemasaran 'dari mulut ke mulut', dan memberikan manfaat kepada pemilik brand dalam bentuk naiknya trafik halaman situs ataupun meningkatkan daya tarik akan produk/jasa yang ditawarkan. 
  3. Media sosial memberikan solusi yang efektif dan efisien akan kebutuhan networking dan komunikasi di hampir semua lini bisnis. Media sosial mempermudah hubungan orang per orang di belahan dunia manapun, dalam kurun waktu kapanpun. Meski komunikasi dan pertemuan secara virtual disebut tidak bisa menggantikan hubungan secara tatap muka langsung, namun yang jelas manfaat lebihnya adalah penghematan secara uang dan waktu. Komunikasi yang efektif memiliki kunci yang sangat penting dalam setiap bisnis. Pengembangan dari jejaring sosial sendiri telah membuka pintu bagi unit korporasi besar atau kecil untuk membangun jaringan yang kuat bagi pelanggannya yang loyal. Perkembangan internet hingga kini membuat beberapa platform ini nampak menonjol seperti: komunitas online, grup-grup diskusi atau forum online, maraknya cuitan/twit dan juga meningkatnya halaman Facebook

Dari tiga hal di atas adalah sebagian kecil manfaat yang bisa kita pergunakan melalui media sosial, secara sisi positif tentu saja. Mulai dari menumbuhkan awareness dari satu jenis bisnis, hingga dipergunakan sebagai alat untuk membangun relasi dengan klien potensial untuk kebutuhan menjual produk ataupun jasa, dan pada akhirnya media sosial menjadi hal yang sangat mendasar bagi para pebisnis. 

Sudahkan Anda memanfaatkan media sosial untuk keperluan bisnis? Dan platform apa saja yang efektif dan efisien untuk dipergunakan? Silahkan memberikan komentar. 


Foto: Unsplash