Menjadi Pemasar Media Sosial yang Handal

Era saat ini tidak dipungkiri lagi bahwa media sosial menjadi kanal tercepat dan kanal yang sangat efektif bagi keperluan pemasaran. Bahkan dengan maraknya media sosial ini membuka peluang-peluang baru, menawarkan pekerjaan ataupun profesi baru seperti istilah (populer): social marketer ataupun pemasar media sosial. 

Bagi kita yang memiliki usaha sendiri, atau kita bekerja di perusahaan orang lain, ada beberapa tip berkaitan dengan media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan pemasaran dari bisnis yang sedang kita kerjakan. Infografis berikut bisa membantu kita supaya lebih fokus lagi untuk mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial secara global:


Infografis: Digital Marketing Philippines

Instagram untuk Bisnis

Masih belum percaya dengan 'keajaiban' Instagram untuk keperluan bisnis dan pemasaran? Mungkin infografis di bawah ini bisa membantu kita untuk memahami akan kelebihan dan keunggulan Instagram dibandingkan dengan platform media sosial yang lain. 

Apapun bentuk dan jenis usahanya, baik di lingkup bisnis mikro, UKM, menengah hingga perusahaan besar yang masih berpikiran 'konvensional', kini saatnya bagi kita untuk mulai 'memberdayakan' Instagram ini. Tidak ada kata terlambat sama sekali, tentu saja. Mungkin ada yang mau berbagi kisah-kisahnya menggunakan platform Instagram sebagai bagian dari strategi pemasaran ataupun promosi? Silahkan isi komentar di bawah.

Saya juga sedang 'utak-atik' menghubungkan antara iklan di akun Facebook Page dengan Instagram Business, dan sebagai 'amatir' masih mempelajari masing-masing platform manakah yang sekiranya efektif dan menyasar secara tepat.


Infografis: MarketingProfs

Mudik dan Jangan Kembali

Hari ini 6 Syawal 1438 H, bagi seluruh kawan dan sahabat dimanapun berada, saya ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir batin.

Masih dalam suasana Lebaran kali ini, sedikit menulis mengenai tradisi yang sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu, yaitu: "mudik". Dikutip dari KBBI Daring yang merupakan laman resmi pencarian kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terdapat dua makna:


mu.dik

v (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman)

v cak pulang ke kampung halaman


Tulisan ini saya buat karena dalam beberapa hari lalu sebelum Lebaran sempat membaca satu tajuk dengan judul Membangun dari Desa. Dalam edisi mudik Lebaran tahun ini, menurut Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) memproyeksikan terdapat pergerakan 33 juta pemudik. Pergerakan pemudik sebagian besar terjadi di wilayah Jawa. Direktur IDEAS Yusuf Wibisono menjelaskan, secara geografis, mudik adalah fenomena yang mayoritas terjadi di Pulau Jawa. Pasalnya potensi daerah asal pemudik terbesar dari Jawa, sekitar 68 persen dari total pemudik. Selain itu, potensi daerah tujuan pemudik terbesar juga menuju ke Jawa, sekitar 65 persen dari total pemudik. 

Masih mengutip tajuk di atas disebutkan bahwa tingginya arus mudik mencerminkan masih besarnya arus urbanisasi sekaligus gagalnya pembangunan di pedesaan. Tiada cara lain untuk membendung urbanisasi selain membangun desa. Pemerintah sudah mengucurkan dana ke daerah, tetap dampaknya belum sungguh kelihatan. Sejak 2004, sebagian dana APBN ditransfer ke daerah dan sejak 2015 pemerintah mengguyur dana ke desa. Pada 2017, dana yang ditransfer ke daerah sebesar Rp 765 triliun atau 37% dari total APBN. Dana desa pun sudah mencapai Rp 60 triliun atau rata-rata Rp 1 miliar per desa. Pada 2018, dana desa akan menjadi Rp 120 triliun atau rata-rata Rp 2 miliar per desa. 

Bisa jadi dana desa ini bila dipergunakan dengan baik akan membawa dampak yang sangat positif bagi kemajuan perekonomian di tiap wilayah, namun pahitnya bila tidak terkontrol bakal menumbuhkan dan menciptakan koruptor-koruptor baru atau koruptor junior tentunya. Sebagai generasi kreatif di saat akan membuat program tertentu, kita tidak berpikiran hanya akan mengandalkan kucuran dari dana desa tersebut. Di satu sisi pasti bakal repot berurusan dengan birokrasi di tingkat daerah/kabupaten, belum lagi nanti urusan budaya 'jatah-menjatah'.

Adanya gerakan yang dimulai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kerjasama dengan Kibar pada tanggal 17 Juni 2016 lalu, yaitu diluncurkannya Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital. Dari program ini, Kemenkominfo berharap bisa melahirkan 1.000 startup pada tahun 2020, dengan total valuasi mencapai US$10 miliar atau sekitar Rp 134 triliun. Program ini digelar di sepuluh kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak. Tahun ini bakal berlanjut lagi, dan menurut saya semestinya gerakan-gerakan yang mampu memberi solusi semacam ini dimunculkan tidak hanya menjangkau kota-kota besar saja. Bisa juga dimulai dari pinggiran, dari kota-kota kecil dan dari desa-desa!

Untuk pemerataan pembangunan di tiap wilayah, semestinya dibutuhkan tenaga-tenaga kreatif dengan ambisi besar, anak-anak muda dengan idealisme yang positif harus terjun. Bagi yang memiliki niat dan kemampuan ayo saatnya memulai, berkolaborasi. Dengan harapan nantinya tidak ada lagi istilah Jakarta sentris, Jawa sentris, ataupun kota sentris. Mari kita memulai dari yang kecil-kecil. Usaha dengan sedikit modal tapi mampu memberikan dampak luas secara positif. Dengan kemajuan teknologi saat ini, kita bisa menciptakan apapun.

Dari judul di atas "Mudik dan Jangan Kembali", saya tidak bermaksud untuk menggurui atau mengajari. Dari manapun kita berasal, siapapun kita, berapapun usia kita, sebenarnya kita memiliki 'kewajiban' untuk membangun kampung halaman.

Dan saya pun tidak mau sekedar berpangku tangan...


Foto: Unsplash

8 Cara Memaksimalkan Instagram sebagai Media Pemasaran Digital

Saat ini, selain iklan, media sosial turut memegang peran yang penting untuk memasarkan suatu produk maupun brand. Terutama media sosial Instagram yang saat ini sangat digemari oleh banyak orang terutama generasi millennial.

Baik sebagai individu maupun sebagai suatu usaha, Instagram cukup diperhitungkan untuk mempromosikan produk maupun brand demi mendorong kepercayaan publik dan menciptakan keterlibatan followers sebagai bentuk interaksi dengan orang banyak.

Rata-rata, pengguna Instagram menjadikan platform Instagram sebagai media untuk sekedar selfie atau mengunggah foto yang menarik bagi penggunanya pribadi, seperti foto makanan, travel, dan hal-hal yang berbau hobi lainnya. Hal ini jelas menguntungkan pribadi penggunanya karena ada kepuasan tersendiri apabila jumlah likes dan comment terus bertambah. Bukankah begitu?

Tetapi, ternyata Instagram bisa digunakan lebih dari sekedar memuaskan hati saja loh. Terutama jika ingin memasarkan brand suatu usaha, kamu bisa menambahkan foto brand atau logo brand, bio, hingga alamat website. Lebih lengkapnya, begini cara memaksimalkan pemasaran melalui Instagram.

  • Koneksikan Instagram dengan media sosial lainnya 

Ketika akun Instagram dikoneksikan dengan media sosial lainnya seperti Facebook, Twitter, Tumblr, dll, akan mudah bagi pemilik usaha untuk membagi satu konten dalam satu waktu. Efeknya, usaha pemasaran semakin maksimal karena kesempatan orang agar dapat melihat konten tersebut semakin besar. Bukan tidak mungkin juga orang lain jadi tertarik jadi mengikuti Instagram tersebut.

  • Jangan remehkan kolom link yang disediakan oleh Instagram

Tambahkan link URL ke profil Instagram brand usahamu. Kolom ini menjadi kesempatan untuk memaksimalkan kepercayaan publik pada brand usaha, terutama yang baru dirilis. Kamu bisa memasukkan URL blog, website, atau link artikel yang berkaitan dengan brand-mu sendiri. Namun usahakan buat sendiri artikel tersebut ya, untuk meningkatkan traffic web/blogmu.

  • Kelola konten foto dan video di Instagram dengan niat yang kuat

Sebagai seorang pemasar di dunia digital, kamu harus membuat konten gambar dan caption yang menarik, unik dan original. Misalnya, kamu bisa menggunakan model untuk memeragakan produk, atau gunakan model flatlay yang sedang ngetren saat ini. Tidak hanya foto, kamu juga bisa membuat konten video singkat di Instagram. Bisa berupa video tutorial, video suatu event yang berkaitan dengan brand-mu atau video tentang brand itu sendiri (jika ada).

  • Re-post unggahan orang lain tentang produk/brand-mu

Jika ada orang lain/customer yang mengunggah foto produkmu, repost gambar mereka sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih pada customer sehingga customer akan merasa senang sekaligus dihargai. Ini juga dapat menunjukkan testimoni kepada orang lain selain dari promosi yang sudah dilakukan oleh customer tersebut. Jika jeli, kamu bisa memanfaatkan teknik promo ini dengan memberikan challenge tertentu di Instagram.

  • Gunakan overlay teks pada gambar

Suatu gambar dapat mengekspresikan beragam makna meskipun dibaliknya terdapat suatu tujuan. Untuk melengkapi gambar di Instagram-mu, mengapa tidak gunakan overlay teks pada gambar? Misalnya daftar harga, jenis produk, promo penjualan atau promosi suatu acara agar pesan dari gambar yang diunggah sampai kepada orang banyak. Saat ini sudah banyak aplikasi edit gambar seperti Photoshop, PowerPoint, Canva atau PicMonkey, bahkan aplikasi di smartphone juga memiliki fitur untuk membuat overlay.

  • Gunakan Call to Action (CTA) di Caption

Gunakan caption untuk menyampaikan pesan yang jelas kepada customer. Caption adalah keterangan gambar yang diunggah di Instagram. Jika ingin maksimal, susun caption jelas, lengkap dan menarik yang dibarengi dengan Call To Action (CTA) di dalamnya. Misalnya nih, kamu ingin orang-orang mengunjungi websitemu, maka dalam caption gambar, sertakan saja tulisan “klik link di bio.” Atau kamu ingin orang-orang menghubungi via telepon, email, atau mengunjungi toko offline misalnya, buatlah tulisan yang jelas dalam caption tersebut dan pastikan hal itu bermanfaat bagi followers.

  • Tambahkan tagar/hashtag

Tanda pagar (tagar)/hashtag dalam Instagram adalah penting. Tambahkan hashtag yang berhubungan dengan produk/brand dengan melakukan penelitian terhadap hashtag populer yang berkaitan dengan gambar/promosi yang ditampilkan. Ini akan membantu pengguna Instagram lainnya mudah menemui gambar/video yang diunggah. Tambahkan hashtag yang relevan dan hindari hashtag yang sama sekali tidak berhubungan dengan produk maupun promosi yang ingin disampaikan dalam produk tersebut, agar produk dan brand-mu bisa masuk dalam popular search. Dengan begini visibilitas gambar dan akun akan semakin meningkat bukan? Setidaknya, kamu membutuhkan 8 hingga 15 hashtag di setiap gambar dengan menggabungkan hashtag populer (yang berkaitan) dan hashtag buatan sendiri.

  • Membuat kontes di Instagram

Kontes di Instagram dapat membangun antusiasme followers pada produk/brand. Kontes tersebut dapat membantu membangun komunitas yang signifikan. Kamu jadi memiliki kesempatan mengkreasikan kontes yang menarik di sana. Misalnya membuat kontes like dengan meminta followers mengklik like pada gambar untuk mendapatkan kesempatan menjadi pemenang. Ketika lebih banyak orang berpartisipasi, kemungkinan kontes ditampilkan di discovery page juga semakin besar.

Contoh lainnya adalah kontes yang mengharuskan orang berkomentar di kolom komentar. Sama seperti kontes like, melalui kontes satu ini kamu bisa mengetahui feedback dari followers maupun pengguna Instagram lainnya terhadap produk/brand-mu.

Kamu juga bisa meminta followers untuk men-tag sejumlah teman saat memberi komentar. Hal ini membantu para pengguna Instagram yang lain penasaran dan mengunjungi akun Instagram. Hasilnya? Followers dan interaksi like-comment jadi meningkat.

Selain dua tadi, bisa juga mengadakan photo challenge. Photo challenge jadi kontes populer di Instagram. Caranya dengan meminta pengguna Instagram menggunggah gambar/video terbaik untuk menjadi pemenang. Kontes ini biasanya mengedepankan gambar yang kreatif seperti foto selfie, wefie (selfie beramai-ramai), hingga parodi yang berhubungan dengan produk atau brand sebagai bahan penilaian.


Ref.: Goromedia

Foto: Pexels