Mengelola Konten Media Sosial untuk Menaikkan Brand

Dewasa ini, internet marketing sudah banyak digunakan sebagai upaya menaikkan brand suatu usaha salah satunya melalui media sosial. Sesuai dengan namanya, “sosial” berarti mencari teman sebanyak mungkin dan “media” sebagai lahan untuk menyajikan informasi kepada teman-teman tersebut. Tidak ada kata “bisnis” dalam media sosial. Apa saja tips mengelola konten media sosial untuk menaikkan brand? Yuk, simak...

Kesalahan banyak orang adalah menggunakan media sosial untuk jualan, jualan dan jualan. Padahal orang jadi malas menyimak media sosial tersebut. Contoh saja saat kita ditawarkan sebuah produk oleh orang yang tidak kita kenal di jalan, kita tentu jadi malas bahkan kadang takut untuk membelinya.

Bandingkan dengan teman kantor/kampus yang menawarkan jualan mereka di kantor/kampus, biasanya cepat laku. Ini karena faktor kepercayaan yang kita bangun sebagai teman. Semakin dekat hubungan kita kepada seseorang, maka akan semakin mudah menjual dagangannya kepada kita.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah "sosial". Cari teman sebanyak-banyaknya, barulah berpikir mengenai menaikkan brand dan jualan. Yang kedua adalah media, sajikan informasi sebanyak-banyaknya namun pastikan informasi yang kamu berikan yang memberikan benefit, maka akun media sosial tersebut akan berkembang, dengan catatan bahwa bisa jadi perkembangannya akan sedikit demi sedikit.

Para pelakunya juga harus tanggap dengan trend terbaru. Misalnya seperti sekarang, koneksi internet di Indonesia yang terbilang sudah cepat sehingga memunculkan trend terbaru, yaitu foto dan video. Hal ini menuntut kita untuk bisa fotografi dan videografi. Orang-orang yang menguasai foto dan video adalah pemenang di saat sekarang. Jika kita tidak megikuti trend yang ada, maka kita akan tertinggal.

Pentingnya mengelola konten media sosial

1. Membangun awareness

Hal pertama yang penting dalam penggunaan konten media sosial untuk menaikkan brand adalah membangun awareness atau kesadaran masyarakat. Orang akan terinformasi dengan keberadaan produk/jasa yang ditawarkan. Mengetahui siapa pemilik, orang-orang yang terlibat, letak lokasi, kontak, kelebihan-kelebihan yang menguntungkan, hingga promo-promo menarik yang kamu tawarkan.

2. Membangun interaksi

Media sosial kini menjadi media silaturahim dan media “kepo” bagi masyarakat. Bukan sekedar buat jualan beli online shop saja. Sehingga pengelolaan konten merupakan sebuah pekerjaan jangka panjang. Dalam upaya menaikkan brand melalui media sosial ini, jangan dulu mengharapkan terjadinya penjualan, meskipun tingkat interaksi di setiap postingan tinggi. Lho, kalau bukan untuk jualan, ngapain capek-capek buat konten? Jawabannya ada di nomor 3 ya.

3. Membangun branding atau authority

Trust is the key. Bisnis, usaha, brand membutuhkan trust. Masyarakat membutuhkan kepercayaan (trust) terlebih dahulu bahwa brand yang kita naungi bukan brand abal-abal apalagi kloningan alias tipu-tipu. Baik pemilik, karyawan, personil, partner, hingga semua orang yang terlibat merupakan kumpulan orang baik-baik, dapat dipercaya dan senang berbagi hal yang baik-baik. Jadi kita bangun kepercayaan dengan media sosial kita. Bagaimana caranya? Bisa dengan membagi momen tertentu dalam bentuk konten baik sebagai pribadi, profesional, maupun pemilik usaha melalui media sosial. Jadi, konten memperkuat persepsi orang terhadap brand kita.

Apa saja yang bisa dibuat konten?

Tentunya segala hal yang positif, baik itu informasi tentang bisnis, produk, hingga brand itu sendiri seperti promo, gambar, foto, grafik, video, e-book, yang dibagikan di situs atau di media sosial. Sumbernya bisa diambil di internet seperti: Pinterest, Instagram, Google dan sebagainya. Namun lebih disarankan menggunakan konten yang orisinil.

Pakailah kata-kata motivasi, kutipan, inspirasi, atau cerita dari buah pikiran dan pengalaman orang-orang yang teribat dalam usaha/brand sendiri. Karena orang-orang haus akan cerita-cerita sukses orang lain, perjalanan suka-duka dalam membangun bisnis, atau tips dan trik bisnis di industri yang orang lain geluti.

Oya hari ini 10 Juni 2017 merupakan peringatan Hari Media Sosial, ayo berikan dampak dan manfaat positif dari media sosial.


Ref.: Goromedia

Foto: Startup Stock Photos

3 Alasan Penting Mengapa Pebisnis Membutuhkan Media Sosial

Era 'keriuhan' teknologi digital dan internet saat ini membuat industri besar, industri menengah, industri kecil (UKM/UMKM), bahkan industri berskala rumahan 'wajib' memanfaatkan media sosial untuk berbagai kebutuhan. Dengan memanfaatkan media sosial membuat bisnis kita mudah ditemukan dan dijangkau oleh konsumen potensial di mana pun mereka berada, dan tidak terbatas oleh waktu. Ketika ada pebisnis ditanya kenapa membutuhkan media sosial, tentunya tidak salah bila ada jawaban bahwa dari kanal media sosial ini bisa mendongkrak penjualan ataupun meningkatkan omset. Mulai dari jualan produk ataupun jasa semuanya memiliki peluang.

Dari data statistik berikut menunjukkan bagaimana penggunaan media sosial terus mengalami pertumbuhan: 

  • tercatat ada 2,78 milyar pengguna aktif media sosial di seluruh dunia, sementara jumlah populasi penduduk di seluruh dunia ada 7,47 milyar (data dari We Are Social)
  • terdapat 2 juta pengiklan reguler yang menggunakan Facebook untuk memasarkan produk dan bisnisnya (data dari Hootsuite)
  • sekitar 85% masyarakat mengakses Twitter dan Facebook untuk menemukan berita hangat di pagi hari (data dari Byte of Data)

Menurut Social Media Today, berikut adalah 3 alasan penting mengapa pebisnis membutuhkan media sosial:

  1. Media sosial untuk bisnis membutuhkan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan metode pemasaran tradisional. Teknik pemasaran dilakukan menggunakan layanan internet menyebar ke segala penjuru dengan biaya yang bisa saja gratis. Media sosial adalah satu alat yang mampu merangkul pasar secara lebih luas dibandingkan dengan alat pemasaran biasa, dan sekali lagi dengan biaya yang cukup murah.
  2. Media sosial untuk bisnis membuat brand yang kita miliki bisa lebih diekspos dan diperkenalkan kepada khalayak. Seperti disebutkan di atas, bahwa masyarakat mendaftar ke akun media sosial tertentu dan memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari, dan informasi apapun bisa datang kapanpun melalui berbagai platform. Media sosial untuk bisnis mampu menggiring secara efisien teknik pemasaran 'dari mulut ke mulut', dan memberikan manfaat kepada pemilik brand dalam bentuk naiknya trafik halaman situs ataupun meningkatkan daya tarik akan produk/jasa yang ditawarkan. 
  3. Media sosial memberikan solusi yang efektif dan efisien akan kebutuhan networking dan komunikasi di hampir semua lini bisnis. Media sosial mempermudah hubungan orang per orang di belahan dunia manapun, dalam kurun waktu kapanpun. Meski komunikasi dan pertemuan secara virtual disebut tidak bisa menggantikan hubungan secara tatap muka langsung, namun yang jelas manfaat lebihnya adalah penghematan secara uang dan waktu. Komunikasi yang efektif memiliki kunci yang sangat penting dalam setiap bisnis. Pengembangan dari jejaring sosial sendiri telah membuka pintu bagi unit korporasi besar atau kecil untuk membangun jaringan yang kuat bagi pelanggannya yang loyal. Perkembangan internet hingga kini membuat beberapa platform ini nampak menonjol seperti: komunitas online, grup-grup diskusi atau forum online, maraknya cuitan/twit dan juga meningkatnya halaman Facebook

Dari tiga hal di atas adalah sebagian kecil manfaat yang bisa kita pergunakan melalui media sosial, secara sisi positif tentu saja. Mulai dari menumbuhkan awareness dari satu jenis bisnis, hingga dipergunakan sebagai alat untuk membangun relasi dengan klien potensial untuk kebutuhan menjual produk ataupun jasa, dan pada akhirnya media sosial menjadi hal yang sangat mendasar bagi para pebisnis. 

Sudahkan Anda memanfaatkan media sosial untuk keperluan bisnis? Dan platform apa saja yang efektif dan efisien untuk dipergunakan? Silahkan memberikan komentar. 


Foto: Unsplash

Memahami Generasi Z

Pada hari Senin tanggal 22 Mei 2017 lalu, saya baca tautan mengenai infografis menarik yang dirilis oleh Adweek. Kemudian saya mengirimkan satu Twit, tentang memahami Generasi Z. 

Generasi Z adalah generasi yang lahir pada periode antara tahun 1996 hingga tahun 2010. Generasi yang memang tumbuh dan besar dalam lingkup digital dan mobile, berbeda dengan generasi sebelumnya: generasi milenial. Generasi Z 'sangat terbiasa' dengan platform ataupun aplikasi kekinian: YouTube, Instagram, Facebook, Snapchat, Twitter, Google+, Pinterest, Tumblr, dll.  

Dari infografis tersebut kita bisa melihat bagaimana generasi yang berusia dari 13 hingga 20 tahun ini merupakan konsumen aktif YouTube, mulai dari kebutuhan untuk hiburan, rekomendasi belanja, mencari berita hingga informasi, hampir sebagian besar menjadikan YouTube sebagai aplikasi yang diandalkan.

Bagaimana digital marketer bisa melihat peluang dari sini? Ayo kita share...

Welcome to Lampung

Di bidang pariwisata, Pemerintah Provinsi Lampung akan membuat skema Pariwisata Terpadu. Skema pengembangan ini menjadikan area Barat Lampung sebagai kawasan wisata terpadu. Tujuh kawasan wisata unggulan pun sudah ditetapkan antara lain:

  • Teluk Kiluan
  • Tanjung Setia
  • Wisata Bahari Krui
  • Menara Siger
  • Gunung Anak Krakatau
  • Pulau Sebesi
  • kawasan wisata Kota Bandar Lampung

Dan Untuk Daerah Kawasan Wisata Potensial Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan, diantara lain:

  • Kawasan Wisata Maritim Teluk Lampung
  • Taman Hutan Rakyat Wan Abdul Rachman (TAHURA WAR)
  • Teluk Kiluan sebagai kawasan wisata dengan Konsep Pemberdayaan Masyarakat dan Luxurious Resort Teluk Nipah
  • Pengembangan kawasan TNWK “Lampung Safari Way Kambas Park and Conservation Center”
  • Pengelolaan Zona Pemanfaatan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)
  • Pembangunan Marina yang terintegrasi dengan kawasan wisata Teluk Lampung serta Kawasan Wisata Teluk Nipah

Program promosi terus digencarkan baik ditingkat lokal maupun mancanegara untuk mengundang minat turis berwisata ke Lampung. Pembangunan infrastruktur wisata seperti jalan menuju lokasi secara bertahap dilakukan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung menunjukkan, tingkat kunjungan wisatawan ke Lampung terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2015, total pengunjung wisata hanya 5.645.710 orang, terdiri dari 5.530.803 orang wisatawan nusantara dan 114.907 orang dari mancanegara. Memasuki November 2016, total wisatawan yang berkunjung mencapai 7.449.677 orang, dengan rincian 7.296.721 orang dari domestik dan 152.956 orang wisatawan asing.

Untuk mengantisipasi terus melonjaknya kunjungan wisatawan, Pemerintah Provinsi Lampung tengah meningkatkan kapasitas Bandara Raden Inten II menjadi Bandara Internasional sekaligus embarkasi haji dan sub hub dari Bandara Soekarno Hatta. Bandara Radin Intan II merupakan satu-satunya di Indonesia yang memiliki gedung parkir berlantai empat dibawah pengelolaan Kementerian Perhubungan yang mampu menampung 700-800 kendaraan.

Sebagai bandara kelas internasional, akses menuju Bandara Radin Intan II kini dilengkapi angkutan pemandu moda yakni bus Trans Lampung dari Bandara menuju ibukota Bandar Lampung yang mencapai 28 km. Pada 2017, akses bus ke Bandara bakal diperkuat armada Damri ke jurusan Kalianda (Lampung Selatan), Metro dan Sukadana (Lampung Timur), Liwa (Lampung Barat), dan Tulang Bawang via Bandar Jaya (Lampung Tengah). 

Dukungan terhadap kemudahan akses wisatawan ke area berselancar Tanjung Setia juga didukung kesiapan Pemkab Pesisir Barat menghibahkan aset tanah Bandara seluas 76 ha kepada Kementerian Perhubungan sebagai langkah penambahan panjang area pacu bandara dari 23 m x 1.100 m menjadi 2.200 meter. Menariknya, pada tahun ini, Bandara Pekon Serai di Kabupaten Pesisir Barat diproyeksikan dapat melayani penerbangan pesawat ATR dari Jakarta-Pekon Serai dan kota-kota lain di Sumatera.

If there's any entrepreneur or business people who interested in investing in Lampung, please do contact me. Let's build Lampung for the future!


Ref: Kadin Lampung 2017