tag:antonkurniawan.com,2013:/posts Anton Kurniawan 2017-06-30T06:42:39Z tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1168072 2017-06-30T06:33:06Z 2017-06-30T06:42:39Z Mudik dan Jangan Kembali

Hari ini 6 Syawal 1438 H, bagi seluruh kawan dan sahabat dimanapun berada, saya ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir batin.

Masih dalam suasana Lebaran kali ini, sedikit menulis mengenai tradisi yang sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu, yaitu: "mudik". Dikutip dari KBBI Daring yang merupakan laman resmi pencarian kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terdapat dua makna:


mu.dik

v (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman)

v cak pulang ke kampung halaman


Tulisan ini saya buat karena dalam beberapa hari lalu sebelum Lebaran sempat membaca satu tajuk dengan judul Membangun dari Desa. Dalam edisi mudik Lebaran tahun ini, menurut Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) memproyeksikan terdapat pergerakan 33 juta pemudik. Pergerakan pemudik sebagian besar terjadi di wilayah Jawa. Direktur IDEAS Yusuf Wibisono menjelaskan, secara geografis, mudik adalah fenomena yang mayoritas terjadi di Pulau Jawa. Pasalnya potensi daerah asal pemudik terbesar dari Jawa, sekitar 68 persen dari total pemudik. Selain itu, potensi daerah tujuan pemudik terbesar juga menuju ke Jawa, sekitar 65 persen dari total pemudik. 

Masih mengutip tajuk di atas disebutkan bahwa tingginya arus mudik mencerminkan masih besarnya arus urbanisasi sekaligus gagalnya pembangunan di pedesaan. Tiada cara lain untuk membendung urbanisasi selain membangun desa. Pemerintah sudah mengucurkan dana ke daerah, tetap dampaknya belum sungguh kelihatan. Sejak 2004, sebagian dana APBN ditransfer ke daerah dan sejak 2015 pemerintah mengguyur dana ke desa. Pada 2017, dana yang ditransfer ke daerah sebesar Rp 765 triliun atau 37% dari total APBN. Dana desa pun sudah mencapai Rp 60 triliun atau rata-rata Rp 1 miliar per desa. Pada 2018, dana desa akan menjadi Rp 120 triliun atau rata-rata Rp 2 miliar per desa. 

Bisa jadi dana desa ini bila dipergunakan dengan baik akan membawa dampak yang sangat positif bagi kemajuan perekonomian di tiap wilayah, namun pahitnya bila tidak terkontrol bakal menumbuhkan dan menciptakan koruptor-koruptor baru atau koruptor junior tentunya. Sebagai generasi kreatif di saat akan membuat program tertentu, kita tidak berpikiran hanya akan mengandalkan kucuran dari dana desa tersebut. Di satu sisi pasti bakal repot berurusan dengan birokrasi di tingkat daerah/kabupaten, belum lagi nanti urusan budaya 'jatah-menjatah'.

Adanya gerakan yang dimulai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kerjasama dengan Kibar pada tanggal 17 Juni 2016 lalu, yaitu diluncurkannya Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital. Dari program ini, Kemenkominfo berharap bisa melahirkan 1.000 startup pada tahun 2020, dengan total valuasi mencapai US$10 miliar atau sekitar Rp 134 triliun. Program ini digelar di sepuluh kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak. Tahun ini bakal berlanjut lagi, dan menurut saya semestinya gerakan-gerakan yang mampu memberi solusi semacam ini dimunculkan tidak hanya menjangkau kota-kota besar saja. Bisa juga dimulai dari pinggiran, dari kota-kota kecil dan dari desa-desa!

Untuk pemerataan pembangunan di tiap wilayah, semestinya dibutuhkan tenaga-tenaga kreatif dengan ambisi besar, anak-anak muda dengan idealisme yang positif harus terjun. Bagi yang memiliki niat dan kemampuan ayo saatnya memulai, berkolaborasi. Dengan harapan nantinya tidak ada lagi istilah Jakarta sentris, Jawa sentris, ataupun kota sentris. Mari kita memulai dari yang kecil-kecil. Usaha dengan sedikit modal tapi mampu memberikan dampak luas secara positif. Dengan kemajuan teknologi saat ini, kita bisa menciptakan apapun.

Dari judul di atas "Mudik dan Jangan Kembali", saya tidak bermaksud untuk menggurui atau mengajari. Dari manapun kita berasal, siapapun kita, berapapun usia kita, sebenarnya kita memiliki 'kewajiban' untuk membangun kampung halaman.

Dan saya pun tidak mau sekedar berpangku tangan...


Foto: Unsplash

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1167093 2017-06-24T13:46:14Z 2017-06-24T13:46:15Z 8 Cara Memaksimalkan Instagram sebagai Media Pemasaran Digital

Saat ini, selain iklan, media sosial turut memegang peran yang penting untuk memasarkan suatu produk maupun brand. Terutama media sosial Instagram yang saat ini sangat digemari oleh banyak orang terutama generasi millennial.

Baik sebagai individu maupun sebagai suatu usaha, Instagram cukup diperhitungkan untuk mempromosikan produk maupun brand demi mendorong kepercayaan publik dan menciptakan keterlibatan followers sebagai bentuk interaksi dengan orang banyak.

Rata-rata, pengguna Instagram menjadikan platform Instagram sebagai media untuk sekedar selfie atau mengunggah foto yang menarik bagi penggunanya pribadi, seperti foto makanan, travel, dan hal-hal yang berbau hobi lainnya. Hal ini jelas menguntungkan pribadi penggunanya karena ada kepuasan tersendiri apabila jumlah likes dan comment terus bertambah. Bukankah begitu?

Tetapi, ternyata Instagram bisa digunakan lebih dari sekedar memuaskan hati saja loh. Terutama jika ingin memasarkan brand suatu usaha, kamu bisa menambahkan foto brand atau logo brand, bio, hingga alamat website. Lebih lengkapnya, begini cara memaksimalkan pemasaran melalui Instagram.

  • Koneksikan Instagram dengan media sosial lainnya 

Ketika akun Instagram dikoneksikan dengan media sosial lainnya seperti Facebook, Twitter, Tumblr, dll, akan mudah bagi pemilik usaha untuk membagi satu konten dalam satu waktu. Efeknya, usaha pemasaran semakin maksimal karena kesempatan orang agar dapat melihat konten tersebut semakin besar. Bukan tidak mungkin juga orang lain jadi tertarik jadi mengikuti Instagram tersebut.

  • Jangan remehkan kolom link yang disediakan oleh Instagram

Tambahkan link URL ke profil Instagram brand usahamu. Kolom ini menjadi kesempatan untuk memaksimalkan kepercayaan publik pada brand usaha, terutama yang baru dirilis. Kamu bisa memasukkan URL blog, website, atau link artikel yang berkaitan dengan brand-mu sendiri. Namun usahakan buat sendiri artikel tersebut ya, untuk meningkatkan traffic web/blogmu.

  • Kelola konten foto dan video di Instagram dengan niat yang kuat

Sebagai seorang pemasar di dunia digital, kamu harus membuat konten gambar dan caption yang menarik, unik dan original. Misalnya, kamu bisa menggunakan model untuk memeragakan produk, atau gunakan model flatlay yang sedang ngetren saat ini. Tidak hanya foto, kamu juga bisa membuat konten video singkat di Instagram. Bisa berupa video tutorial, video suatu event yang berkaitan dengan brand-mu atau video tentang brand itu sendiri (jika ada).

  • Re-post unggahan orang lain tentang produk/brand-mu

Jika ada orang lain/customer yang mengunggah foto produkmu, repost gambar mereka sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih pada customer sehingga customer akan merasa senang sekaligus dihargai. Ini juga dapat menunjukkan testimoni kepada orang lain selain dari promosi yang sudah dilakukan oleh customer tersebut. Jika jeli, kamu bisa memanfaatkan teknik promo ini dengan memberikan challenge tertentu di Instagram.

  • Gunakan overlay teks pada gambar

Suatu gambar dapat mengekspresikan beragam makna meskipun dibaliknya terdapat suatu tujuan. Untuk melengkapi gambar di Instagram-mu, mengapa tidak gunakan overlay teks pada gambar? Misalnya daftar harga, jenis produk, promo penjualan atau promosi suatu acara agar pesan dari gambar yang diunggah sampai kepada orang banyak. Saat ini sudah banyak aplikasi edit gambar seperti Photoshop, PowerPoint, Canva atau PicMonkey, bahkan aplikasi di smartphone juga memiliki fitur untuk membuat overlay.

  • Gunakan Call to Action (CTA) di Caption

Gunakan caption untuk menyampaikan pesan yang jelas kepada customer. Caption adalah keterangan gambar yang diunggah di Instagram. Jika ingin maksimal, susun caption jelas, lengkap dan menarik yang dibarengi dengan Call To Action (CTA) di dalamnya. Misalnya nih, kamu ingin orang-orang mengunjungi websitemu, maka dalam caption gambar, sertakan saja tulisan “klik link di bio.” Atau kamu ingin orang-orang menghubungi via telepon, email, atau mengunjungi toko offline misalnya, buatlah tulisan yang jelas dalam caption tersebut dan pastikan hal itu bermanfaat bagi followers.

  • Tambahkan tagar/hashtag

Tanda pagar (tagar)/hashtag dalam Instagram adalah penting. Tambahkan hashtag yang berhubungan dengan produk/brand dengan melakukan penelitian terhadap hashtag populer yang berkaitan dengan gambar/promosi yang ditampilkan. Ini akan membantu pengguna Instagram lainnya mudah menemui gambar/video yang diunggah. Tambahkan hashtag yang relevan dan hindari hashtag yang sama sekali tidak berhubungan dengan produk maupun promosi yang ingin disampaikan dalam produk tersebut, agar produk dan brand-mu bisa masuk dalam popular search. Dengan begini visibilitas gambar dan akun akan semakin meningkat bukan? Setidaknya, kamu membutuhkan 8 hingga 15 hashtag di setiap gambar dengan menggabungkan hashtag populer (yang berkaitan) dan hashtag buatan sendiri.

  • Membuat kontes di Instagram

Kontes di Instagram dapat membangun antusiasme followers pada produk/brand. Kontes tersebut dapat membantu membangun komunitas yang signifikan. Kamu jadi memiliki kesempatan mengkreasikan kontes yang menarik di sana. Misalnya membuat kontes like dengan meminta followers mengklik like pada gambar untuk mendapatkan kesempatan menjadi pemenang. Ketika lebih banyak orang berpartisipasi, kemungkinan kontes ditampilkan di discovery page juga semakin besar.

Contoh lainnya adalah kontes yang mengharuskan orang berkomentar di kolom komentar. Sama seperti kontes like, melalui kontes satu ini kamu bisa mengetahui feedback dari followers maupun pengguna Instagram lainnya terhadap produk/brand-mu.

Kamu juga bisa meminta followers untuk men-tag sejumlah teman saat memberi komentar. Hal ini membantu para pengguna Instagram yang lain penasaran dan mengunjungi akun Instagram. Hasilnya? Followers dan interaksi like-comment jadi meningkat.

Selain dua tadi, bisa juga mengadakan photo challenge. Photo challenge jadi kontes populer di Instagram. Caranya dengan meminta pengguna Instagram menggunggah gambar/video terbaik untuk menjadi pemenang. Kontes ini biasanya mengedepankan gambar yang kreatif seperti foto selfie, wefie (selfie beramai-ramai), hingga parodi yang berhubungan dengan produk atau brand sebagai bahan penilaian.


Ref.: Goromedia

Foto: Pexels

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1162415 2017-06-10T13:48:45Z 2017-06-12T02:26:36Z Mengelola Konten Media Sosial untuk Menaikkan Brand

Dewasa ini, internet marketing sudah banyak digunakan sebagai upaya menaikkan brand suatu usaha salah satunya melalui media sosial. Sesuai dengan namanya, “sosial” berarti mencari teman sebanyak mungkin dan “media” sebagai lahan untuk menyajikan informasi kepada teman-teman tersebut. Tidak ada kata “bisnis” dalam media sosial. Apa saja tips mengelola konten media sosial untuk menaikkan brand? Yuk, simak...

Kesalahan banyak orang adalah menggunakan media sosial untuk jualan, jualan dan jualan. Padahal orang jadi malas menyimak media sosial tersebut. Contoh saja saat kita ditawarkan sebuah produk oleh orang yang tidak kita kenal di jalan, kita tentu jadi malas bahkan kadang takut untuk membelinya.

Bandingkan dengan teman kantor/kampus yang menawarkan jualan mereka di kantor/kampus, biasanya cepat laku. Ini karena faktor kepercayaan yang kita bangun sebagai teman. Semakin dekat hubungan kita kepada seseorang, maka akan semakin mudah menjual dagangannya kepada kita.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah "sosial". Cari teman sebanyak-banyaknya, barulah berpikir mengenai menaikkan brand dan jualan. Yang kedua adalah media, sajikan informasi sebanyak-banyaknya namun pastikan informasi yang kamu berikan yang memberikan benefit, maka akun media sosial tersebut akan berkembang, dengan catatan bahwa bisa jadi perkembangannya akan sedikit demi sedikit.

Para pelakunya juga harus tanggap dengan trend terbaru. Misalnya seperti sekarang, koneksi internet di Indonesia yang terbilang sudah cepat sehingga memunculkan trend terbaru, yaitu foto dan video. Hal ini menuntut kita untuk bisa fotografi dan videografi. Orang-orang yang menguasai foto dan video adalah pemenang di saat sekarang. Jika kita tidak megikuti trend yang ada, maka kita akan tertinggal.

Pentingnya mengelola konten media sosial

1. Membangun awareness

Hal pertama yang penting dalam penggunaan konten media sosial untuk menaikkan brand adalah membangun awareness atau kesadaran masyarakat. Orang akan terinformasi dengan keberadaan produk/jasa yang ditawarkan. Mengetahui siapa pemilik, orang-orang yang terlibat, letak lokasi, kontak, kelebihan-kelebihan yang menguntungkan, hingga promo-promo menarik yang kamu tawarkan.

2. Membangun interaksi

Media sosial kini menjadi media silaturahim dan media “kepo” bagi masyarakat. Bukan sekedar buat jualan beli online shop saja. Sehingga pengelolaan konten merupakan sebuah pekerjaan jangka panjang. Dalam upaya menaikkan brand melalui media sosial ini, jangan dulu mengharapkan terjadinya penjualan, meskipun tingkat interaksi di setiap postingan tinggi. Lho, kalau bukan untuk jualan, ngapain capek-capek buat konten? Jawabannya ada di nomor 3 ya.

3. Membangun branding atau authority

Trust is the key. Bisnis, usaha, brand membutuhkan trust. Masyarakat membutuhkan kepercayaan (trust) terlebih dahulu bahwa brand yang kita naungi bukan brand abal-abal apalagi kloningan alias tipu-tipu. Baik pemilik, karyawan, personil, partner, hingga semua orang yang terlibat merupakan kumpulan orang baik-baik, dapat dipercaya dan senang berbagi hal yang baik-baik. Jadi kita bangun kepercayaan dengan media sosial kita. Bagaimana caranya? Bisa dengan membagi momen tertentu dalam bentuk konten baik sebagai pribadi, profesional, maupun pemilik usaha melalui media sosial. Jadi, konten memperkuat persepsi orang terhadap brand kita.

Apa saja yang bisa dibuat konten?

Tentunya segala hal yang positif, baik itu informasi tentang bisnis, produk, hingga brand itu sendiri seperti promo, gambar, foto, grafik, video, e-book, yang dibagikan di situs atau di media sosial. Sumbernya bisa diambil di internet seperti: Pinterest, Instagram, Google dan sebagainya. Namun lebih disarankan menggunakan konten yang orisinil.

Pakailah kata-kata motivasi, kutipan, inspirasi, atau cerita dari buah pikiran dan pengalaman orang-orang yang teribat dalam usaha/brand sendiri. Karena orang-orang haus akan cerita-cerita sukses orang lain, perjalanan suka-duka dalam membangun bisnis, atau tips dan trik bisnis di industri yang orang lain geluti.

Oya hari ini 10 Juni 2017 merupakan peringatan Hari Media Sosial, ayo berikan dampak dan manfaat positif dari media sosial.


Ref.: Goromedia

Foto: Startup Stock Photos

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1161074 2017-06-06T10:24:12Z 2017-06-06T10:32:42Z 3 Alasan Penting Mengapa Pebisnis Membutuhkan Media Sosial

Era 'keriuhan' teknologi digital dan internet saat ini membuat industri besar, industri menengah, industri kecil (UKM/UMKM), bahkan industri berskala rumahan 'wajib' memanfaatkan media sosial untuk berbagai kebutuhan. Dengan memanfaatkan media sosial membuat bisnis kita mudah ditemukan dan dijangkau oleh konsumen potensial di mana pun mereka berada, dan tidak terbatas oleh waktu. Ketika ada pebisnis ditanya kenapa membutuhkan media sosial, tentunya tidak salah bila ada jawaban bahwa dari kanal media sosial ini bisa mendongkrak penjualan ataupun meningkatkan omset. Mulai dari jualan produk ataupun jasa semuanya memiliki peluang.

Dari data statistik berikut menunjukkan bagaimana penggunaan media sosial terus mengalami pertumbuhan: 

  • tercatat ada 2,78 milyar pengguna aktif media sosial di seluruh dunia, sementara jumlah populasi penduduk di seluruh dunia ada 7,47 milyar (data dari We Are Social)
  • terdapat 2 juta pengiklan reguler yang menggunakan Facebook untuk memasarkan produk dan bisnisnya (data dari Hootsuite)
  • sekitar 85% masyarakat mengakses Twitter dan Facebook untuk menemukan berita hangat di pagi hari (data dari Byte of Data)

Menurut Social Media Today, berikut adalah 3 alasan penting mengapa pebisnis membutuhkan media sosial:

  1. Media sosial untuk bisnis membutuhkan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan metode pemasaran tradisional. Teknik pemasaran dilakukan menggunakan layanan internet menyebar ke segala penjuru dengan biaya yang bisa saja gratis. Media sosial adalah satu alat yang mampu merangkul pasar secara lebih luas dibandingkan dengan alat pemasaran biasa, dan sekali lagi dengan biaya yang cukup murah.
  2. Media sosial untuk bisnis membuat brand yang kita miliki bisa lebih diekspos dan diperkenalkan kepada khalayak. Seperti disebutkan di atas, bahwa masyarakat mendaftar ke akun media sosial tertentu dan memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari, dan informasi apapun bisa datang kapanpun melalui berbagai platform. Media sosial untuk bisnis mampu menggiring secara efisien teknik pemasaran 'dari mulut ke mulut', dan memberikan manfaat kepada pemilik brand dalam bentuk naiknya trafik halaman situs ataupun meningkatkan daya tarik akan produk/jasa yang ditawarkan. 
  3. Media sosial memberikan solusi yang efektif dan efisien akan kebutuhan networking dan komunikasi di hampir semua lini bisnis. Media sosial mempermudah hubungan orang per orang di belahan dunia manapun, dalam kurun waktu kapanpun. Meski komunikasi dan pertemuan secara virtual disebut tidak bisa menggantikan hubungan secara tatap muka langsung, namun yang jelas manfaat lebihnya adalah penghematan secara uang dan waktu. Komunikasi yang efektif memiliki kunci yang sangat penting dalam setiap bisnis. Pengembangan dari jejaring sosial sendiri telah membuka pintu bagi unit korporasi besar atau kecil untuk membangun jaringan yang kuat bagi pelanggannya yang loyal. Perkembangan internet hingga kini membuat beberapa platform ini nampak menonjol seperti: komunitas online, grup-grup diskusi atau forum online, maraknya cuitan/twit dan juga meningkatnya halaman Facebook

Dari tiga hal di atas adalah sebagian kecil manfaat yang bisa kita pergunakan melalui media sosial, secara sisi positif tentu saja. Mulai dari menumbuhkan awareness dari satu jenis bisnis, hingga dipergunakan sebagai alat untuk membangun relasi dengan klien potensial untuk kebutuhan menjual produk ataupun jasa, dan pada akhirnya media sosial menjadi hal yang sangat mendasar bagi para pebisnis. 

Sudahkan Anda memanfaatkan media sosial untuk keperluan bisnis? Dan platform apa saja yang efektif dan efisien untuk dipergunakan? Silahkan memberikan komentar. 


Foto: Unsplash

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1157536 2017-05-26T09:20:39Z 2017-05-26T09:20:40Z Memahami Generasi Z

Pada hari Senin tanggal 22 Mei 2017 lalu, saya baca tautan mengenai infografis menarik yang dirilis oleh Adweek. Kemudian saya mengirimkan satu Twit, tentang memahami Generasi Z. 

Generasi Z adalah generasi yang lahir pada periode antara tahun 1996 hingga tahun 2010. Generasi yang memang tumbuh dan besar dalam lingkup digital dan mobile, berbeda dengan generasi sebelumnya: generasi milenial. Generasi Z 'sangat terbiasa' dengan platform ataupun aplikasi kekinian: YouTube, Instagram, Facebook, Snapchat, Twitter, Google+, Pinterest, Tumblr, dll.  

Dari infografis tersebut kita bisa melihat bagaimana generasi yang berusia dari 13 hingga 20 tahun ini merupakan konsumen aktif YouTube, mulai dari kebutuhan untuk hiburan, rekomendasi belanja, mencari berita hingga informasi, hampir sebagian besar menjadikan YouTube sebagai aplikasi yang diandalkan.

Bagaimana digital marketer bisa melihat peluang dari sini? Ayo kita share...

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/950400 2017-05-21T02:12:58Z 2017-05-21T02:12:58Z Welcome to Lampung

Di bidang pariwisata, Pemerintah Provinsi Lampung akan membuat skema Pariwisata Terpadu. Skema pengembangan ini menjadikan area Barat Lampung sebagai kawasan wisata terpadu. Tujuh kawasan wisata unggulan pun sudah ditetapkan antara lain:

  • Teluk Kiluan
  • Tanjung Setia
  • Wisata Bahari Krui
  • Menara Siger
  • Gunung Anak Krakatau
  • Pulau Sebesi
  • kawasan wisata Kota Bandar Lampung

Dan Untuk Daerah Kawasan Wisata Potensial Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan, diantara lain:

  • Kawasan Wisata Maritim Teluk Lampung
  • Taman Hutan Rakyat Wan Abdul Rachman (TAHURA WAR)
  • Teluk Kiluan sebagai kawasan wisata dengan Konsep Pemberdayaan Masyarakat dan Luxurious Resort Teluk Nipah
  • Pengembangan kawasan TNWK “Lampung Safari Way Kambas Park and Conservation Center”
  • Pengelolaan Zona Pemanfaatan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)
  • Pembangunan Marina yang terintegrasi dengan kawasan wisata Teluk Lampung serta Kawasan Wisata Teluk Nipah

Program promosi terus digencarkan baik ditingkat lokal maupun mancanegara untuk mengundang minat turis berwisata ke Lampung. Pembangunan infrastruktur wisata seperti jalan menuju lokasi secara bertahap dilakukan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung menunjukkan, tingkat kunjungan wisatawan ke Lampung terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2015, total pengunjung wisata hanya 5.645.710 orang, terdiri dari 5.530.803 orang wisatawan nusantara dan 114.907 orang dari mancanegara. Memasuki November 2016, total wisatawan yang berkunjung mencapai 7.449.677 orang, dengan rincian 7.296.721 orang dari domestik dan 152.956 orang wisatawan asing.

Untuk mengantisipasi terus melonjaknya kunjungan wisatawan, Pemerintah Provinsi Lampung tengah meningkatkan kapasitas Bandara Raden Inten II menjadi Bandara Internasional sekaligus embarkasi haji dan sub hub dari Bandara Soekarno Hatta. Bandara Radin Intan II merupakan satu-satunya di Indonesia yang memiliki gedung parkir berlantai empat dibawah pengelolaan Kementerian Perhubungan yang mampu menampung 700-800 kendaraan.

Sebagai bandara kelas internasional, akses menuju Bandara Radin Intan II kini dilengkapi angkutan pemandu moda yakni bus Trans Lampung dari Bandara menuju ibukota Bandar Lampung yang mencapai 28 km. Pada 2017, akses bus ke Bandara bakal diperkuat armada Damri ke jurusan Kalianda (Lampung Selatan), Metro dan Sukadana (Lampung Timur), Liwa (Lampung Barat), dan Tulang Bawang via Bandar Jaya (Lampung Tengah). 

Dukungan terhadap kemudahan akses wisatawan ke area berselancar Tanjung Setia juga didukung kesiapan Pemkab Pesisir Barat menghibahkan aset tanah Bandara seluas 76 ha kepada Kementerian Perhubungan sebagai langkah penambahan panjang area pacu bandara dari 23 m x 1.100 m menjadi 2.200 meter. Menariknya, pada tahun ini, Bandara Pekon Serai di Kabupaten Pesisir Barat diproyeksikan dapat melayani penerbangan pesawat ATR dari Jakarta-Pekon Serai dan kota-kota lain di Sumatera.

If there's any entrepreneur or business people who interested in investing in Lampung, please do contact me. Let's build Lampung for the future!


Ref: Kadin Lampung 2017

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1149129 2017-05-01T02:55:27Z 2017-05-01T02:55:27Z Wisata Religi di Seoul

Menyambung tulisan saya minggu lalu mengenai Republik Kopi, yaitu mengenai seluk beluk maraknya dan populernya kedai kopi di Korea Selatan. Dalam tulisan yang sekarang ini, saya ingin menyajikan kisah singkat dan pengalaman saat mengunjungi wilayah muslim di Korea Selatan. Sebagai seorang muslim di hari Jumat, saya diwajibkan untuk melaksanakan ibadah solat Jumat. Beberapa hari sebelumnya saya sudah menginfokan ke istri bahwa pada hari Jumat nanti kita akan menuju daerah Itaewon, dimana terdapat bangunan Masjid Sentral Seoul.

Masjid Sentral Seoul dibangun pada tahun 1974 dan resmi dibuka pada 21 Mei 1976. Dengan luas 5.000 meter persegi, masjid ini dibangun dari dana sumbangan negara-negara Muslim. Berlokasi di Hannam-dong, Yongsan-gu, Seoul, adalah merupakan masjid pertama yang ada di Korea Selatan. Lantai pertama masjid ini dipergunakan sebagai ruang pertemuan dan merupakan kantor dari Federasi Muslim Korea. Di lantai dua adalah merupakan tempat solat dan ibadah bagi laki-laki, dan lantai ketiga untuk beribadah bagi wanita. Di area masjid ini juga terdapat Islamic Center yang memiliki madrasah dan juga Islamic Culture Research Institute.

Untuk menemukan wilayah Itaewon tidak terlalu sulit. Dengan bermodalkan peta yang kami unduh di telpon genggam, dari tempat kami menginap kami langsung menuju stasiun Euljiro 3 (sam)-ga dan lanjut menuju Itaewon. Sebelum mencapai Masjid Sentral Seoul kita akan menjumpai banyak restoran yang menyajikan makanan halal. Mulai dari restoran ala Turki, India, Melayu, hingga ada restoran yang memasang tulisan "Selamat Datang" di pintu kacanya, yang sepertinya ingin memberikan kesan akrab bagi masyarakat Indonesia yang sedang berkunjung. Sebelum solat Jumat saya dan keluarga menyempatkan mampir di Muree, yang tentunya menyajikan hidangan khas Korea secara halal. Kami mencoba mencicipi samyang tang / ayam rebus Korea.

Saat berada di dalam restoran kami pun menjumpai beberapa masyarakat Indonesia yang sedang berlibur dan pada siang itu juga ingin menunaikan ibadah solat Jumat. Kami pun sempat mengobrol dengan rombongan bapak-bapak dan ibu-ibu dari salah satu BUMN yang sedang melakukan trip di Seoul. Meski berada di negeri orang, dengan melihat dan merasakan suasana demikian jadi merasa sangat nyaman dan bersahabat. 

Berharap suatu saat bisa datang lagi ke Korea Selatan yang memiliki potensi besar di bidang ekonomi kreatif, tentunya tidak hanya untuk berlibur dan menikmati jalan-jalan, namun juga untuk berbisnis.

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1145593 2017-04-17T07:28:34Z 2017-04-17T07:46:51Z Republik Kopi

Hampir sebulan lalu kami sekeluarga berkunjung ke Korea Selatan. Take-off sekitar jam 23:30 dari CGK menuju Seoul, Korea Selatan dengan menggunakan pesawat Airbus A330-343 (PK-GPX), dan tiba di bandara Incheon sekitar pukul 08:30 waktu setempat. 

Perjalanan dalam rangka liburan ini dengan total waktu hampir 8 hari menjelajah ke berbagai tempat di Seoul. Secara terpisah nantinya saya akan menurunkan cerita singkat secara berseri mengenai pengalaman perjalanan selama di Korea Selatan kemarin. Salah satunya yang saya tampilkan sekarang adalah kisah mengenai keberadaan cafe atau coffee shop yang nampak begitu menjamur di Seoul. Bisa dilihat dari foto-foto diatas aneka ragam bentuk kedai kopi, mulai dari kelas yang minimalis hingga kelas yang eksklusif.

Saya juga baru tahu kalau kepopuleran dan hits-nya tempat ngopi di Korea Selatan ini juga salah satunya didukung oleh tayangan drama Korea, dimana dalam beberapa adegan mengambil setting di tempat ngopi tersebut. Maklum saya jarang atau tidak pernah menonton drama Korea, kecuali istri saya yang sangat menggemari dan merupakan fan berat he he... Oya, dari tayangan drama tersebut sepertinya juga menjadi salah satu pemicu dan mempengaruhi anak-anak muda di Korea Selatan untuk rajin mendatangi tempat-tempat ngopi, tren ini juga diikuti dengan munculnya banyak kedai kopi baru. Mungkin ini juga yang membuat pemilik brand besar semacam almarhum penyanyi reggae legendaris Bob Marley, dengan dikelola oleh sang anak, Rohan Marley, membangun kerajaan bisnis Marley Coffee di Korea Selatan sejak 2014. Marley Coffee sendiri dibangun oleh Rohan Marley sejak tahun 2009. Foto-foto Marley Coffee (Gangnam) bisa dilihat di akun Instagram saya disini.

Menurut data ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) Busan, peluang pasar produk kopi di Korea Selatan masih cukup besar. Hal ini terlihat dari nilai impor kopi Korea Selatan dari dunia pada 2015 sebesar US$ 547,05 juta. Sedangkan, nilai ekspor produk kopi Indonesia ke Korsel pada 2015 sebesar US$ 10,81 juta. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 30,86 persen dari nilai ekspor kopi Indonesia di 2014 yang senilai US$ 7,47 juta. Tren ekspor kopi Indonesia ke Korea Selatan selama 5 tahun terakhir menunjukkan peningkatan sebesar 6,89 persen.

Seiring juga dengan maraknya keberadaan kopi di berbagai wilayah di Indonesia saat ini, harapannya 'industri kopi' ini bisa memberikan berkah untuk banyak pihak, dan sustainable. Tidak hanya memberikan keuntungan besar bagi eksportir, pemilik cafe ataupun 'para ahli kopi', tapi bisa juga membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi petani-petani kopi di seluruh wilayah Indonesia. 

Selamat datang di Republik Kopi!

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1145834 2017-04-12T02:43:40Z 2017-04-12T02:49:10Z Butuh Kerja? Coba Cek Info Menarik Ini

Saat іnі untuk mеncarі sіtus pеnyеdіa іnfоrmasі Lоwоngan Kеrja tіdak tеrlalu sulіt karеna dі іntеrnеt sudah tеrsеdіa banyak sеkalі sіtus Lоkеr, baіk yang bеrasal darі іndоnеsіa maupun darі luar nеgеrі, tapі іntіnya sama yaіtu mеmbеrіkan kеmudahan bagі pеncarі kеrja untuk mеncarі іnfоrmasі Lоkеr sеsuaі dеngan kеіngіnannya dan bеrdasarkan lоkasі sеpеrtі Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Manadо, dan kоta-kоta bеsar laіnnya dі іndоnеsіa.

Sеbеlum sіtus Lоkеr tеrbaіk banyak bеrеdar dі dunіa maya, іnfо Lоkеr masіh dіdоmіnasі оlеh іklan barіs atau іklan kоlоm dі surat kabar atau іnfоrmasі yang dіtеmpеl dі kantоr pоs tеrdеkat. 

Dеngan kеmajuan tеknоlоgі saat іnі sеmakіn mеmpеrmudah bagі pеrusahaan yang mеmasang Lоkеr sеrta pеncarі kеrja yang mеmbutuhkan іnfо Lоkеr. Bagіan HRD cukup mеmasukkan іnfоrmasі dan syarat tеrtеntu pada sеbuah sіtus Lоkеr, bеgіtu pula dеngan pеncarі kеrja dеngan bеbеrapa klіk saja akan dіarahkan mеnuju sеbuah sіtus dіmana bеrkumpulnya Lоkеr darі bеrbagaі pеrusahaan yang ada. Bahkan untuk mеngіrіm lamarannya pun lеbіh sіmpеl karеna bіsa mеlaluі еmaіl. Tіdak pеrlu mеmbuang tеnaga, еnеrgі dan uang untuk mеmbuat surat lamaran dan mеngіrіmkannya dеngan cara kоnvеnsіоnal.

Sudah banyak sеkalі sіtus Lоkеr bеrtеbaran dі jagat maya dan banyak yang tіdak bіsa dіpastіkan kеabsahannya. іnfоrmasіnya tеrkadang sulіt dіvеrіfіkasі dan tіdak updatе. Tapі ada bеbеrapa sіtus yang sudah tеrbuktі sеlalu mеnampіlkan lоwоngan pеkеrjaan yang tеrbaru, dеngan іnfоrmasі Lоkеr tеrbaru langsung darі pеrusahaan yang mеmbutuhkan. Sіtus Lоkеr yang bagus juga akan sеlalu mеngupdatе іnfо tеrbaru bagі pеlamar.

Salah satunya adalah Jооblе, Jооblе adalah sіtus Lоkеr untuk mеmbantu Anda mеnеmukan Lоkеr yang Anda іmpіkan, Jооblе sеndіrі mеrupakan pеngumpul іnfоrmasі Lоkеr darі sеmua pоrtal dеngan pеkеrjaan dі іndоnеsіa kеmudіan dіtampіlkan dalam satu sіtus. Jadі tіdak pеrlu susah payah mеngеcеk kе sіtus-sіtus pеncarі kеrja yang ada. Saat іnі, Jооblе sudah bеrоpеrasі dі lеbіh darі 62 nеgara dan mеlayanі lеbіh darі 26 juta pеncarі kеrja sеtіap bulannya.

Fіtur-fіtur yang dіsеdіakan оlеh Jооblе tеrmasuk lеngkap sеpеrtі Fіltеr yang mеmudahkan pеncarіan Lоkеr bеrdasarkan prеfеrеnsі yang Anda іngіnkan, sеpеrtі kоta, tanggal pоstіng lоwоngan, jumlah gajі, dan jеnіs pеkеrjaan. Jеnіs pеkеrjaan bіsa dіpіlіh baіk pеkеrjaan pеnuh waktu (full tіmе), paruh waktu (part tіmе) atau pеkеrjaan-pеkеrjaan dеngan waktu tеrtеntu.

Dеngan pеrmіntaan untuk mеncarі pеkеrjaan, Anda akan dapat lіnk kе Lоkеr yang palіng tеpat dеngan pеrmіntaan Anda dеngan jumlahnya lеbіh banyak darі 145 sіtus lоwоngan kеrja dі іndоnеsіa.

Para pеncarі kеrja baіk yang frеsh graduatе maupun bеrpеngalaman tіdak pеrlu tеrlalu pеsіmіs dalam hal mеncarі pеkеrjaan baru, manfaatkan fasіlіtas yang tеrsеdіa. Jangan buang waktu, Jооblе bіsa mеrampungkan pеncarіan dalam waktu sіngkat yang bіasanya mеmakan waktu bеrjam-jam!

Sеmоga bеrmanfaat dan sеlamat mеnеlusurі Lоkеr!


Foto: Pixabay

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1141837 2017-03-27T10:36:16Z 2017-03-27T10:39:50Z Ada Yang Bisa Dibantu?

Bagaimana kondisi para sahabat dan sekeluarga hari ini? Semoga semuanya dalam keadaan lebih baik, lebih berkah dibanding sebelumnya, amin... 

"Ada yang bisa dibantu?"

Ya, itu frasa yang mulai saat ini ingin selalu saya sampaikan dan ungkapkan setiap bertemu siapapun. Baik bertemu orang/kenalan baru, bertemu klien baru, bertemu relasi, bertemu sahabat lama. Atau bahkan bertemu saudara ataupun keluarga besar yang lama tidak berjumpa.

Tidak perlu banyak paragraf ataupun bertutur panjang lebar melalui blog ini untuk memperjelas judul diatas. Dengan kemampuan dan pikiran yang saya miliki, yang ingin saya sampaikan secara langsung adalah bahwa saya ingin membantu banyak orang. Saya ingin agar kehidupan saya bisa bermanfaat untuk banyak orang. Semoga saya selalu bisa mengingat dan mewujudkan keinginan serta cita-cita ini. 

"Ada yang bisa dibantu?"


Kredit foto: Unsplash

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1133586 2017-02-23T09:54:22Z 2017-02-23T11:01:56Z Fitur Slideshow Ala Instagram

Dikutip dari blog resmi Instagram, Instagram baru saja meluncurkan sebuah fitur baru yang bergaya ala slideshow. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah 10 foto dan video sekaligus dalam satu pengeposan (post). Secara mudah pengguna cukup menggeser (swipe) ke kanan dan kiri untuk melihat konten foto atau video dari sebuah akun.

Dengan pembaharuan ini, kita tidak lagi dibatasi hanya satu pengeposan foto atau video saja. Dengan fitur baru ini kita bisa membagikan momen-momen penting dan juga hal-hal unik lainnya kepada, keluarga, teman dan juga khalayak umum. Pembaharuan ini sudah tersedia bagi seluruh pengguna iOS ataupun Android.

Sebenarnya fitur ini tidak terlalu 'mengagetkan' kalau kita sudah terbiasa dengan Facebook. Karena di Facebook sendiri juga memiliki fitur model slideshow begini, ya secara Instagram adalah milik Facebook he he he. Khusus untuk konten video, bedanya durasi video di Facebook tidak boleh lebih dari 120 menit, sedangkan durasi video di Instagram tidak boleh lebih dari 60 detik.

Untuk melihat apakah sebuah pengeposan memiliki format slideshow, bisa melihat lingkaran kecil berwarna biru di bawah foto tersebut. Sementara bila dilihat dari profil Instagram, kita mengetahuinya dengan melihat ikon slideshow pada pojok kanan atas foto. Dan seperti halnya pengeposan reguler, kita tetap bisa memberikan like dan komentar. Jadi, siap-siap kita mengeposkan banyak foto dan video :-).

Akhirnya, menurut saya Instagram adalah juga blog! Dan sepertinya dengan fitur baru ini bisa menjadi 'ladang emas' lebih bagi pelaku influencer marketing yang lagi hits saat ini, dan tentunya bagi pemilik produk atau brand.

Foto: Instagram

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1132364 2017-02-18T15:47:28Z 2017-02-18T15:50:27Z Jasa Pemasar Berpengaruh (Influencer Marketing)

Jasa pemasar berpengaruh, atau istilah yang lebih keren-nya saat ini yaitu influencer marketing. Istilah yang dalam bahasa Indonesia sepertinya belum baku: pemasar berpengaruh atau pemengaruh pemasaran.

Memasuki 2017 ini, di tengah semakin maraknya media sosial, Goromedia menyiapkan satu layanan baru yaitu menyediakan jasa pemasar berpengaruh (influencer marketing) mulai dari kategori artis: musisi, bintang sinetron, bintang film, dan selebgram, serta pemasar dengan kategori umum yang memiliki eksistensi dan kategori tertentu di media sosial, dengan menggunakan platform dan kanal populer seperti Instagram, Snapchat, Facebook, Twitter, YouTube dan blog, baik dalam format visual foto, slide, ataupun video.

Goromedia akan menjembatani pemilik brand ataupun produk dengan para pemasar berpengaruh (influencer marketing) tersebut yang memang dianggap relevan dan sesuai seperti: traveller, pencinta kopi, penyuka fotografi, hobi dandan, doyan kuliner, kolektor, dsb., yang memiliki ratusan, ribuan hingga jutaan pengikut/followers. Apapun jenis produk ataupun jasa yang ditawarkan, mulai dari produk UMKM, industri menengah hingga produk brand nasional/internasional, dengan berbagai segmentasi konsumen dan lokasi wilayah cakupan, semuanya mendapatkan sentuhan personal dari influencer marketing.

Tujuan dari aktifitas influencer marketing ini yang bisa diharapkan memberi manfaat kepada pemilik brand adalah:

  • mempromosikan produk/jasa
  • membangun brand awareness
  • meningkatkan website traffic
  • meraih target konsumen baru
  • meningkatkan kepuasan pelanggan
  • dll.

Untuk informasi detail dan penawaran bisa menghubungi email: info@goromedia.id dan telepon 0816418-666.


Foto: Pexels


]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1126621 2017-01-27T15:47:16Z 2017-01-27T15:49:13Z Selamat Tahun Baru Imlek 2568

Saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2568 kepada para sahabat yang merayakannya. Semoga di tahun Ayam Api ini rejeki bertambah melimpah, kesehatan juga berlimpah, sejahtera untuk semuanya.

Video: made by Boomerang

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1120056 2017-01-03T04:01:29Z 2017-01-03T04:55:34Z Selamat Tahun Baru 2017

Hari ini sudah memasuki hari ketiga di awal tahun 2017. Setelah beberapa hari kemarin kita bersantai, berlibur dan tidak memikirkan kesibukan yang menyangkut pekerjaan, hari ini mungkin saatnya untuk memulai aktifitas baru bagi sebagian orang. Memulai usaha baru, ataupun mendapat pekerjaan baru. Ada juga sebagian orang kembali dengan kegiatan ataupun rutinitas lalu, dengan semangat baru dan optimisme tentu saja.

Apapun yang kita kerjakan, secara umum di awal 2017 ini kita berharap akan semakin meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Harapan secara nasional keadaan perekonomian lebih baik, keadaan pemerintahan juga stabil, demikian juga kondisi masyarakat pada umumnya. Dan semoga kita semua dijauhkan dari bencana dan selalu diberikan keselamatan. Amin!

Sukses dan bahagia di 2017! Oya, dan di tahun 2017 semoga saya lebih sering menulis di blog ini :-)

Image: Death to The Stock Photo

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1118513 2016-12-27T10:51:48Z 2017-01-03T04:03:57Z 7 Resolusi Tahun Baru 2017

Tinggal beberapa hari lagi kita akan segera meninggalkan tahun 2016. Begitu banyak kisah, cerita, suka, duka, untung, rugi, senang, sedih, dsb., dan pastinya memasuki tahun 2017 ini kita berharap akan hal-hal yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Mengutip KBBI: yang dimaksud dengan resolusi /ré-so-lu-si/ adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu ~ yang akan diajukan kepada pemerintah.

Berikut 7 resolusi atau pernyataan tertulis versi saya memasuki Tahun Baru Masehi 2017, dimana hal-hal berikut merupakan cerminan dari aktifitas sepanjang 2016:

  • Kurangi perencanaan, banyak aksi: di 2016 kemarin banyak sekali muncul ide berkaitan dengan project ataupun bisnis, tapi banyak juga yang tidak tereksekusi, akhirnya hanya memunculkan wacana dan jadi basi. Kuncinya, jangan menunda... action!
  • Rajin menabung: memang tidak dipungkiri pengeluaran kita semakin bertambah, kebutuhan anak, kebutuhan keluarga, beli pulsa, paket data dan hal lainnya, tapi semestinya kita bisa (memaksa) menyisihkan pendapatan untuk ditabung, dan sikap berhemat pastinya akan membantu di waktu-waktu yang akan datang. "Living frugal live!"
  • Selalu menginspirasi: apapun kegiatan yang kita lakukan, sudah semestinya mampu memberikan pengaruh kepada banyak orang, hal yang positif dan kreatif tentunya. Pastinya ini akan memudahkan langkah-langkah perjalanan kita, karena kita akan selalu diingat orang.
  • Sering piknik: dalam sebulan, minimal dua atau tiga kali perjalanan santai ke luar kota (tidak perlu & tidak harus ke luar negeri) akan membuka wawasan, memberikan kesegaran otak dan juga menambah kehangatan bersama keluarga tercinta.
  • Menambah income: jika kita sibuk dengan pekerjaan rutinitas harian, tidak perlu khawatir mulai membiasakan untuk mengerjakan pekerjaan sampingan, minimal dengan target kita untuk menambah penghasilan. Tidak harus muluk-muluk, yang penting kita bisa fokus. Dan biasakan untuk multi-tasking. Era sekarang, bisnis online memberikan banyak solusi, freelancing ataupun menjadi solopreneur.
  • Banyak membaca buku: era hiruk pikuk media sosial dalam berbagai platform saat ini dan banjirnya arus informasi melalui media internet (termasuk fake news), sepertinya malah membuat kita malas dan enggan untuk 'belajar'. Bahkan kemungkinan sering mengakses media sosial malah menimbulkan depresi. Untuk membaca buku sekian puluh atau ratus lembar mungkin sudah tidak ada minat, tapi ini harus kita lakukan seperti halnya piknik. Kita harus memaksa diri untuk banyak membaca. 
  • Eling lan waspada: falsafah Jawa dan prinsip hidup yang selalu saya pegang yang pernah diajarkan oleh almarhum kakek/nenek saya dan juga kedua orang tua, selalu ingat dan berhati-hati. Semua hal ditanggapi secara positif dan memahami sisi baiknya. 
Demikian resolusi singkat saya di tahun 2017. Yang juga selalu saya ingat adalah harus banyak bersyukur dan berhenti mengeluh. Semoga kehidupan kita semua bertambah berkah dan banyak kebaikan yang kita lakukan.

Image: Creative Market
]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1118093 2016-12-25T10:39:48Z 2016-12-25T10:39:48Z Ultah Ibu Ke-62

Di saat rekan-rekan Kristiani sedang merayakan hari Natal, pada tanggal 25 Desember kami juga memiliki seremoni khusus yaitu peringatan ulang tahun Ibu kami tercinta. Di tanggal 25 Desember 2016 ini Ibu kami genap berusia 62 tahun. Di usianya yang kesekian, aktifitas Ibu kami masih terbilang produktif, mulai dari jualan gudeg, mengurus biro umroh dan haji, serta berbagai kesibukan lainnya. 

Doa selalu dari kami anak-anak dan cucu-cucu, agar Ibu kami selalu diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin...

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1113197 2016-12-06T05:21:29Z 2016-12-06T08:54:21Z 132 Juta Rakyat Online

Menutup akhir tahun 2016 ini, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil survey pada bulan November lalu yang berisikan data jumlah pengguna internet di Indonesia. Dari total populasi penduduk Indonesia berjumlah 256,2 juta orang, tercatat hampir setengahnya telah terhubung ke internet.

Data survey tersebut juga menyatakan bahwa rata-rata pengakses internet di Indonesia menggunakan perangkat mobile, dengan rincian:

  • 67,2 juta orang (50,7 %) mengakses melalui perangkat mobile dan komputer
  • 63,1 juta orang (47,6 %) mengakses dari perangkat mobile/smartphone
  • 2,2 juta orang (1,7 %) mengakses dari komputer

Dibandingkan dengan data di 2014, saya juga pernah mencantumkannya dalam bentuk infografis di-sini, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2014 berjumlah 82 juta orang, dimana 70 juta orang diantaranya adalah pengguna Facebook. Tentunya kenaikan ini cukup fantastis, dalam dua tahun pertumbuhan dan perkembangan pengguna internet di Indonesia.  

Dan dari data yang dirilis APJII ini juga cukup menarik, yaitu kategori "Tempat Paling Sering Mengakses Internet": 

  • tidak tetap/dimana saja 92,8 juta orang (69,9%)
  • internet rumah 17,7 juta orang (13,3%)
  • fasilitas internet kantor 14,9 juta orang (11,2%)
  • fasilitas internet kampus 2,9 juta orang (2,2%)
  • warnet 2,1 juta orang (1,6%)
  • internet cafe 1,2 juta orang (0,9%)

Belum lama saya memulai dan ingin membuktikan 'keajaiban' serta 'kemegahan' media internet ini. Selama ini konsep internet dan online hanya dan banyak dipergunakan untuk kegiatan email, blogging, i-banking, chatting, e-learningbrowsing, online shoppingbackup data, dll. Saat ini saya tengah memulai dan merintis aktifitas/usaha berbau internet-online-digital ini, yaitu:

  • membantu UMKM & UKM Lampung melalui konsep etalase bersama dan perdagangan online: Lampung Mall 
  • menjual baju & perlengkapan anak di shop section Facebook Page: Sadina Kids
  • mendistribusikan musik digital dari band/solois independen dari seluruh daerah ke seluruh benua: Lautan Digital Records
  • mempromosikan vendor hiburan di wedding marketplace: Gotong Royong Media

Hingga saat ini seluruh aktifitas "online" tersebut saya lakukan sendiri dan secara mandiri, multitasking he he... Saya ingin mencoba mencari peluang sekaligus memberikan solusi dari sebuah ide dasar, meski saya masih agak tertatih-tatih dalam operasional dan pelaksanaan. Dan hingga saat ini yang sedang ada di otak saya, saya masih memikirkan ide dan konsep dengan memaksimalkan teknologi internet dan digital tersebut, yaitu antara lain untuk: 

  • berinvestasi sapi & feedlotter online
  • menyediakan solusi penerbit musik online untuk semua karya lagu di Nusantara
  • mendirikan toko roti online & layanan delivery
  • membangun agensi digital untuk mendukung usaha mikro menuju global
  • menyelenggarakan urun dana (crowdfunding) bagi musisi

Ataukah ada yang berkeinginan untuk memikirkan ide-ide ini secara bersama?

Dan apakah Anda sudah menjadi bagian dari 132 juta orang Indonesia yang mengakses internet?


Image: Death to the Stock

Grafis: APJII

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1112121 2016-12-01T23:15:24Z 2016-12-01T23:15:28Z Migrasi Dari WordPress Ke Medium

Minggu lalu kebetulan pas ada promo mendapatkan domain .id dengan harga yang 'sangat murah', akhirnya tanpa banyak pertimbangan saya langsung memutuskan membeli untuk komitmen setahun kedepan. Berharap saat perpanjangan tahun depan nanti mudah-mudahan pihak Kemkominfo mau menurunkan harga domain .id, agar minimal target 1 juta domain bisa tercapai. Karena menurut saya kalau dipakai hanya untuk kebutuhan personal, dengan biaya per tahun dibebankan sebesar Rp 500.000,- domain .id ini cukup memberatkan, misal dibandingkan dengan harga domain .com yang lebih populer.

Dengan domain .id ini pula akhirnya saya berinisiatif untuk memindahkan blog yang ada di WordPress.com, ke layanan blog Medium milik Evan Williams (co-founder Twitter). Awalnya saya memilih blog di WordPress.com, bukan di WordPress.org, karena saat itu saya belum paham betul mengenai hosting dll. Dengan memilih WordPress.com yang saya pikir cukup simpel, saya tinggal memikirkan menulis (asal tulis) serta merangkai kata, kemudian menambahkan foto atau visual untuk mendukung dan mempercantik konten. Dan ternyata traffic di WordPress ini kalau dilihat dari Stats harian/SEO termasuk lumayan menurut saya, dibandingkan dengan platform blog yang lain, bahkan blog yang berbayar, mungkin lho...

Oya, selama ini di WordPress.com saya membayar layanan tambahan yaitu domain mapping sebesar $13 USD per tahun. Jadi URL blog yang kita punya lumayan agak mentereng dan sedikit eksklusif jadinya: antonkurniawan.xyz, bukannya antonkurniawan.wordpress.com, meski masih ada layanan iklan (Ads) disitu karena kita menggunakan WordPress versi gratisan. Ada juga pilihan layanan WordPress yang berbayar mulai paket Personal ($2.16), Premium ($7.42) dan Business ($24.08).

Dengan pertimbangan memiliki domain .id (tentunya bangga sebagai WNI), dan juga pertimbangan sekaligus untuk menghemat biaya tahunan domain mapping, maka akhirnya saya putuskan untuk memindahkan konten di blog WordPress ke platform Medium (as publication). Dimana di platform Medium ternyata tersedia layanan setting custom domain yang gratis + mendapat SSL (Secure Socket Layer) certificate! Sebelum melakukan proses lanjut bisa membaca artikel ini: How to move to MediumHow do I set up a custom domain.

Tanpa bersusah payah dari menu WordPress.com, saya tinggal klik menu Setting - Export - pilih Export All/Specific Content, tidak lama kemudian akan muncul menu Download, tinggal klik kemudian file dalam format .zip langsung pindah ke komputer kita. Selanjutnya di sisi Medium pun saya tidak mengalami kesulitan, termasuk diantaranya satu kali mengirimkan email ke Medium Support karena berkaitan untuk mendapatkan input kode CNAME yang diperlukan untuk setting domain dan SSL.

Akhirnya, blog saya yang satunya kini sudah siap: antonkurniawan.id, selain blog satunya antonkurniawan.com -:)


Image: Pixabay

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1106573 2016-11-22T17:05:18Z 2016-11-26T05:28:59Z Detoksifikasi Digital

Menurut KBBI, detoksifikasi /dé-tok-si-fi-ka-si/ adalah penawaran atau penetralan toksin atau racun di dalam tubuh. Jadi bagaimana relevansi judul di atas dengan kondisi kemajuan teknologi digital saat ini?

Mungkin secara sadar di kehidupan kita saat ini sangat bergantung dengan barang yang bernama smartphone. Bangun tidur yang dipegang untuk pertama kalinya adalah alat ini, demikian pula saat mau beristirahat tidur, hingga sampai ke toilet pun kita masih berurusan dengan alat ini. 

Selain dipergunakan untuk kebutuhan komunikasi, pencarian informasi, pengambilan foto/video, urusan seperti: bayar listrik, bayar cicilan, belanja baju, pesan makanan, beli pulsa, beli tiket pesawat, transfer uang, pesan ojek, panggil tukang urut, semuanya bisa dilakukan cukup dengan menggerakkan jari-jari lincah kita di atas layar sentuh tersebut, semuanya berpusat dengan dua ibu jari/jempol kita :-).

Apakah kita sudah merasa mengalami "kelelahan secara digital"? Begitu derasnya dan begitu banyaknya informasi yang masuk ke kepala kita melalui layar sentuh mungil ini. Jika era kita saat kecil dulu, kejadian pada siang atau sore hari ini, untuk mengetahuinya kita harus menunggu hingga esok harinya melalui surat kabar pagi yang mewartakannya. Sementara kondisi sekarang? Dalam hitungan detik, puluhan hingga ratusan berita terkini dari berbagai penjuru bisa diakses langsung lewat layar mungil. Dengan berbagai medium yang ada, media sosial: Twitter, Instagram, Facebook, Google+, hingga aplikasi chat seperti WhatsApp, Telegram, Kik, Viber, BBM, Snapchat, dll. Hingga dengan adanya konsep "sharing" akhirnya menjadikan semua informasi bertambah, berlipat dan lalu lintas data nampak super sibuk. 

Oya, berapa grup WhatsApp yang kita miliki? Empat? Lima? Sepuluh? Ada grup WA teman SD, ada grup WA teman SMP. Kemudian ada grup WA teman SMA, ada grup WA teman kuliah, belum lagi grup WA kantor. Belum lagi grup WA keluarga besar. Dan ada juga grup WA komunitas, asosiasi ataupun berbagai perkumpulan yang diikuti. Wowww!!!

Dan saya ingin menanyakan ini kembali: "apakah kita sudah merasa mengalami "kelelahan secara digital?" Mungkin sekarang saatnya bagi kita untuk sedikit bersantai. Dengan sedikit berkomitmen, misalnya di hari Minggu/libur kita tidak akan menyentuh smartphone itu. Kita mau mengistirahatkan jempol-jempol dan otak kita sejenak. Mungkin bisa fokus dengan kegiatan yang lebih riil: bermain bersama anak, membaca buku, berkebun, memancing, ataupun kegiatan produktif lainnya yang tidak membuat kita bertambah malas.

Tulisan saya hampir setahun lalu di blog ini juga dengan judul "Menilik Telepon Pintar" tentang berapakah waktu yang sebenarnya dibutuhkan seseorang untuk mengakses smartphone miliknya dalam sehari-hari? Dan berapa lamakah seseorang harus menunduk dan memainkan jari-jarinya untuk mengakses telepon pintar yang menggunakan teknologi layar sentuh itu... 

Sesuai konsep dasar 'UI (User Interface)' sebuah smartphone, bahwa dengan dua jempol kita yang mengkontrol segalanya menjadi user friendly. Oleh karena itu, selamat mengistirahatkan jempol di hari libur!


Image: Unsplash

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1099335 2016-10-17T04:19:49Z 2016-10-17T04:22:28Z Surga Belanja di Surabaya

“Rek, ayo, Rek, mlaku-mlaku nang Tunjungan.” Hayo, siapa yang sudah sering mendengar lirik lagu khas Surabaya ini? Ya, ada apa di Tunjungan? Ada tempat belanja komplit yang menanti Anda. Tapi yang lebih penting lagi, ada sebuah penginapan di Tunjungan Surabaya yang menyimpan sejarah perjuangan besar rakyat Surabaya yang sekarang terbuka untuk umum. 

Setelah proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 maka ditetapkanlah bahwa bendera Indonesia adalah sangsaka merah putih yang mencerminkan keberanian dan kesucian. Namun rupanya pada tanggal 18 September 1945, para pasukan penjajah Belanda yang sedang menginap di hotel Yamato atau juga dikenal sebagai Oranje Hotel ini dengan sengaja memasang bendera Belanda di sebuah tiang di sisi utara hotel. 

Masyarakat Surabaya pun menggugat dan karena perundingan dengan pihak Belanda tidak mencapai sepakat, mereka pun menduduki Hotel Yamato dan naik ke sisi utara untuk merobek bagian warna biru sehingga tinggal warna merah dan putih yang berkibar indah. Semua aksi ini terdokumentasi rapi di Gedung Monumen Pers Perjuangan yang bisa Anda kunjungi tak jauh dari hotel. 

Nah, bangunan inilah yang saat ini dikenal sebagai Hotel Majapahit Surabaya. Penginapan di Surabaya yang memiliki sejarah panjang itu kini berdiri ramah di pusat kota Surabaya dengan standar bintang lima, siap menyapa Anda. Hotel ini juga merupakan salah satu pilihan penginapan di Surabaya yang patut anda pertimbangkan. 

Hanya berjarak 1,7 km dari stasiun Gubeng, Anda yang melakukan perjalanan ke Surabaya dengan kereta bisa segera melakukan pemesanan untuk sebuah kenyamanan yang mengandung wisata sejarah dan juga wisata belanja. Berada satu kawasan dengan Tunjungan Plaza, Anda akan sangat dimanjakan dengan pusat keramaian Surabaya yang memesona. 

Memutuskan untuk jalan-jalan ke Surabaya tentu adalah pilihan yang tepat bagi penggila belanja. Cobalah berjalan ke Tunjungan Plaza yang legendaris. Mal ini memiliki empat  bangunan yang terkoneksi satu sama lainnya. Terbayang luasnya, bukan? 

Tunjungan Plaza I atau Plaza East adalah bangunan terlama dan tertua yang saat ini berubah wajah menjadi sangat modern. Tempat ini menjadi tempat asyik untuk ngobrol para hipster dengan gerai-gera yang menunjang seperti J.Co Donuts & Coffee, Gracia Café, The Athletes Foot, dan beberapa restoran fast food lainnya. Tak ketinggalan tentu saja, Tunjungan Plaza XXI yang memiliki 4 studio. 

Berikutnya adalah Plaza Central atau Tunjungan Plaza II. Tak jauh berbeda dengan TP I, gedungnya yang lebih kecil siap menyambut Anda dengan beberapa gerai fashion dan makanan yang tidak terdapat di TP I. Nah, beranjak ke Tunjungan Plaza III, Anda akan menemui sebuah atrium besar di tengah bangunan yang paling luas ini. Di hari-hari tertentu atrium ini digunakan untuk even-even berskala regional hingga nasional. 

Bagian yang paling menyenangkan adalah di TP III Anda akan menemukan pengalaman belanja berkelas internasional. Barang-barang branded seperti The Executive, Zara, GAP, Point Break, Guess, Raoul, 126, dan lain-lainnya hadir dengan wajah anggunnya menyapa Anda. Jika tidak tertarik mengunjungi kafe-kafe internasional yang lebih kasual, Anda juga dengan mudah menemukan restoran dengan konsep fine dining

Lepas dari Tunjungan Plaza III, Anda bisa menjelajahi Plaza West atau Tunjungan Plaza IV yang baru dibangun awal tahun 2000-an. Tak jauh berbeda dengan TP III, di sini Anda bisa menemukan barang-barang maupun makanan dengan brand internasional. Namun khusus di TP IV, Anda bisa mengunjungi SOGO Department Store. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat koleksi terbaru Time Place, Giordano, Felice Jewelry, Infinite yang menjual produk Apple secara resmi, Banana Republic, Hush Puppies, dll. Jika lelah Anda bisa langsung beristirahat dan menikmati sajian di Hanamasa, XO Suki, Honeymoon Dessert, Jade Imperial, Ikan Bakar Jimbaran, dan berbagai gerai makanan lezat lainnya. 

Yang terbaru dari Tunjungan Plaza adalah The Gallery yang masih terus-menerus dalam pembangunan. Konsep perbelanjaan mewah ini terkoneksi dengan apartemen yang diharapkan akan lebih memanjakan pengunjung dengan One Stop Living

Bukan Surabaya namanya kalau hanya memiliki Tunjungan Plaza sebagai surga belanja, Anda bisa menemukan Supermal Pakuwon Indah, Pasar Atom, Galeri Batik Jawa Timur, Newtoon Vintage Store, dll. Untuk oleh-oleh silakan kunjungi Pasar Genteng ya.


Photo credit: hotel-majapahit.com, tunjunganplaza.com, indonesiawow.com

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1097492 2016-10-10T08:06:31Z 2016-10-11T00:38:29Z Cerita Tentang Sepatu

Tulisan saya berikut tidak berhubungan dengan kisah keteladanan legendaris soal sepatu Bally yang sangat diidamkan oleh Bung Hatta, namun sepatu tersebut tidak juga terbeli hingga akhir hayat beliau. Kisah teladan berikut ini menurut saya juga merupakan satu contoh yang memang perlu untuk dijadikan panutan, bagi saya pribadi khususnya. 

Sedikit memulai cerita ini, dimulai dari hari Minggu pagi kemarin (9 Oktober 2016) saat kami terlibat di satu kegiatan olahraga acara jalan santai dan sepeda gembira. Event olahraga ini memang menjadi agenda resmi biro pemuda & olahraga, yang kebetulan tergabung di dalam salah satu organisasi atau perhimpunan para pelaku bisnis/usaha di kota ini.

Di pagi hari tersebut kami bergabung dengan masyarakat dan peserta lainnya berpartisipasi di kegiatan jalan sehat, dan dalam hitungan menit kami sudah jalan berkelompok dan mengayunkan langkah-langkah kecil menyusuri jalan utama di pagi yang sedikit mendung tapi tidak hujan. Dalam perjalanan kami, ada obrolan yang sangat menarik dan membuat saya merenung sejenak, yaitu saat salah satu rekan kami menyebut brand sepatu yang dipakai oleh satu rekan kami lainnya, yang kebetulan memiliki usaha retail dan memang usahanya sudah 'menggurita' dan 'meraksasa' sejak dulu. Hingga, memang nama satu rekan kami tersebut dijadikan merek paten usaha retailnya yang tersebar di berbagai tempat sampai saat ini. Selain memiliki mal yang baru setahun di-launched, rekan kami ini sebentar lagi juga akan memiliki hotel kelas bintang yang dikelola oleh satu operator hotel kelas internasional.

Tanpa perlu menyebut rekan yang sangat bersahaja dan sederhana ini "banyak duit", tapi dengan sendirinya rekan kami ini sudah menunjukkan sikap keteladanan yang sangat luar biasa. Berapa nilai kekayaannya? Kita tidak perlu tahu atau mencari tahu. Yang perlu dipahami adalah bagaimana hal ini bisa menjadi cerminan untuk kita semuanya, bagi saya pribadi khususnya.

Kalau mau cek harga sepatu Diadora yang rekan kami pakai di kegiatan tersebut, di lapak online yang kondang milik Achmad Zaky, saya coba membuktikan bahwa harga rata-rata sepatu brand tersebut tidak lebih di kisaran Rp 300.000,-. Dan kalau mau dipahami beda dengan brand internasional lainnya dengan menyebut nama Nike, Puma atau Adidas misalnya, bahwa secara segmen konsumen sepatu yang dipakai rekan tadi memang tidak menargetkan untuk kelas A ataupun B+. Jadi memang dipastikan bahwa harga tersebut terjangkau untuk semua kalangan dan lapisan masyarakat.

Oya, saat kegiatan jalan sehat di Minggu pagi itu, bahkan ada yang membisikkan bahwa celana yang dipakai rekan kami tersebut (sesuai dengan foto diatas), pernah dipakai juga dalam kegiatan jalan sehat lainnya yang diselenggarakan dalam minggu-minggu sebelumnya. Jadi...

Lesson learned?

Yang bisa saya pahami adalah bahwa siapapun kita, apapun pekerjaan kita, berapapun uang dan kekayaan yang kita miliki, sikap humble dan down to earth menjadi hal yang utama bagi kehidupan kita dan perlu kita ajarkan untuk anak-anak kita. Kalau kita ambil contoh/pelajaran dari orang terkaya di dunia hingga saat ini, Warren Buffet, yang hanya memiliki satu rumah saja di Omaha, Nebraska sejak tahun 1950an, dan hanya memiliki beberapa kendaraan yang bukan keluaran terbaru. Bagaimana dengan kita?

Living frugal life!

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1082378 2016-08-19T01:32:48Z 2016-08-19T01:32:50Z Bisnis di Sektor Digital Jadi Salah Satu Bisnis yang Menjanjikan

Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 16 sektor industri kreatif yang terbuka untuk pengusaha muda Indonesia. Salah satu bisnis tersebut adalah bisnis di sektor digital

Sektor ini diyakini Fikri sebagai sektor yang menjanjikan. Namun sayang, yang baru eksis saat ini hanya tiga industri, yakni kuliner, fesyen dan kerajinan tangan.

“Ada tiga lagi yang menjanjikan, yakni komunikasi visual, sinematografi, dan pembuatan aplikasi,” katanya kepada Republika kala itu.

Fikri mengungkapkan bahwa sektor desain komunikasi visual adalah salah satu bisnis yang bisa mengangkat kearifan lokal ke ranah internasional. Untuk itu, ia berharap agar para pemuda bisa mengembangkan skill-nya dan berani memulai.

“Sekarang ini semua serba cepat, kalau mau berkembang harus cepat berinovasi, cepat bergerak untuk peluang tersebut.”

Tak hanya sampai di situ, Fikri berharap pemerintah senantiasa berupaya meningkatkan keunggulan teknologi informasi. Bagaimanapun juga teknologi bisa menentukan pergerakan pasar saat ini.

“Sekarang ini semua serba cepat, kalau mau berkembang harus cepat berinovasi, cepat bergerak untuk peluang tersebut,” tuturnya lagi.

Dari sini, Fikri meyakini bahwa startup berbasis industri kreatif bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia. Ia yakin sektor tersebut bisa mengurangi angka jumlah pencari kerja. (Adinda Nurrizki)


referensi: EkonomiDigitalid

kredit foto: Startup Stock Photos

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1081919 2016-08-17T14:49:20Z 2016-08-18T23:58:10Z Dirgahayu Republik Indonesia ke 71

17 Agustus 2016 - 17 Agustus 1945, dengan harapan Indonesia bertambah lebih baik. Rakyat makmur sejahtera, ekonomi bertambah maju, pendidikan dan keamanan anak-anak terjamin, keadilan ditegakkan, pembangunan merata di segala bidang, koruptor dibasmi dan dihabisi, penguasa dilarang rakus dan serakah.

Merdeka!

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1076281 2016-08-16T01:19:23Z 2016-11-26T05:29:34Z Sosok Peter Thiel

Karena ingin belajar mengenai startup, entrepreneurship dll., maka sejak beberapa tahun lalu, setelah membaca referensi akhirnya saya memutuskan membeli buku karya Peter Thiel ini. Peter Thiel adalah merupakan investor pertama dari luar yang masuk ke Facebook, dan masih banyak sekali perusahaan-perusahaan dimana dia melakukan investasi. Seperti tercantum di gambar atas, saya membeli buku tersebut sesuai tanggal yang tertera. Versi aslinya dalam bahasa Inggris saya beli pada 28 Oktober 2014, kemudian ada versi terjemahannya (terjemahan yang agak menyesatkan - IMHO) dalam bahasa Indonesia dibeli pada 29 November 2015.

Sampai sekarang saya belum juga selesai membaca buku tersebut... he... he... hingga akhirnya membaca berita agak mengejutkan, karena Peter Thiel menyatakan dukungannya kepada Donald Trump. Saya pribadi tidak mempermasalahkan pernyataan dari Peter Thiel bahwa dia adalah seorang gay. Bahkan saya sangat mendukung dengan investasi dia di bidang penelitian mariyuana yang akan digunakan untuk kepentingan kesehatan dan kemanusiaan. 

Tapi, mendukung Donald Trump? 

Oya agak menarik, membaca kutipan pidato Peter Thiel beberapa minggu lalu saat menyatakan dukungannya kepada kandidat presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Berikut detailnya:

Here’s the transcript of the full speech as it was written. (Thiel’s final delivery may have varied slightly):

Good evening. I’m Peter Thiel.

I build companies and I support people who are building new things, from social networks to rocket ships.

I’m not a politician.

But neither is Donald Trump.

He is a builder, and it’s time to rebuild America.

Where I work in Silicon Valley, it’s hard to see where America has gone wrong.

My industry has made a lot of progress in computers and in software, and, of course, it’s made a lot of money.

But Silicon Valley is a small place.

Drive out to Sacramento, or even just across the bridge to Oakland, and you won’t see the same prosperity. That’s just how small it is.

Across the country, wages are flat.

Americans get paid less today than ten years ago. But healthcare and college tuition cost more every year. Meanwhile Wall Street bankers inflate bubbles in everything from government bonds to Hillary Clinton’s speaking fees.

Our economy is broken. If you’re watching me right now, you understand this better than any politician in Washington. And you know this isn’t the dream we looked forward to. Back when my parents came to America looking for that dream, they found it—right here in Cleveland.

They brought me here as a one-year-old, and this is where I became an American.

Opportunity was everywhere.

My Dad studied engineering at Case Western Reserve University, just down the road from where we are now. Because in 1968, the world’s high tech capital wasn’t just one city: all of America was high tech.

It’s hard to remember this, but our government was once high tech, too. When I moved to Cleveland, defense research was laying the foundations for the Internet. The Apollo program was just about to put a man on the moon—and it was Neil Armstrong, from right here in Ohio.

The future felt limitless.

But today our government is broken. Our nuclear bases still use floppy disks. Our newest fighter jets can’t even fly in the rain. And it would be kind to say the government’s software works poorly, because much of the time it doesn’t even work at all.

That is a staggering decline for the country that completed the Manhattan Project. We don’t accept such incompetence in Silicon Valley, and we must not accept it from our government.

Instead of going to Mars, we have invaded the Middle East. We don’t need to see Hillary Clinton’s deleted emails: her incompetence is in plain sight. She pushed for a war in Libya, and today it’s a training ground for ISIS. On this most important issue, Donald Trump is right. It’s time to end the era of stupid wars and rebuild our country.

When I was a kid, the great debate was about how to defeat the Soviet Union. And we won. Now we are told that the great debate is about who gets to use which bathroom.

This is a distraction from our real problems. Who cares?

Of course, every American has a unique identity.

I am proud to be gay.

I am proud to be a Republican.

But most of all I am proud to be an American.

I don’t pretend to agree with every plank in our party’s platform. But fake culture wars only distract us from our economic decline.

And nobody in this race is being honest about it except Donald Trump.

While it is fitting to talk about who we are, today it’s even more important to remember where we came from. For me that is Cleveland, and the bright future it promised.

When Donald Trump asks us to Make America Great Again, he’s not suggesting a return to the past. He’s running to lead us back to that bright future.

Tonight I urge all of my fellow Americans to stand up and vote for Donald Trump.


Ref: http://www.businessinsider.co.id/peter-thiel-slams-republicans-in-convention-speech-2016-7/#iAO6AD4O9PZj8bUg.99

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1077841 2016-08-01T11:11:45Z 2016-08-01T11:11:45Z Selamat Datang Agustus

Hari ini tepat memasuki tanggal 1 Agustus 2016. Dalam beberapa hari ke depan, kita semua akan bersama-sama merayakan hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 )1945-2016.

Bulan lalu dari Sekretariat Negara secara resmi telah merilis logo resmi Peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2016.

Dan siapa kreator di balik logo tersebut? Ada Adityayoga, yang merupakan anggota Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI). Logo rancangannya terpilih untuk menjadi logo resmi HUT RI yang ke-71. Awalnya, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) lah yang meminta ADGI untuk membuat logo tersebut.

Logo HUT RI ini bisa di download melalui website Sekretariat Negara di tautan berikut. Sayangnya di situs tersebut hanya disediakan file dalam format .jpg saja. Dan menurut artikel ini, logo tersebut adalah merupakan logo jiplakan karena mirip dengan logo Ulang Tahun ke-71 Divisi Infanteri Amerika Serikat saat Perang Dunia ke-2. Entah bagaimana kebenarannya...

Merdeka! Jaya Indonesia!

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1073993 2016-07-19T08:49:05Z 2016-07-23T14:35:57Z Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital

Untuk merealisasikan cita-cita Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia, sesuai visi yang telah dicanangkan Presiden Jokowi, dan demi mendukung hal tersebut maka Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama KIBAR pada tanggal 17 Juni 2016 yang lalu meluncurkan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

Dengan dicanangkannya program tersebut, Kemenkominfo berharap mampu melahirkan 1.000 startup hingga tahun 2020, dengan total valuasi yang mencapai US$10 miliar (sekitar Rp133 triliun). Program ini rencananya akan hadir di sepuluh kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak.

Meski saya tidak tinggal atau berada di kota-kota yang akan dikunjungi tersebut, saya berharap bahwa saya pun bisa memulai 'sesuatu' yang mungkin saja nantinya bisa berperan dalam konteks startup digital ini. Di usia saya yang menginjak angka 4x :) pada beberapa hari lalu, yang saya pikirkan sejak lama adalah saya ingin bekerjasama dan berkolaborasi dengan mereka-mereka yang lebih muda, generasi Y atau generasi Z bahkan generasi C (generasi YouTube), yang mungkin saja usianya terpaut 20 tahunan lebih muda dari usia saya. Membangun sebuah creative agency dan media company adalah salah satu keinginan saya untuk menghadapi hiruk pikuk dunia digital dan internet business, sekaligus menjadikannya sebagai peluang.

Saya bukan orang yang pintar ataupun kreatif, karena saya masih harus banyak belajar mengejar ketinggalan. Saya sangat ingin berkolaborasi dengan anak-anak muda untuk mewujudkan mimpi-mimpi... (menyambung tulisan saya beberapa waktu lalu: Berinvestasi Ke Anak Muda).

Info: http://1000startupdigital.id/

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1070340 2016-07-06T12:25:43Z 2016-07-06T12:25:43Z Selamat Hari Raya Idulfitri 1437 H

Saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1437 H, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh saudara, sahabat, klien, relasi, dan para pembaca blog ini. Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi kehidupan banyak orang, serta banyak berbagi. Amin.

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1061905 2016-06-18T17:07:53Z 2016-11-26T05:30:05Z Ternak Ayam Ala Bill Gates

Artikel soal ternak ayam berikut dikutip dari blog milik Bill Gates: Gatesnotes. Bill Gates hingga detik ini masih tercatat sebagai manusia terkaya di muka bumi dengan kekayaan senilai hampir 1.100 triliun, dan minggu lalu salah satu unit usahanya Microsoft baru saja mengakuisisi situs jejaring sosial LinkedIn senilai hampir 349 triliun. 

Oiya, titel bahasan soal ayam ini membuat saya agak surprised saat baca artikel di blog tersebut, hingga saya ingin mengutipnya he... he... he...

Bagaimana dalam sehari kita bisa hidup dengan uang sekitar 2 dollar, apa yang bisa kita perbuat untuk memperbaiki hidup kita?

Ini adalah pertanyaan yang sangat umum khususnya bagi 1 milyar jiwa yang saat ini masih hidup dalam garis kemiskinan. Tentu saja, tidak ada jawaban yang pasti, karena kemiskinan di satu tempat akan terlihat berbeda di tempat lain. Dalam beberapa kali kesempatan terjun langsung melalui Bill & Melinda Gates Foundation, Bill Gates telah menjumpai banyak orang khususnya di negara-negara miskin, mereka beternak ayam. Nampak jelas bagi Bill Gates bahwa siapapun yang hidup dalam garis kemiskinan, akan lebih baik bagi kehidupan mereka jika mereka memiliki ayam.

Berikut beberapa alasan mengapa beternak ayam merupakan satu hal yang dianggap menguntungkan:

  • mudah dan murah

Ayam tidak memerlukan makanan khusus, dan mereka cepat tumbuh. Bagi ayam betina yang dibutuhkan hanyalah semacam kandang supaya mereka bisa bertelur, dan ayam hanya sedikit membutuhkan vaksinasi, mengeluarkan biaya tidak lebih dari 20 sen.

  • investasi yang bagus

Ambil contoh: seorang petani memulai dengan memiliki lima ayam betina. Kemudian ada tetangganya memiliki seekor ayam jago untuk membuahi telur-telur dari betina tersebut. Setelah tiga bulan, petani tersebut akan memiliki kawanan sebanyak 40 anak ayam. Dengan harga jual 5 dollar per ayam, sesuai kondisi di Afrika Barat, petani ini akan mampu menghasilkan lebih dari 1000 dollar dalam setahun, bandingkan dengan batas garis kemiskinan di angka 700 dollar setahun.

  • membuat anak-anak tetap sehat

Malnutrisi telah membunuh lebih dari 3,1 juta jiwa anak-anak dalam setahun. Meski dengan memakan telur yang merupakan kaya nutrisi dan protein, mampu melawan malnutrisi, sebenarnya daging ayam ini juga bisa diolah untuk dikonsumsi oleh keluarga mereka.

  • memberdayakan kaum perempuan

Karakter ayam adalah hewan rumahan, dimana banyak budaya yang menghubungkannya sebagai hewan peliharaan kaum wanita, berbeda jika dibandingkan dengan kambing atau sapi. Kaum perempuan yang menjual ayamnya, kecenderungannya akan menginvestasikan kembali keuntungan tersebut bagi keluarga mereka.
Dr. Batamaka Somé, seorang antropologis yang berasal dari Burkina Faso dan juga bekerja untuk Gates Foundation, telah banyak meluangkan waktunya untuk mempelajari dan melakukan riset mengenai pengaruh beternak ayam secara prinsip ekonomi. Dalam video berikut akan menjelaskan banyak hal, mengapa beternak ayam dianggap sangat menguntungkan:

Kredit Foto: Stokpic


]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1055976 2016-05-26T04:54:24Z 2016-05-26T04:56:06Z TIKETKU.ID

TIKETKU.ID adalah situs website yang memudahkan Anda untuk melakukan berbagai macam pembelian tiket acara yang akan berlangsung, seperti: konser, festival, seminar, sport, stand up, conference, dll.

Pembelian dapat dilakukan dengan cepat dan mudah tanpa perlu mengantri dan meninggalkan rumah atau tempat bekerja Anda. Dan pastinya pembelian di TIKETKU.ID akan selalu mengutamakan kenyamanan dan privasi Anda.

Nikmati berbagai kemudahannya: TIKETKU.ID

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1054328 2016-05-22T13:38:32Z 2016-05-23T03:03:20Z Bukan Perokok Di Ruang Perokok

Hampir seminggu lalu saya meluangkan waktu pulang dan mengunjungi ke kota tercinta, kota kelahiran, kota penuh dengan segala kenangan dan kota dimana saya dibesarkan, Yogyakarta.

Menyempatkan juga keliling ke beberapa tempat, hingga survey tempat hiburan kekinian, dan salah satunya mengunjungi satu tempat di bilangan Demangan Baru dimana merupakan tempat kawan-kawan lama berkumpul. Dan kebetulan yang me-manage tempat ini adalah seorang kawan baik juga.

Dengan konsep ala kitchen & bar tempat ini cukup menjadi daya tarik anak muda Yogyakarta khususnya, dan sejak dari awal saya mengamati beberapa DJ yang bermain cukup memiliki selera yang sangat oke, musik yang bukan ala-ala EDM kekinian, tapi cukup menawan hati. Mungkin mereka sedang memainkan genre underground dance & techno atau sejenisnya, saya kurang paham tapi saya sangat menikmati. Saya juga penasaran dan mengamati bagaimana gaya dan tingkah laku anak-anak muda Yogyakarta saat ini dan saya pun membandingkan dan membayangkan diri saya saat seumuran mereka hi... hi... hi..., saya pun tetap bisa bergaya kekinian, lho!

Nah, problem bagi saya sejak awal masuk tempat ini adalah saya memasuki ruangan area merokok. Hampir semua yang ada di tempat tersebut merupakan perokok, memang jadi masalah buat saya. Mata terasa pedas hingga akhirnya saya agak 'menepi' untuk menarik nafas dalam-dalam sejenak, mana baju dan seluruh badan sudah bau asap... he... he...

Hingga akhirnya jam hampir menunjukkan jam 02.00 lewat saya pun mohon pamit, harus balik ke hotel untuk siap packing buat terbang siang nanti. Saya mungkin akan mengusulkan kepada teman saya yang mengelola tempat ini untuk menyediakan satu ruangan khusus yang terbuat dari kaca transpasaran yang dimaksudkan untuk area khusus bukan perokok. Meski bukan perokok seperti saya, mungkin ada konsumen yang khusus datang untuk menikmati musik-musik dance yang disajikan. Dia bisa chill and cool, bisa juga sekedar menikmati makan dan minum, sambil tetap enjoy menikmati musik yang dimainkan si DJ tentunya, tanpa risau dengan asap rokok he... he...

Bagi saya sepertinya soal 'asap' ini sedikit memberikan efek, begitu bangun pagi tenggorokan terasa sakit, dan merasa flu mau datang... yang hingga saya menuliskan artikel di blog ini saya masih merasakan flu, pilek dan batuk... Well, I miss my hometown anyway!

]]>