tag:antonkurniawan.com,2013:/posts Anton Kurniawan 2017-02-23T11:01:56Z tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1133586 2017-02-23T09:54:22Z 2017-02-23T11:01:56Z Fitur Slideshow Ala Instagram

Dikutip dari blog resmi Instagram, Instagram baru saja meluncurkan sebuah fitur baru yang bergaya ala slideshow. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah 10 foto dan video sekaligus dalam satu pengeposan (post). Secara mudah pengguna cukup menggeser (swipe) ke kanan dan kiri untuk melihat konten foto atau video dari sebuah akun.

Dengan pembaharuan ini, kita tidak lagi dibatasi hanya satu pengeposan foto atau video saja. Dengan fitur baru ini kita bisa membagikan momen-momen penting dan juga hal-hal unik lainnya kepada, keluarga, teman dan juga khalayak umum. Pembaharuan ini sudah tersedia bagi seluruh pengguna iOS ataupun Android.

Sebenarnya fitur ini tidak terlalu 'mengagetkan' kalau kita sudah terbiasa dengan Facebook. Karena di Facebook sendiri juga memiliki fitur model slideshow begini, ya secara Instagram adalah milik Facebook he he he. Khusus untuk konten video, bedanya durasi video di Facebook tidak boleh lebih dari 120 menit, sedangkan durasi video di Instagram tidak boleh lebih dari 60 detik.

Untuk melihat apakah sebuah pengeposan memiliki format slideshow, bisa melihat lingkaran kecil berwarna biru di bawah foto tersebut. Sementara bila dilihat dari profil Instagram, kita mengetahuinya dengan melihat ikon slideshow pada pojok kanan atas foto. Dan seperti halnya pengeposan reguler, kita tetap bisa memberikan like dan komentar. Jadi, siap-siap kita mengeposkan banyak foto dan video :-).

Akhirnya, menurut saya Instagram adalah juga blog! Dan sepertinya dengan fitur baru ini bisa menjadi 'ladang emas' lebih bagi pelaku influencer marketing yang lagi hits saat ini, dan tentunya bagi pemilik produk atau brand.

Foto: Instagram

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1132364 2017-02-18T15:47:28Z 2017-02-18T15:50:27Z Jasa Pemasar Berpengaruh (Influencer Marketing)

Jasa pemasar berpengaruh, atau istilah yang lebih keren-nya saat ini yaitu influencer marketing. Istilah yang dalam bahasa Indonesia sepertinya belum baku: pemasar berpengaruh atau pemengaruh pemasaran.

Memasuki 2017 ini, di tengah semakin maraknya media sosial, Goromedia menyiapkan satu layanan baru yaitu menyediakan jasa pemasar berpengaruh (influencer marketing) mulai dari kategori artis: musisi, bintang sinetron, bintang film, dan selebgram, serta pemasar dengan kategori umum yang memiliki eksistensi dan kategori tertentu di media sosial, dengan menggunakan platform dan kanal populer seperti Instagram, Snapchat, Facebook, Twitter, YouTube dan blog, baik dalam format visual foto, slide, ataupun video.

Goromedia akan menjembatani pemilik brand ataupun produk dengan para pemasar berpengaruh (influencer marketing) tersebut yang memang dianggap relevan dan sesuai seperti: traveller, pencinta kopi, penyuka fotografi, hobi dandan, doyan kuliner, kolektor, dsb., yang memiliki ratusan, ribuan hingga jutaan pengikut/followers. Apapun jenis produk ataupun jasa yang ditawarkan, mulai dari produk UMKM, industri menengah hingga produk brand nasional/internasional, dengan berbagai segmentasi konsumen dan lokasi wilayah cakupan, semuanya mendapatkan sentuhan personal dari influencer marketing.

Tujuan dari aktifitas influencer marketing ini yang bisa diharapkan memberi manfaat kepada pemilik brand adalah:

  • mempromosikan produk/jasa
  • membangun brand awareness
  • meningkatkan website traffic
  • meraih target konsumen baru
  • meningkatkan kepuasan pelanggan
  • dll.

Untuk informasi detail dan penawaran bisa menghubungi email: info@goromedia.id dan telepon 0816418-666.


Foto: Pexels


]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1126621 2017-01-27T15:47:16Z 2017-01-27T15:49:13Z Selamat Tahun Baru Imlek 2568

Saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2568 kepada para sahabat yang merayakannya. Semoga di tahun Ayam Api ini rejeki bertambah melimpah, kesehatan juga berlimpah, sejahtera untuk semuanya.

Video: made by Boomerang

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1120056 2017-01-03T04:01:29Z 2017-01-03T04:55:34Z Selamat Tahun Baru 2017

Hari ini sudah memasuki hari ketiga di awal tahun 2017. Setelah beberapa hari kemarin kita bersantai, berlibur dan tidak memikirkan kesibukan yang menyangkut pekerjaan, hari ini mungkin saatnya untuk memulai aktifitas baru bagi sebagian orang. Memulai usaha baru, ataupun mendapat pekerjaan baru. Ada juga sebagian orang kembali dengan kegiatan ataupun rutinitas lalu, dengan semangat baru dan optimisme tentu saja.

Apapun yang kita kerjakan, secara umum di awal 2017 ini kita berharap akan semakin meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Harapan secara nasional keadaan perekonomian lebih baik, keadaan pemerintahan juga stabil, demikian juga kondisi masyarakat pada umumnya. Dan semoga kita semua dijauhkan dari bencana dan selalu diberikan keselamatan. Amin!

Sukses dan bahagia di 2017! Oya, dan di tahun 2017 semoga saya lebih sering menulis di blog ini :-)

Image: Death to The Stock Photo

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1118513 2016-12-27T10:51:48Z 2017-01-03T04:03:57Z 7 Resolusi Tahun Baru 2017

Tinggal beberapa hari lagi kita akan segera meninggalkan tahun 2016. Begitu banyak kisah, cerita, suka, duka, untung, rugi, senang, sedih, dsb., dan pastinya memasuki tahun 2017 ini kita berharap akan hal-hal yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Mengutip KBBI: yang dimaksud dengan resolusi /ré-so-lu-si/ adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu ~ yang akan diajukan kepada pemerintah.

Berikut 7 resolusi atau pernyataan tertulis versi saya memasuki Tahun Baru Masehi 2017, dimana hal-hal berikut merupakan cerminan dari aktifitas sepanjang 2016:

  • Kurangi perencanaan, banyak aksi: di 2016 kemarin banyak sekali muncul ide berkaitan dengan project ataupun bisnis, tapi banyak juga yang tidak tereksekusi, akhirnya hanya memunculkan wacana dan jadi basi. Kuncinya, jangan menunda... action!
  • Rajin menabung: memang tidak dipungkiri pengeluaran kita semakin bertambah, kebutuhan anak, kebutuhan keluarga, beli pulsa, paket data dan hal lainnya, tapi semestinya kita bisa (memaksa) menyisihkan pendapatan untuk ditabung, dan sikap berhemat pastinya akan membantu di waktu-waktu yang akan datang. "Living frugal live!"
  • Selalu menginspirasi: apapun kegiatan yang kita lakukan, sudah semestinya mampu memberikan pengaruh kepada banyak orang, hal yang positif dan kreatif tentunya. Pastinya ini akan memudahkan langkah-langkah perjalanan kita, karena kita akan selalu diingat orang.
  • Sering piknik: dalam sebulan, minimal dua atau tiga kali perjalanan santai ke luar kota (tidak perlu & tidak harus ke luar negeri) akan membuka wawasan, memberikan kesegaran otak dan juga menambah kehangatan bersama keluarga tercinta.
  • Menambah income: jika kita sibuk dengan pekerjaan rutinitas harian, tidak perlu khawatir mulai membiasakan untuk mengerjakan pekerjaan sampingan, minimal dengan target kita untuk menambah penghasilan. Tidak harus muluk-muluk, yang penting kita bisa fokus. Dan biasakan untuk multi-tasking. Era sekarang, bisnis online memberikan banyak solusi, freelancing ataupun menjadi solopreneur.
  • Banyak membaca buku: era hiruk pikuk media sosial dalam berbagai platform saat ini dan banjirnya arus informasi melalui media internet (termasuk fake news), sepertinya malah membuat kita malas dan enggan untuk 'belajar'. Bahkan kemungkinan sering mengakses media sosial malah menimbulkan depresi. Untuk membaca buku sekian puluh atau ratus lembar mungkin sudah tidak ada minat, tapi ini harus kita lakukan seperti halnya piknik. Kita harus memaksa diri untuk banyak membaca. 
  • Eling lan waspada: falsafah Jawa dan prinsip hidup yang selalu saya pegang yang pernah diajarkan oleh almarhum kakek/nenek saya dan juga kedua orang tua, selalu ingat dan berhati-hati. Semua hal ditanggapi secara positif dan memahami sisi baiknya. 
Demikian resolusi singkat saya di tahun 2017. Yang juga selalu saya ingat adalah harus banyak bersyukur dan berhenti mengeluh. Semoga kehidupan kita semua bertambah berkah dan banyak kebaikan yang kita lakukan.

Image: Creative Market
]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1118093 2016-12-25T10:39:48Z 2016-12-25T10:39:48Z Ultah Ibu Ke-62

Di saat rekan-rekan Kristiani sedang merayakan hari Natal, pada tanggal 25 Desember kami juga memiliki seremoni khusus yaitu peringatan ulang tahun Ibu kami tercinta. Di tanggal 25 Desember 2016 ini Ibu kami genap berusia 62 tahun. Di usianya yang kesekian, aktifitas Ibu kami masih terbilang produktif, mulai dari jualan gudeg, mengurus biro umroh dan haji, serta berbagai kesibukan lainnya. 

Doa selalu dari kami anak-anak dan cucu-cucu, agar Ibu kami selalu diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin...

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1113197 2016-12-06T05:21:29Z 2016-12-06T08:54:21Z 132 Juta Rakyat Online

Menutup akhir tahun 2016 ini, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil survey pada bulan November lalu yang berisikan data jumlah pengguna internet di Indonesia. Dari total populasi penduduk Indonesia berjumlah 256,2 juta orang, tercatat hampir setengahnya telah terhubung ke internet.

Data survey tersebut juga menyatakan bahwa rata-rata pengakses internet di Indonesia menggunakan perangkat mobile, dengan rincian:

  • 67,2 juta orang (50,7 %) mengakses melalui perangkat mobile dan komputer
  • 63,1 juta orang (47,6 %) mengakses dari perangkat mobile/smartphone
  • 2,2 juta orang (1,7 %) mengakses dari komputer

Dibandingkan dengan data di 2014, saya juga pernah mencantumkannya dalam bentuk infografis di-sini, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2014 berjumlah 82 juta orang, dimana 70 juta orang diantaranya adalah pengguna Facebook. Tentunya kenaikan ini cukup fantastis, dalam dua tahun pertumbuhan dan perkembangan pengguna internet di Indonesia.  

Dan dari data yang dirilis APJII ini juga cukup menarik, yaitu kategori "Tempat Paling Sering Mengakses Internet": 

  • tidak tetap/dimana saja 92,8 juta orang (69,9%)
  • internet rumah 17,7 juta orang (13,3%)
  • fasilitas internet kantor 14,9 juta orang (11,2%)
  • fasilitas internet kampus 2,9 juta orang (2,2%)
  • warnet 2,1 juta orang (1,6%)
  • internet cafe 1,2 juta orang (0,9%)

Belum lama saya memulai dan ingin membuktikan 'keajaiban' serta 'kemegahan' media internet ini. Selama ini konsep internet dan online hanya dan banyak dipergunakan untuk kegiatan email, blogging, i-banking, chatting, e-learningbrowsing, online shoppingbackup data, dll. Saat ini saya tengah memulai dan merintis aktifitas/usaha berbau internet-online-digital ini, yaitu:

  • membantu UMKM & UKM Lampung melalui konsep etalase bersama dan perdagangan online: Lampung Mall 
  • menjual baju & perlengkapan anak di shop section Facebook Page: Sadina Kids
  • mendistribusikan musik digital dari band/solois independen dari seluruh daerah ke seluruh benua: Lautan Digital Records
  • mempromosikan vendor hiburan di wedding marketplace: Gotong Royong Media

Hingga saat ini seluruh aktifitas "online" tersebut saya lakukan sendiri dan secara mandiri, multitasking he he... Saya ingin mencoba mencari peluang sekaligus memberikan solusi dari sebuah ide dasar, meski saya masih agak tertatih-tatih dalam operasional dan pelaksanaan. Dan hingga saat ini yang sedang ada di otak saya, saya masih memikirkan ide dan konsep dengan memaksimalkan teknologi internet dan digital tersebut, yaitu antara lain untuk: 

  • berinvestasi sapi & feedlotter online
  • menyediakan solusi penerbit musik online untuk semua karya lagu di Nusantara
  • mendirikan toko roti online & layanan delivery
  • membangun agensi digital untuk mendukung usaha mikro menuju global
  • menyelenggarakan urun dana (crowdfunding) bagi musisi

Ataukah ada yang berkeinginan untuk memikirkan ide-ide ini secara bersama?

Dan apakah Anda sudah menjadi bagian dari 132 juta orang Indonesia yang mengakses internet?


Image: Death to the Stock

Grafis: APJII

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1112121 2016-12-01T23:15:24Z 2016-12-01T23:15:28Z Migrasi Dari WordPress Ke Medium

Minggu lalu kebetulan pas ada promo mendapatkan domain .id dengan harga yang 'sangat murah', akhirnya tanpa banyak pertimbangan saya langsung memutuskan membeli untuk komitmen setahun kedepan. Berharap saat perpanjangan tahun depan nanti mudah-mudahan pihak Kemkominfo mau menurunkan harga domain .id, agar minimal target 1 juta domain bisa tercapai. Karena menurut saya kalau dipakai hanya untuk kebutuhan personal, dengan biaya per tahun dibebankan sebesar Rp 500.000,- domain .id ini cukup memberatkan, misal dibandingkan dengan harga domain .com yang lebih populer.

Dengan domain .id ini pula akhirnya saya berinisiatif untuk memindahkan blog yang ada di WordPress.com, ke layanan blog Medium milik Evan Williams (co-founder Twitter). Awalnya saya memilih blog di WordPress.com, bukan di WordPress.org, karena saat itu saya belum paham betul mengenai hosting dll. Dengan memilih WordPress.com yang saya pikir cukup simpel, saya tinggal memikirkan menulis (asal tulis) serta merangkai kata, kemudian menambahkan foto atau visual untuk mendukung dan mempercantik konten. Dan ternyata traffic di WordPress ini kalau dilihat dari Stats harian/SEO termasuk lumayan menurut saya, dibandingkan dengan platform blog yang lain, bahkan blog yang berbayar, mungkin lho...

Oya, selama ini di WordPress.com saya membayar layanan tambahan yaitu domain mapping sebesar $13 USD per tahun. Jadi URL blog yang kita punya lumayan agak mentereng dan sedikit eksklusif jadinya: antonkurniawan.xyz, bukannya antonkurniawan.wordpress.com, meski masih ada layanan iklan (Ads) disitu karena kita menggunakan WordPress versi gratisan. Ada juga pilihan layanan WordPress yang berbayar mulai paket Personal ($2.16), Premium ($7.42) dan Business ($24.08).

Dengan pertimbangan memiliki domain .id (tentunya bangga sebagai WNI), dan juga pertimbangan sekaligus untuk menghemat biaya tahunan domain mapping, maka akhirnya saya putuskan untuk memindahkan konten di blog WordPress ke platform Medium (as publication). Dimana di platform Medium ternyata tersedia layanan setting custom domain yang gratis + mendapat SSL (Secure Socket Layer) certificate! Sebelum melakukan proses lanjut bisa membaca artikel ini: How to move to MediumHow do I set up a custom domain.

Tanpa bersusah payah dari menu WordPress.com, saya tinggal klik menu Setting - Export - pilih Export All/Specific Content, tidak lama kemudian akan muncul menu Download, tinggal klik kemudian file dalam format .zip langsung pindah ke komputer kita. Selanjutnya di sisi Medium pun saya tidak mengalami kesulitan, termasuk diantaranya satu kali mengirimkan email ke Medium Support karena berkaitan untuk mendapatkan input kode CNAME yang diperlukan untuk setting domain dan SSL.

Akhirnya, blog saya yang satunya kini sudah siap: antonkurniawan.id, selain blog satunya antonkurniawan.com -:)


Image: Pixabay

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1106573 2016-11-22T17:05:18Z 2016-11-26T05:28:59Z Detoksifikasi Digital

Menurut KBBI, detoksifikasi /dé-tok-si-fi-ka-si/ adalah penawaran atau penetralan toksin atau racun di dalam tubuh. Jadi bagaimana relevansi judul di atas dengan kondisi kemajuan teknologi digital saat ini?

Mungkin secara sadar di kehidupan kita saat ini sangat bergantung dengan barang yang bernama smartphone. Bangun tidur yang dipegang untuk pertama kalinya adalah alat ini, demikian pula saat mau beristirahat tidur, hingga sampai ke toilet pun kita masih berurusan dengan alat ini. 

Selain dipergunakan untuk kebutuhan komunikasi, pencarian informasi, pengambilan foto/video, urusan seperti: bayar listrik, bayar cicilan, belanja baju, pesan makanan, beli pulsa, beli tiket pesawat, transfer uang, pesan ojek, panggil tukang urut, semuanya bisa dilakukan cukup dengan menggerakkan jari-jari lincah kita di atas layar sentuh tersebut, semuanya berpusat dengan dua ibu jari/jempol kita :-).

Apakah kita sudah merasa mengalami "kelelahan secara digital"? Begitu derasnya dan begitu banyaknya informasi yang masuk ke kepala kita melalui layar sentuh mungil ini. Jika era kita saat kecil dulu, kejadian pada siang atau sore hari ini, untuk mengetahuinya kita harus menunggu hingga esok harinya melalui surat kabar pagi yang mewartakannya. Sementara kondisi sekarang? Dalam hitungan detik, puluhan hingga ratusan berita terkini dari berbagai penjuru bisa diakses langsung lewat layar mungil. Dengan berbagai medium yang ada, media sosial: Twitter, Instagram, Facebook, Google+, hingga aplikasi chat seperti WhatsApp, Telegram, Kik, Viber, BBM, Snapchat, dll. Hingga dengan adanya konsep "sharing" akhirnya menjadikan semua informasi bertambah, berlipat dan lalu lintas data nampak super sibuk. 

Oya, berapa grup WhatsApp yang kita miliki? Empat? Lima? Sepuluh? Ada grup WA teman SD, ada grup WA teman SMP. Kemudian ada grup WA teman SMA, ada grup WA teman kuliah, belum lagi grup WA kantor. Belum lagi grup WA keluarga besar. Dan ada juga grup WA komunitas, asosiasi ataupun berbagai perkumpulan yang diikuti. Wowww!!!

Dan saya ingin menanyakan ini kembali: "apakah kita sudah merasa mengalami "kelelahan secara digital?" Mungkin sekarang saatnya bagi kita untuk sedikit bersantai. Dengan sedikit berkomitmen, misalnya di hari Minggu/libur kita tidak akan menyentuh smartphone itu. Kita mau mengistirahatkan jempol-jempol dan otak kita sejenak. Mungkin bisa fokus dengan kegiatan yang lebih riil: bermain bersama anak, membaca buku, berkebun, memancing, ataupun kegiatan produktif lainnya yang tidak membuat kita bertambah malas.

Tulisan saya hampir setahun lalu di blog ini juga dengan judul "Menilik Telepon Pintar" tentang berapakah waktu yang sebenarnya dibutuhkan seseorang untuk mengakses smartphone miliknya dalam sehari-hari? Dan berapa lamakah seseorang harus menunduk dan memainkan jari-jarinya untuk mengakses telepon pintar yang menggunakan teknologi layar sentuh itu... 

Sesuai konsep dasar 'UI (User Interface)' sebuah smartphone, bahwa dengan dua jempol kita yang mengkontrol segalanya menjadi user friendly. Oleh karena itu, selamat mengistirahatkan jempol di hari libur!


Image: Unsplash

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1099335 2016-10-17T04:19:49Z 2016-10-17T04:22:28Z Surga Belanja di Surabaya

“Rek, ayo, Rek, mlaku-mlaku nang Tunjungan.” Hayo, siapa yang sudah sering mendengar lirik lagu khas Surabaya ini? Ya, ada apa di Tunjungan? Ada tempat belanja komplit yang menanti Anda. Tapi yang lebih penting lagi, ada sebuah penginapan di Tunjungan Surabaya yang menyimpan sejarah perjuangan besar rakyat Surabaya yang sekarang terbuka untuk umum. 

Setelah proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 maka ditetapkanlah bahwa bendera Indonesia adalah sangsaka merah putih yang mencerminkan keberanian dan kesucian. Namun rupanya pada tanggal 18 September 1945, para pasukan penjajah Belanda yang sedang menginap di hotel Yamato atau juga dikenal sebagai Oranje Hotel ini dengan sengaja memasang bendera Belanda di sebuah tiang di sisi utara hotel. 

Masyarakat Surabaya pun menggugat dan karena perundingan dengan pihak Belanda tidak mencapai sepakat, mereka pun menduduki Hotel Yamato dan naik ke sisi utara untuk merobek bagian warna biru sehingga tinggal warna merah dan putih yang berkibar indah. Semua aksi ini terdokumentasi rapi di Gedung Monumen Pers Perjuangan yang bisa Anda kunjungi tak jauh dari hotel. 

Nah, bangunan inilah yang saat ini dikenal sebagai Hotel Majapahit Surabaya. Penginapan di Surabaya yang memiliki sejarah panjang itu kini berdiri ramah di pusat kota Surabaya dengan standar bintang lima, siap menyapa Anda. Hotel ini juga merupakan salah satu pilihan penginapan di Surabaya yang patut anda pertimbangkan. 

Hanya berjarak 1,7 km dari stasiun Gubeng, Anda yang melakukan perjalanan ke Surabaya dengan kereta bisa segera melakukan pemesanan untuk sebuah kenyamanan yang mengandung wisata sejarah dan juga wisata belanja. Berada satu kawasan dengan Tunjungan Plaza, Anda akan sangat dimanjakan dengan pusat keramaian Surabaya yang memesona. 

Memutuskan untuk jalan-jalan ke Surabaya tentu adalah pilihan yang tepat bagi penggila belanja. Cobalah berjalan ke Tunjungan Plaza yang legendaris. Mal ini memiliki empat  bangunan yang terkoneksi satu sama lainnya. Terbayang luasnya, bukan? 

Tunjungan Plaza I atau Plaza East adalah bangunan terlama dan tertua yang saat ini berubah wajah menjadi sangat modern. Tempat ini menjadi tempat asyik untuk ngobrol para hipster dengan gerai-gera yang menunjang seperti J.Co Donuts & Coffee, Gracia Café, The Athletes Foot, dan beberapa restoran fast food lainnya. Tak ketinggalan tentu saja, Tunjungan Plaza XXI yang memiliki 4 studio. 

Berikutnya adalah Plaza Central atau Tunjungan Plaza II. Tak jauh berbeda dengan TP I, gedungnya yang lebih kecil siap menyambut Anda dengan beberapa gerai fashion dan makanan yang tidak terdapat di TP I. Nah, beranjak ke Tunjungan Plaza III, Anda akan menemui sebuah atrium besar di tengah bangunan yang paling luas ini. Di hari-hari tertentu atrium ini digunakan untuk even-even berskala regional hingga nasional. 

Bagian yang paling menyenangkan adalah di TP III Anda akan menemukan pengalaman belanja berkelas internasional. Barang-barang branded seperti The Executive, Zara, GAP, Point Break, Guess, Raoul, 126, dan lain-lainnya hadir dengan wajah anggunnya menyapa Anda. Jika tidak tertarik mengunjungi kafe-kafe internasional yang lebih kasual, Anda juga dengan mudah menemukan restoran dengan konsep fine dining

Lepas dari Tunjungan Plaza III, Anda bisa menjelajahi Plaza West atau Tunjungan Plaza IV yang baru dibangun awal tahun 2000-an. Tak jauh berbeda dengan TP III, di sini Anda bisa menemukan barang-barang maupun makanan dengan brand internasional. Namun khusus di TP IV, Anda bisa mengunjungi SOGO Department Store. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat koleksi terbaru Time Place, Giordano, Felice Jewelry, Infinite yang menjual produk Apple secara resmi, Banana Republic, Hush Puppies, dll. Jika lelah Anda bisa langsung beristirahat dan menikmati sajian di Hanamasa, XO Suki, Honeymoon Dessert, Jade Imperial, Ikan Bakar Jimbaran, dan berbagai gerai makanan lezat lainnya. 

Yang terbaru dari Tunjungan Plaza adalah The Gallery yang masih terus-menerus dalam pembangunan. Konsep perbelanjaan mewah ini terkoneksi dengan apartemen yang diharapkan akan lebih memanjakan pengunjung dengan One Stop Living

Bukan Surabaya namanya kalau hanya memiliki Tunjungan Plaza sebagai surga belanja, Anda bisa menemukan Supermal Pakuwon Indah, Pasar Atom, Galeri Batik Jawa Timur, Newtoon Vintage Store, dll. Untuk oleh-oleh silakan kunjungi Pasar Genteng ya.


Photo credit: hotel-majapahit.com, tunjunganplaza.com, indonesiawow.com

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1097492 2016-10-10T08:06:31Z 2016-10-11T00:38:29Z Cerita Tentang Sepatu

Tulisan saya berikut tidak berhubungan dengan kisah keteladanan legendaris soal sepatu Bally yang sangat diidamkan oleh Bung Hatta, namun sepatu tersebut tidak juga terbeli hingga akhir hayat beliau. Kisah teladan berikut ini menurut saya juga merupakan satu contoh yang memang perlu untuk dijadikan panutan, bagi saya pribadi khususnya. 

Sedikit memulai cerita ini, dimulai dari hari Minggu pagi kemarin (9 Oktober 2016) saat kami terlibat di satu kegiatan olahraga acara jalan santai dan sepeda gembira. Event olahraga ini memang menjadi agenda resmi biro pemuda & olahraga, yang kebetulan tergabung di dalam salah satu organisasi atau perhimpunan para pelaku bisnis/usaha di kota ini.

Di pagi hari tersebut kami bergabung dengan masyarakat dan peserta lainnya berpartisipasi di kegiatan jalan sehat, dan dalam hitungan menit kami sudah jalan berkelompok dan mengayunkan langkah-langkah kecil menyusuri jalan utama di pagi yang sedikit mendung tapi tidak hujan. Dalam perjalanan kami, ada obrolan yang sangat menarik dan membuat saya merenung sejenak, yaitu saat salah satu rekan kami menyebut brand sepatu yang dipakai oleh satu rekan kami lainnya, yang kebetulan memiliki usaha retail dan memang usahanya sudah 'menggurita' dan 'meraksasa' sejak dulu. Hingga, memang nama satu rekan kami tersebut dijadikan merek paten usaha retailnya yang tersebar di berbagai tempat sampai saat ini. Selain memiliki mal yang baru setahun di-launched, rekan kami ini sebentar lagi juga akan memiliki hotel kelas bintang yang dikelola oleh satu operator hotel kelas internasional.

Tanpa perlu menyebut rekan yang sangat bersahaja dan sederhana ini "banyak duit", tapi dengan sendirinya rekan kami ini sudah menunjukkan sikap keteladanan yang sangat luar biasa. Berapa nilai kekayaannya? Kita tidak perlu tahu atau mencari tahu. Yang perlu dipahami adalah bagaimana hal ini bisa menjadi cerminan untuk kita semuanya, bagi saya pribadi khususnya.

Kalau mau cek harga sepatu Diadora yang rekan kami pakai di kegiatan tersebut, di lapak online yang kondang milik Achmad Zaky, saya coba membuktikan bahwa harga rata-rata sepatu brand tersebut tidak lebih di kisaran Rp 300.000,-. Dan kalau mau dipahami beda dengan brand internasional lainnya dengan menyebut nama Nike, Puma atau Adidas misalnya, bahwa secara segmen konsumen sepatu yang dipakai rekan tadi memang tidak menargetkan untuk kelas A ataupun B+. Jadi memang dipastikan bahwa harga tersebut terjangkau untuk semua kalangan dan lapisan masyarakat.

Oya, saat kegiatan jalan sehat di Minggu pagi itu, bahkan ada yang membisikkan bahwa celana yang dipakai rekan kami tersebut (sesuai dengan foto diatas), pernah dipakai juga dalam kegiatan jalan sehat lainnya yang diselenggarakan dalam minggu-minggu sebelumnya. Jadi...

Lesson learned?

Yang bisa saya pahami adalah bahwa siapapun kita, apapun pekerjaan kita, berapapun uang dan kekayaan yang kita miliki, sikap humble dan down to earth menjadi hal yang utama bagi kehidupan kita dan perlu kita ajarkan untuk anak-anak kita. Kalau kita ambil contoh/pelajaran dari orang terkaya di dunia hingga saat ini, Warren Buffet, yang hanya memiliki satu rumah saja di Omaha, Nebraska sejak tahun 1950an, dan hanya memiliki beberapa kendaraan yang bukan keluaran terbaru. Bagaimana dengan kita?

Living frugal life!

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1082378 2016-08-19T01:32:48Z 2016-08-19T01:32:50Z Bisnis di Sektor Digital Jadi Salah Satu Bisnis yang Menjanjikan

Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 16 sektor industri kreatif yang terbuka untuk pengusaha muda Indonesia. Salah satu bisnis tersebut adalah bisnis di sektor digital

Sektor ini diyakini Fikri sebagai sektor yang menjanjikan. Namun sayang, yang baru eksis saat ini hanya tiga industri, yakni kuliner, fesyen dan kerajinan tangan.

“Ada tiga lagi yang menjanjikan, yakni komunikasi visual, sinematografi, dan pembuatan aplikasi,” katanya kepada Republika kala itu.

Fikri mengungkapkan bahwa sektor desain komunikasi visual adalah salah satu bisnis yang bisa mengangkat kearifan lokal ke ranah internasional. Untuk itu, ia berharap agar para pemuda bisa mengembangkan skill-nya dan berani memulai.

“Sekarang ini semua serba cepat, kalau mau berkembang harus cepat berinovasi, cepat bergerak untuk peluang tersebut.”

Tak hanya sampai di situ, Fikri berharap pemerintah senantiasa berupaya meningkatkan keunggulan teknologi informasi. Bagaimanapun juga teknologi bisa menentukan pergerakan pasar saat ini.

“Sekarang ini semua serba cepat, kalau mau berkembang harus cepat berinovasi, cepat bergerak untuk peluang tersebut,” tuturnya lagi.

Dari sini, Fikri meyakini bahwa startup berbasis industri kreatif bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia. Ia yakin sektor tersebut bisa mengurangi angka jumlah pencari kerja. (Adinda Nurrizki)


referensi: EkonomiDigitalid

kredit foto: Startup Stock Photos

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1081919 2016-08-17T14:49:20Z 2016-08-18T23:58:10Z Dirgahayu Republik Indonesia ke 71

17 Agustus 2016 - 17 Agustus 1945, dengan harapan Indonesia bertambah lebih baik. Rakyat makmur sejahtera, ekonomi bertambah maju, pendidikan dan keamanan anak-anak terjamin, keadilan ditegakkan, pembangunan merata di segala bidang, koruptor dibasmi dan dihabisi, penguasa dilarang rakus dan serakah.

Merdeka!

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1076281 2016-08-16T01:19:23Z 2016-11-26T05:29:34Z Sosok Peter Thiel

Karena ingin belajar mengenai startup, entrepreneurship dll., maka sejak beberapa tahun lalu, setelah membaca referensi akhirnya saya memutuskan membeli buku karya Peter Thiel ini. Peter Thiel adalah merupakan investor pertama dari luar yang masuk ke Facebook, dan masih banyak sekali perusahaan-perusahaan dimana dia melakukan investasi. Seperti tercantum di gambar atas, saya membeli buku tersebut sesuai tanggal yang tertera. Versi aslinya dalam bahasa Inggris saya beli pada 28 Oktober 2014, kemudian ada versi terjemahannya (terjemahan yang agak menyesatkan - IMHO) dalam bahasa Indonesia dibeli pada 29 November 2015.

Sampai sekarang saya belum juga selesai membaca buku tersebut... he... he... hingga akhirnya membaca berita agak mengejutkan, karena Peter Thiel menyatakan dukungannya kepada Donald Trump. Saya pribadi tidak mempermasalahkan pernyataan dari Peter Thiel bahwa dia adalah seorang gay. Bahkan saya sangat mendukung dengan investasi dia di bidang penelitian mariyuana yang akan digunakan untuk kepentingan kesehatan dan kemanusiaan. 

Tapi, mendukung Donald Trump? 

Oya agak menarik, membaca kutipan pidato Peter Thiel beberapa minggu lalu saat menyatakan dukungannya kepada kandidat presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Berikut detailnya:

Here’s the transcript of the full speech as it was written. (Thiel’s final delivery may have varied slightly):

Good evening. I’m Peter Thiel.

I build companies and I support people who are building new things, from social networks to rocket ships.

I’m not a politician.

But neither is Donald Trump.

He is a builder, and it’s time to rebuild America.

Where I work in Silicon Valley, it’s hard to see where America has gone wrong.

My industry has made a lot of progress in computers and in software, and, of course, it’s made a lot of money.

But Silicon Valley is a small place.

Drive out to Sacramento, or even just across the bridge to Oakland, and you won’t see the same prosperity. That’s just how small it is.

Across the country, wages are flat.

Americans get paid less today than ten years ago. But healthcare and college tuition cost more every year. Meanwhile Wall Street bankers inflate bubbles in everything from government bonds to Hillary Clinton’s speaking fees.

Our economy is broken. If you’re watching me right now, you understand this better than any politician in Washington. And you know this isn’t the dream we looked forward to. Back when my parents came to America looking for that dream, they found it—right here in Cleveland.

They brought me here as a one-year-old, and this is where I became an American.

Opportunity was everywhere.

My Dad studied engineering at Case Western Reserve University, just down the road from where we are now. Because in 1968, the world’s high tech capital wasn’t just one city: all of America was high tech.

It’s hard to remember this, but our government was once high tech, too. When I moved to Cleveland, defense research was laying the foundations for the Internet. The Apollo program was just about to put a man on the moon—and it was Neil Armstrong, from right here in Ohio.

The future felt limitless.

But today our government is broken. Our nuclear bases still use floppy disks. Our newest fighter jets can’t even fly in the rain. And it would be kind to say the government’s software works poorly, because much of the time it doesn’t even work at all.

That is a staggering decline for the country that completed the Manhattan Project. We don’t accept such incompetence in Silicon Valley, and we must not accept it from our government.

Instead of going to Mars, we have invaded the Middle East. We don’t need to see Hillary Clinton’s deleted emails: her incompetence is in plain sight. She pushed for a war in Libya, and today it’s a training ground for ISIS. On this most important issue, Donald Trump is right. It’s time to end the era of stupid wars and rebuild our country.

When I was a kid, the great debate was about how to defeat the Soviet Union. And we won. Now we are told that the great debate is about who gets to use which bathroom.

This is a distraction from our real problems. Who cares?

Of course, every American has a unique identity.

I am proud to be gay.

I am proud to be a Republican.

But most of all I am proud to be an American.

I don’t pretend to agree with every plank in our party’s platform. But fake culture wars only distract us from our economic decline.

And nobody in this race is being honest about it except Donald Trump.

While it is fitting to talk about who we are, today it’s even more important to remember where we came from. For me that is Cleveland, and the bright future it promised.

When Donald Trump asks us to Make America Great Again, he’s not suggesting a return to the past. He’s running to lead us back to that bright future.

Tonight I urge all of my fellow Americans to stand up and vote for Donald Trump.


Ref: http://www.businessinsider.co.id/peter-thiel-slams-republicans-in-convention-speech-2016-7/#iAO6AD4O9PZj8bUg.99

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1077841 2016-08-01T11:11:45Z 2016-08-01T11:11:45Z Selamat Datang Agustus

Hari ini tepat memasuki tanggal 1 Agustus 2016. Dalam beberapa hari ke depan, kita semua akan bersama-sama merayakan hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 )1945-2016.

Bulan lalu dari Sekretariat Negara secara resmi telah merilis logo resmi Peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2016.

Dan siapa kreator di balik logo tersebut? Ada Adityayoga, yang merupakan anggota Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI). Logo rancangannya terpilih untuk menjadi logo resmi HUT RI yang ke-71. Awalnya, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) lah yang meminta ADGI untuk membuat logo tersebut.

Logo HUT RI ini bisa di download melalui website Sekretariat Negara di tautan berikut. Sayangnya di situs tersebut hanya disediakan file dalam format .jpg saja. Dan menurut artikel ini, logo tersebut adalah merupakan logo jiplakan karena mirip dengan logo Ulang Tahun ke-71 Divisi Infanteri Amerika Serikat saat Perang Dunia ke-2. Entah bagaimana kebenarannya...

Merdeka! Jaya Indonesia!

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1073993 2016-07-19T08:49:05Z 2016-07-23T14:35:57Z Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital

Untuk merealisasikan cita-cita Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia, sesuai visi yang telah dicanangkan Presiden Jokowi, dan demi mendukung hal tersebut maka Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama KIBAR pada tanggal 17 Juni 2016 yang lalu meluncurkan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

Dengan dicanangkannya program tersebut, Kemenkominfo berharap mampu melahirkan 1.000 startup hingga tahun 2020, dengan total valuasi yang mencapai US$10 miliar (sekitar Rp133 triliun). Program ini rencananya akan hadir di sepuluh kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak.

Meski saya tidak tinggal atau berada di kota-kota yang akan dikunjungi tersebut, saya berharap bahwa saya pun bisa memulai 'sesuatu' yang mungkin saja nantinya bisa berperan dalam konteks startup digital ini. Di usia saya yang menginjak angka 4x :) pada beberapa hari lalu, yang saya pikirkan sejak lama adalah saya ingin bekerjasama dan berkolaborasi dengan mereka-mereka yang lebih muda, generasi Y atau generasi Z bahkan generasi C (generasi YouTube), yang mungkin saja usianya terpaut 20 tahunan lebih muda dari usia saya. Membangun sebuah creative agency dan media company adalah salah satu keinginan saya untuk menghadapi hiruk pikuk dunia digital dan internet business, sekaligus menjadikannya sebagai peluang.

Saya bukan orang yang pintar ataupun kreatif, karena saya masih harus banyak belajar mengejar ketinggalan. Saya sangat ingin berkolaborasi dengan anak-anak muda untuk mewujudkan mimpi-mimpi... (menyambung tulisan saya beberapa waktu lalu: Berinvestasi Ke Anak Muda).

Info: http://1000startupdigital.id/

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1070340 2016-07-06T12:25:43Z 2016-07-06T12:25:43Z Selamat Hari Raya Idulfitri 1437 H

Saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1437 H, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh saudara, sahabat, klien, relasi, dan para pembaca blog ini. Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi kehidupan banyak orang, serta banyak berbagi. Amin.

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1061905 2016-06-18T17:07:53Z 2016-11-26T05:30:05Z Ternak Ayam Ala Bill Gates

Artikel soal ternak ayam berikut dikutip dari blog milik Bill Gates: Gatesnotes. Bill Gates hingga detik ini masih tercatat sebagai manusia terkaya di muka bumi dengan kekayaan senilai hampir 1.100 triliun, dan minggu lalu salah satu unit usahanya Microsoft baru saja mengakuisisi situs jejaring sosial LinkedIn senilai hampir 349 triliun. 

Oiya, titel bahasan soal ayam ini membuat saya agak surprised saat baca artikel di blog tersebut, hingga saya ingin mengutipnya he... he... he...

Bagaimana dalam sehari kita bisa hidup dengan uang sekitar 2 dollar, apa yang bisa kita perbuat untuk memperbaiki hidup kita?

Ini adalah pertanyaan yang sangat umum khususnya bagi 1 milyar jiwa yang saat ini masih hidup dalam garis kemiskinan. Tentu saja, tidak ada jawaban yang pasti, karena kemiskinan di satu tempat akan terlihat berbeda di tempat lain. Dalam beberapa kali kesempatan terjun langsung melalui Bill & Melinda Gates Foundation, Bill Gates telah menjumpai banyak orang khususnya di negara-negara miskin, mereka beternak ayam. Nampak jelas bagi Bill Gates bahwa siapapun yang hidup dalam garis kemiskinan, akan lebih baik bagi kehidupan mereka jika mereka memiliki ayam.

Berikut beberapa alasan mengapa beternak ayam merupakan satu hal yang dianggap menguntungkan:

  • mudah dan murah

Ayam tidak memerlukan makanan khusus, dan mereka cepat tumbuh. Bagi ayam betina yang dibutuhkan hanyalah semacam kandang supaya mereka bisa bertelur, dan ayam hanya sedikit membutuhkan vaksinasi, mengeluarkan biaya tidak lebih dari 20 sen.

  • investasi yang bagus

Ambil contoh: seorang petani memulai dengan memiliki lima ayam betina. Kemudian ada tetangganya memiliki seekor ayam jago untuk membuahi telur-telur dari betina tersebut. Setelah tiga bulan, petani tersebut akan memiliki kawanan sebanyak 40 anak ayam. Dengan harga jual 5 dollar per ayam, sesuai kondisi di Afrika Barat, petani ini akan mampu menghasilkan lebih dari 1000 dollar dalam setahun, bandingkan dengan batas garis kemiskinan di angka 700 dollar setahun.

  • membuat anak-anak tetap sehat

Malnutrisi telah membunuh lebih dari 3,1 juta jiwa anak-anak dalam setahun. Meski dengan memakan telur yang merupakan kaya nutrisi dan protein, mampu melawan malnutrisi, sebenarnya daging ayam ini juga bisa diolah untuk dikonsumsi oleh keluarga mereka.

  • memberdayakan kaum perempuan

Karakter ayam adalah hewan rumahan, dimana banyak budaya yang menghubungkannya sebagai hewan peliharaan kaum wanita, berbeda jika dibandingkan dengan kambing atau sapi. Kaum perempuan yang menjual ayamnya, kecenderungannya akan menginvestasikan kembali keuntungan tersebut bagi keluarga mereka.
Dr. Batamaka Somé, seorang antropologis yang berasal dari Burkina Faso dan juga bekerja untuk Gates Foundation, telah banyak meluangkan waktunya untuk mempelajari dan melakukan riset mengenai pengaruh beternak ayam secara prinsip ekonomi. Dalam video berikut akan menjelaskan banyak hal, mengapa beternak ayam dianggap sangat menguntungkan:

Kredit Foto: Stokpic


]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1055976 2016-05-26T04:54:24Z 2016-05-26T04:56:06Z TIKETKU.ID

TIKETKU.ID adalah situs website yang memudahkan Anda untuk melakukan berbagai macam pembelian tiket acara yang akan berlangsung, seperti: konser, festival, seminar, sport, stand up, conference, dll.

Pembelian dapat dilakukan dengan cepat dan mudah tanpa perlu mengantri dan meninggalkan rumah atau tempat bekerja Anda. Dan pastinya pembelian di TIKETKU.ID akan selalu mengutamakan kenyamanan dan privasi Anda.

Nikmati berbagai kemudahannya: TIKETKU.ID

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1054328 2016-05-22T13:38:32Z 2016-05-23T03:03:20Z Bukan Perokok Di Ruang Perokok

Hampir seminggu lalu saya meluangkan waktu pulang dan mengunjungi ke kota tercinta, kota kelahiran, kota penuh dengan segala kenangan dan kota dimana saya dibesarkan, Yogyakarta.

Menyempatkan juga keliling ke beberapa tempat, hingga survey tempat hiburan kekinian, dan salah satunya mengunjungi satu tempat di bilangan Demangan Baru dimana merupakan tempat kawan-kawan lama berkumpul. Dan kebetulan yang me-manage tempat ini adalah seorang kawan baik juga.

Dengan konsep ala kitchen & bar tempat ini cukup menjadi daya tarik anak muda Yogyakarta khususnya, dan sejak dari awal saya mengamati beberapa DJ yang bermain cukup memiliki selera yang sangat oke, musik yang bukan ala-ala EDM kekinian, tapi cukup menawan hati. Mungkin mereka sedang memainkan genre underground dance & techno atau sejenisnya, saya kurang paham tapi saya sangat menikmati. Saya juga penasaran dan mengamati bagaimana gaya dan tingkah laku anak-anak muda Yogyakarta saat ini dan saya pun membandingkan dan membayangkan diri saya saat seumuran mereka hi... hi... hi..., saya pun tetap bisa bergaya kekinian, lho!

Nah, problem bagi saya sejak awal masuk tempat ini adalah saya memasuki ruangan area merokok. Hampir semua yang ada di tempat tersebut merupakan perokok, memang jadi masalah buat saya. Mata terasa pedas hingga akhirnya saya agak 'menepi' untuk menarik nafas dalam-dalam sejenak, mana baju dan seluruh badan sudah bau asap... he... he...

Hingga akhirnya jam hampir menunjukkan jam 02.00 lewat saya pun mohon pamit, harus balik ke hotel untuk siap packing buat terbang siang nanti. Saya mungkin akan mengusulkan kepada teman saya yang mengelola tempat ini untuk menyediakan satu ruangan khusus yang terbuat dari kaca transpasaran yang dimaksudkan untuk area khusus bukan perokok. Meski bukan perokok seperti saya, mungkin ada konsumen yang khusus datang untuk menikmati musik-musik dance yang disajikan. Dia bisa chill and cool, bisa juga sekedar menikmati makan dan minum, sambil tetap enjoy menikmati musik yang dimainkan si DJ tentunya, tanpa risau dengan asap rokok he... he...

Bagi saya sepertinya soal 'asap' ini sedikit memberikan efek, begitu bangun pagi tenggorokan terasa sakit, dan merasa flu mau datang... yang hingga saya menuliskan artikel di blog ini saya masih merasakan flu, pilek dan batuk... Well, I miss my hometown anyway!

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1048365 2016-05-08T09:54:21Z 2016-07-23T14:36:18Z Sedikit Catatan AADC2

Hari Kamis, 5 Mei 2016 kemarin akhirnya kesampaian juga nonton film Ada Apa Dengan Cinta 2, bareng ibu negara tentu saja, dan saat kami menonton kemarin sepertinya menjelang tembus atau melampaui jumlah penonton sebanyak 2 juta orang dalam kurun waktu delapan hari. Wow!!! Dan tentunya untuk mengantisipasi 'keramaian' karena kami malas mengantri tiket, sehari sebelumnya kami sudah kontak melalui satu layanan ojek kurir untuk mendapatkan tiket AADC2 tersebut, cukup menambahkan 20ribu saja untuk dua tiket, sebagai pengganti jasa.

Tidak hanya sekedar mengikuti euforia, tapi melalui film ini saya ikut penasaran dan sangat bangga karena ada beberapa teman yang ikut berpartisipasi di film tersebut. Sebut saja teman/sahabat yang sudah lama saya kenal seperti Marzuki Mohammad a.k.a Kill the DJ, kemudian ada juga Pepeng bos Klinik Kopi, oya tampil juga DJ Vanda (yang saat syuting belum berjilbab - Alhamdulillah sekarangperform di satu scene dengan satu lagu tema official soundtrack AADC2 "Ora Minggir Tabrak" karya Kill the DJ. Pastinya lagu "Ora Minggir Tabrak" ini tidak ada di album Ada Apa Dengan Cinta 2 (Original Soundtrack) yang dirilis oleh label Aquarius, karena lagu "Ora Minggir Tabrak" dirilis secara mandiri.

Berkaitan dengan latar belakang setting film AADC 2 ini yang mungkin hampir 50% mengambil tempat di Yogyakarta, kota kelahiran saya, tentunya membawa kenangan tersendiri. Saya selalu kangen Yogyakarta, Jogja Istimewa! Oya yang sedikit teringat, saat scene Geng Cinta kembali ke Jakarta usai liburan di Yogyakarta, sepertinya setting mereka terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia (sponsor) Bombardier CRJ1000 Airbus A330-200/300. Karena saya melihat susunan jumlah bangku kursi yang terdiri dua lajur di sebelah kiri, dan mereka bukan duduk di kursi kelas bisnis. Sepengetahuan saya penerbangan Yogyakarta-Jakarta-Yogyakarta yang per hari ada hampir 10x penerbangan tidak ada yang menggunakan pesawat Bombardier CRJ1000 Airbus A330-200/300, hampir semuanya menggunakan Boeing 737-800. Coincidence?

Dan sepertinya film AADC2 ini membawa dampak (besar) bagi iklim pariwisata, kuliner, akomodasi/hotel, rental mobil, dan jasa travel di Yogyakarta. Promosi yang gratis bermanfaat bagi semua pihak tanpa harus melibatkan instansi/dinas terkait.

*Terimakasih @masjaki untuk koreksi pesawatnya

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/1045339 2016-05-02T08:25:48Z 2016-05-02T08:25:51Z Sawut

Pagi ini tepat di peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016, saya mendapat sedikit 'kejutan'. Saya menyebutnya sebagai kejutan karena seingat saya sudah cukup lama saya tidak melihatnya atau mencicipinya 😋.

Kejutan itu datang dari tempat jajanan pasar yang biasa saya beli, yang saat ini mulai menjual sawut, sawut singkong tepatnya. Dengan bahan yang sangat sederhana tapi menghasilkan cita rasa yang tiada duanya. Gurih, manis, nikmat... hmmm... Perlu untuk dilestarikan, bisa disajikan dalam suasana apapun, dan bisa dinikmati oleh berbagai kalangan tanpa ada pantangan, karena ini makanan yang sehat menurut saya.

Mengutip dari situs Kuliner Sehat, berikut bahan dan cara penyajiannya:

Bahan-bahan:

  • 500 gram singkong, kupas kulitnya dan cuci bersih kemudian diparut kasar
  • 150 gram gula merah, dicincang kasar
  • 1 sendok teh garam
  • 2 lembar daun pandan
  • 1/4 butir kelapa diparut dan kemudian dikukus
  • Vanili secukupnya

Cara membuatnya:

  1. Campur singkong yang sudah diparut kasar dengan garam dan juga vanili. Aduk rata.
  2. Selanjutnya siapkan tempat pengukusan dan tata singkong dibagian bawah dan kemudian disusul dengan gula merah dan juga daun pandan.
  3. Setelah matang angkat dan keluarkan dari tempat pengukus.Kemudian aduk rata kembali adonan sawut agar gula merahnya tercampur rata dengan sempurna. Jika sudah selesai, maka sawut singkong pun siap disajikan dengan taburan perutan kelapa diatasnya.

Mau coba? Saya juga mau buat sendiri...

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/986163 2016-02-05T00:00:30Z 2016-02-08T01:11:42Z Kopi Indonesia

Menarik untuk selalu membaca bahasan soal kopi, seperti yang saya baca di Sinar tani - ED 3641 FEB 2016 melalui aplikasi SCOOP. Berikut kutipan tema editorial edisi ini... Mentan Menyapa: Menteri Pertanian, Dr. Andi Amran Sulaiman. Kopi Indonesia!

Kopi merupakan komoditas ekspor unggulan yang menjadi penyumbang terbesar keempat devisa negara setelah kelapa sawit, karet, dan kakao. Nilai devisa kopi mencapai US$ 1,4 miliar. Kita patut berbangga, ada tujuh produk kopi Indonesia diakui oleh dunia internasional. Tujuh single-origin speciality coffee Indonesia yang diakui tersebut adalah Kopi Gayo (Aceh), Kopi Java Preanger (Jawa Barat), Kopi Ijen (Jawa Timur), Kopi Kintamani (Bali), Kopi Bajawa (Flores, NTT), Kopi Toraja (Toraja, Sulsel), dan Kopi Kalosi (Enrekang, Sulsel). Perlu kita ingat baik-baik bahwa Indonesia merupakan surga untuk penikmat kopi.Tidak hanya tujuh kopi yang sudah diakui tersebut yang kita punya, tapi kita punya 39 jenis varian kopi spesial terbaik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Saya sampaikan bahwa petani harus mampu memastikan kualitas kopi yang  diproduksinya tetap terjaga, salah satunya melalui perawatan tanaman seperti bagaimana menggunakan pestisida yang tepat. Mengapa ini penting? karena harapannya agar pembeli kopi semakin banyak jumlahnya sehingga pasar kopi juga semakin meluas.

Selain pemakaian pestisida yang benar dan tepat agar tidak berbahaya bagi manusia, pemakaian pupuk juga diarahkan agar tidak berlebihan. Dengan pemakaian pupuk yang tidak berlebihan akan menekan pengeluaran para petani.

Selain kemampuan petani memilih biji kopi terbaik yang berwarna merah dan kuning. Saya kembali mengingatkan tentang pentingnya pasca panen, bagaimana petani menangani kopi setelah panen. Seperti menyangrai dan mengemasnya.

Para petani juga harus memastikan perawatan tanaman kopi pascapanen. Dengan menyeleksi cabang-cabang yang tidak berguna, cabang-cabang tersebut harus dihilangkan agar buah kopi pada panen selanjutnya semakin banyak.

Negeri kita yang kaya akan jenis kopi ini, sangat berpotensi menggantikan Brazil sebagai penyuplai kopi peringkat satu dunia. Saat ini, Indonesia berada di posisi kelima. Posisi pertama penyuplai kopi dunia ditempati Brazil, diikuti Vietnam, Kolombia, dan Jerman.

Mari kita lihat beberapa alasannya. Pertama, luas perkebunan kopi Indonesia cukup luas dan memiliki jenis kopi terbaik di dunia. Lahan perkebunan kopi mencapai 1,24 juta ha atau 96,16% dari luas lahan perkebunan secara keseluruhan. Lahan tersebut terbagi menjadi lahan perkebunan kopi robusta 933 ribu ha dan perkebunan kopi arabika 307 ribu ha. Rata-rata luas kepemilikan lahan petani sebanyak 0,6 ha. Bandingkan dengan luas perkebunan kopi Vietnam hanya 550 ribu ha. Selain itu, kualitas kopi robusta Indonesia lebih unggul daripada Vietnam.

Kedua, permintaan akan kopi Indonesia dari waktu ke waktu terus meningkat lantaran kopi robusta asal Indonesia lebih unggul, juga dengan kopi arabika yang mempunyai karakteristik serta cita rasa unik. Produk kopi di Indonesia dikenal sangat beragam dari sisi rasa dan aroma.

Sayangnya dari sisi produktivitas, kita masih harus tingkatkan lagi. Produktivitas tanaman kopi robusta sebanyak 741 kg biji kopi per hektar tiap tahunnya. Sedangkan produktivitas kopi arabika 808 kg/ha per tahunnya. Produktivitas kopi kita masih rendah. Sebagai perbandingan, rata-rata produktivitas petani kopi Brazil sebanyak 2.000kg/ha/tahun dan Vietnam 1.500/kg/ha/tahun. Kita masih 50% lebih rendah. Padahal kita memiliki lahan potensial jauh lebih besar.

Beberapa hal juga harus menjadi perhatian, salah satunya kita harus mengganti tanaman yang tua yang umurnya berkisar 20-30 tahun dengan tanaman yang muda. Karena hampir 40% dari luas lahan perkebunan itu usianya sudah tua. Termasuk juga, produsen kopi kita perlu untuk meningkatkan kualitas kopi di pasar ekspor melalui brand kopi asal Indonesia.

Alhamdulillah, meskipun begitu, rata-rata volume ekspor kopi Indonesia mengalami kenaikan. Berkisar 350 ribu ton per tahun meliputi kopi robusta (85%) dan arabika (15%). Dan ada sekitar 50 negara menjadi tujuan ekspor, beberapa diantaranya adalah negara ekspor utama yaitu Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Italia, dan Inggris.

Dan perlu kita ketahui bahwa Italia merupakan konsumen utama kopi terbesar dunia setelah Amerika Serikat dan Jerman, sementara di Uni Eropa, Italia adalah konsumen terbesar kedua setelah Jerman.

Selain itu, ada juga ekspor kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi ke berbagai negara, semisal Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, China, dan Uni Emirat Arab.

Kopi spesial yang dimiliki Indonesia memang punya potensi yang sangat bagus. Jenis kopi spesial yang dimiliki Indonesia lebih banyak daripada jenis kopi yang dimiliki negara lain. Indonesia bisa menjadi nomor satu pemasok kopi spesial karena di beberapa negara hanya punya satu sampai dua jenis kopi spesial. Dan prospek pengembangan kopi khususnya jenis arabika masih terbuka luas. Jenis kopi terbaik dengan citrarasanya yang khas ini sudah menempati pasar ekspor seperti di Amerika Serikat yang sulit digantikan kopi dari negara lain. Luar biasa bukan?

Industri kopi nasional kita baru mampu menyerap sekitar 35 persen produksi kopi dalam negeri dan sisanya sebesar 65 persen masih diekspor dalam bentuk biji. Artinya, peluang pengembangannya masih terbuka lebar. Ke depannya, industri pengolahan kopi melakukan diversifikasi produk kopi tidak hanya dikembangkan sebagai minuman, namun juga dalam bentuk produk lainnya, semisal komestik, farmasi, dan essen makanan. Kita ingin meningkatkan kualitas ekspor kopi dari kopi biji menjadi kopi bubuk atau produk olahan lainnya sehingga mampu meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar internasional.

Saya fikr, pemerintah daerah yang daerahnya menjadi pusat produksi kopi bisa mulai secara fokus dan serius memberikan acuan terkait tata kelola dan tata niaga kopi di daerahnya masing-masing salah satunya melalui peraturan gubernur, sehingga citra perkopian di daerah itu dapat terjaga.yang diharapkan menjadi acuan bagi pembinaan dan pengawasan perkopian lokal.

Alhamdulillah, dalam upaya menggenjot produksi kopi nasional, Kementerian Pertanian mendorong pengembangan klaster agribisnis kopi di 14 propinsi dan 41 kabupaten di Indonesia. Kami sudah mendesain pengembangan kawasan atau klaster agribisnis kopi. Areal yang dibidik pada tahun 2015 mencapai 34.225 hektar (ha). Target luas areal produksi kopi tersebut adalah yang terbesar selama empat tahun terakhir yang berkisar 6.000an ha.

Pengembangan kawasan kopi melalui model kawasan agribisnis kopi ini meliputi pengembangan dari hulu sampai hilir dengan infrastruktur memadai antara lain jalan, listrik energi dan pelabuhan.  Kegiatan pengembangan kopi jenis arabika bertumpu pada perluasan, pengutuhan dan intensifikasi tanaman. Sementara jenis robusta difokuskan melalui rehabilitasi peremajaan tanaman.

Insya Allah, jika kita sudah melakukan gerakan meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi nusantara, serta mempromosikan peningkatan konsumsi kopi nusantara ke luar negeri, selain meningkatkan produktivitas kopi di petani, maka kopi dapat meningkatkan pendapatan devisa negara lebih dari yang saat ini. Dan Indonesia perlahan-lahan bisa menggeser negara lainnya. Indonesia pernah menguasai kopi dunia. Saya yakin peluang Indonesia masih cukup terbuka lebar.

Sumber: Tabloid Sinar Tani

Kredit Foto: Death to The Stock

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/967860 2016-01-10T06:50:25Z 2016-06-18T16:45:16Z Blog Yang Lain

Oiya, selain di blog ini saya juga mulai sedikit aktif di blog yang lain, antonkurniawan.xyz, menggunakan platform WordPress yang menurut saya awalnya agak rumit bagi orang yang awam. Menulis seadanya dan berbagi ini dan itu, lebih spesifik lagi tentang musik, media sosial dan usaha rintisan.

Saya bukan orang yang tahu dan memahami tentang semua hal, masih harus banyak mengejar ketinggalan, kudu banyak belajar intinya. Mudah-mudahan banyak hal yang bisa kita bagi dan diobrolkan di blog ini dan blog itu. Cheers!


]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/962469 2016-01-03T08:39:49Z 2016-01-04T06:30:01Z Unicorn dari Asia Tenggara

Situs Techcrunch pada hari ini merilis artikel The Unicorns of Southeast Asia ditulis oleh kontributor Choon Yan. Rilis ini cukup menarik bagi saya, karena dalam beberapa waktu sering mengenal dan membaca istilah unicorn di beberapa media khususnya yang membahas seputar startup, teknologi dan entrepreneur. Secara sederhana yang dimaksud dengan unicorn adalah sebuah perusahaan yang telah mencapai valuasi sebesar USD1 milyar atau lebih.

Mengutip dari situs tersebut, berikut daftar perusahaan di Asia Tenggara yang masuk daftar atau kategori unicorn, meminjam istilah Choon Yan, lebih tepatnya disebut sebagai perusahaan Komodo Dragon:

Sebuah perusahaan platform game yang berbasis di Singapura didirikan pada 2009. Memiliki pengguna aktif 17 juta untuk platform desktop dan 11 juta orang yang aktif tiap bulannya untuk pengguna mobile, dan telah mampu meraih revenue tahunan sebesar USD200 juta.

Perusahaan aggregator taxi terbesar di Asia Tenggara, berkantor di Malaysia sejak 2011. GrabTaxi adalah merupakan penantang utama dari Uber. Tersedia di 6 negara dan ada di 22 kota, GrabTaxi memiliki 1,5 juta booking tiap harinya.

Didirikan di Singapura pada 2011. Didukung secara penuh oleh investor Rocket Internet, Temasek Holdings. Setelah memperoleh pendanaan terakhir, Lazada berencana untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja antara lain dengan perbaikan di bidang logistik, solusi pembayaran dan juga berhubungan dengan penjual pihak ketiga.

Perusahaan penyedia perangkat keras untuk game yang berdiri pada 2005 di Singapura. Didirikan oleh Tan Ming-Liang yang merupakan pengacara dan sosok Robert Krakoff yang merupakan teknologiwan. Baru saja membuka toko konsepnya di Bangkok, menyusul Taiwan dan Manila.
Dari lokal Indonesia, marketplace terbesar yang berdiri sejak 2009 besutan William Tanuwijaya. Mendukung kegiatan UKM dan perorangan untuk membuka toko online secara gratis, dan ada pilihan berbayar dengan berbagai menu tambahan. Didukung secara penuh oleh investor besar East Ventures dan Sequoia Capital, dimana bagi keduanya merupakan investasi pertamanya di Asia Tenggara.

Masih dari Indonesia, perusahaan yang berdiri sejak 2012 digawangi oleh Ferry Unardi jebolan Harvard, Derianto Kesuma yang pernah bekerja di LinkedIn sebagai engineer, dan Albert. Menurut catatan SimiliarWeb, pada bulan November 2015 Traveloka memiliki hampir 3,7 juta pengunjung. 

Perusahaan asal Vietnam yang berdiri pada 2004 yang awalnya berbisnis lisensi game, merupakan kompetitor Garena. Kemudian merambah ke music download, mobile game dan yang jadi favorit aplikasi chat, Zola.

Dari sekian daftar unicorn ini, Go-Jek yang merupakan karya anak bangsa dan sudah mendapatkan funding dari Sequoia Capital, serta nampak hiruk pikuk di sepanjang 2015 tidak masuk daftar ini. Mungkin saja masih jauh dari valuasi USD 1 milyar?

image credit: Pixabay

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/960747 2015-12-31T12:16:42Z 2016-01-04T11:54:41Z Selamat Tahun Baru 2016 Masehi

Saya ucapkan Selamat Tahun Baru 2016 Masehi, dan seperti harapan serta keinginan di tahun-tahun sebelumnya, bahwa di tahun 2016 ini semoga segalanya bertambah lebih baik. Bagi saya pribadi beserta keluarga tentunya, tanpa harus muluk-muluk, berharap bahwa ke depan kehidupan kami akan lebih baik, bisnis & usaha lancar, tambah berkah, tambah bahagia dan semoga kami bisa memberikan manfaat bagi kehidupan banyak orang. Amin.

Salam sukses...


Image di atas diedit menggunakan Adobe Post iOS

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/956318 2015-12-24T08:00:09Z 2015-12-24T08:00:09Z Selamat Datang iShow Indonesia

Kini telah hadir di Indonesia, iShow, layanan konten entertainment berbasis live streaming, untuk lebih menyemarakkan dan memberikan inovasi di dunia layanan konten online di Indonesia yang sangat dinamis dan menjanjikan.

Saat ini iShow masih fokus dalam perekrutan VJ (Video Jockey) lokal sebagai pengisi acara dan konten di dalam portalnya. Dan untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan mempermudah akses, iShow juga telah tersedia di perangkat mobile, khususnya platform Android dan iOS.

Untuk memperkuat ekspansinya di Indonesia, setelah sebelumnya merajai di Thailand, iShow langsung menggandeng partner provider Smartfren yang telah memiliki jaringan 4G LTE tersebar di 22 kota dimana akan memberikan koneksi yang kuat dan stabil bagi konsumen untuk menonton live streaming, salah satunya adalah live streaming konser artis Aliando Syarief di Surabaya nanti, yang digagas pihak iShow Indonesia.

Mengenai konsep live streaming konser ini, ke depan pihak iShow akan menggandeng berbagai musisi khususnya band ataupun solois nasional untuk menggelar konsep inovatif ini. Oya, jika memiliki kemampuan unik dan tertarik untuk menjadi VJ iShow bisa langsung mendaftar disini.


Image Credit: Yudhis Tjoe, Managing Director iShow Indonesia

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/950201 2015-12-21T03:58:42Z 2015-12-21T08:11:25Z Mendengarkan Joey Alexander

Beberapa minggu lalu ramai diberitakan pianis jazz cilik muda asal Indonesia, Joey Alexander, yang mendapatkan dan masuk nominasi Grammy Award ke-58 kategori Best Jazz Instrumental Album untuk albumnya yang bertajuk My Favorite Things dan Best Improvised Jazz Solo untuk lagu "Giant Steps", merupakan lagu dengan durasi terpanjang 10 menit dan 15 detik di album tersebut.

Sebelumnya saya tidak terlalu ngeh dengan Joey Alexander yang saat merilis album jazz-nya berumur 12 tahun, seumuran anak-anak kita saat ini, apalagi di ranah musik jazz yang memang tidak terlalu saya pahami. Dan saya juga belum lama menemukan tulisan dari beliau sang kritikus musik flamboyan almarhum kang Denny Sakrie yang berkisah tentang sepak terjang sosok Joey Alexander.

Tidak berlebihan juga hingga New York Times menurunkan satu tulisan pada Mei 2015 tidak lama setelah album My Favorite Things dirilis, dan menariknya di bagian akhir tulisan tersebut Joey Alexander disejajarkan dengan Gadi Lehavi dari Israel, Beka Gochiashvili dari Georgia, dan Julian Lage dari California yang ketiganya merupakan the most dazzling jazz prodigies (prodigy-s) di saat usia mereka masih muda belia. Menurut Oxford Dictionary, yang dimaksud dengan istilah prodigy /ˈprɒdɪdʒi/ adalah young person who is unusually intelligent or skillful for their age.

Yang ingin saya tegaskan dari tulisan di blog ini adalah, saya mengapresiasi penuh kedua orang tua Joey Alexander, Denny Sila & Fara Urbach, mungkin dengan latar belakang dan pemahaman 'industri' musik yang cukup, saya menilai cukup berani dalam mengambil keputusan menyangkut 'masa depan' anaknya. 'Merelakan' untuk bergabung dan signed dengan Motéma Music dan akhirnya sekeluarga harus hijrah dari Bali ke Jakarta dan akhirnya ke New York adalah pilihan yang sangat tepat dan... akhirnya terbukti. Bila harus berkarir di kancah musik (nasional) dulu mungkin perjalanan Joey Alexander masih akan panjang dan berliku meski dengan kemampuan si Joey yang luar biasa ini, apalagi melihat situasi industri musik Indonesia secara keseluruhan yang seperti demikian adanya... ehemmm.

Untuk mengakses album My Favorite Things ini tidak sulit, seperti biasa saya menggunakan layanan musik streaming premium berbayar "Spotify" yang berasal dari Swedia, yang saat ini memang belum masuk ke Indonesia. Dan dahi saya berkerut saat mendengarkan lagu-lagu di album milik Joey Alexander ini, he's just 12 years old! :D... Oke, kita tunggu Grammy Awards 2016 yang akan diselenggarakan pada 15 Februari 2016 di Staples Center, Los Angeles. Good luck, Joey!

Image Credit: Motéma Music

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/939673 2015-11-26T16:09:29Z 2016-11-26T05:30:42Z Menilik Telepon Pintar

Smartphone alias telepon pintar memang sudah menjadi bagian hidup kita, bahkan sudah menjadi kebutuhan primer hampir banyak orang dimanapun. Entah judul di atas tepat atau tidak: melongok; melihat; menilik; menengok. Poin yang saya maksudkan intinya adalah ingin mengetahui dan menanyakan berapa kali dalam sehari kita biasanya berinteraksi dengan telepon pintar kita? Bila ditotal dalam kurun waktu 24 jam sehari, berapa jam-kah total yang dibutuhkan seseorang saat mengakses telepon pintarnya untuk kebutuhan seperti berikut ini:

  • menelepon?
  • membalas SMS?
  • melihat update status mantan di Facebook?
  • mengirimkan serangkaian kultwit di Twitter?
  • mengakses lowongan kerja di LinkedIn?
  • melihat update status & profile foto kawan di BBM?
  • mengirimkan gambar meme di grup WhatsApp teman SD?
  • membalas email-email rekanan sebelum beranjak tidur?
  • mengakses layanan musik streaming Deezer, Spotify, Apple Music?
  • mengunggah video-video lucu ke YouTube?
  • main game Candy Crush?
  • mengomentari curhatan dan keluhan temen kerja di Path?
  • membalas chat grup teman SMA di Telegram?
  • mengunggah foto piknik dan foto jajanan ke Instagram?
  • mengirimkan foto selfie ke pacar melalui Snapchat?
  • mengecek tiket-tiket murah di Traveloka?
  • mem-backup data ke Dropbox atau Google Drive?
  • mengedit foto-foto jadul dengan BeautyPlus?
  • melihat model-model baju di Lazada?
  • dan lain sebagainya

Saya belum menemukan survey tentang ini... tentang berapakah waktu yang sebenarnya dibutuhkan seseorang untuk mengakses smartphone miliknya dalam sehari-hari? Berapa lamakah seseorang harus menunduk dan memainkan jari-jarinya untuk mengakses telepon pintar yang menggunakan teknologi layar sentuh itu? Atau sudah ada survey-nya? Mohon saya bisa diinformasikan .

Oya, menurut survey eMarketer yang dirilis pada tengah September lalu, jumlah pengguna smartphone (telepon yang bukan bergaya monochrome & polyphonic, IMHO) di Indonesia di tahun 2015 ini adalah hampir 55 juta pengguna, dan diprediksi akan mencapai 92 juta pengguna di tahun 2019, dan penetrasi tiap tahunnya akan selalu mengalami penaikan. Peluang? Pasti! Tapi bagaimana relevansi atau dampaknya kegiatan "menunduk' ini bagi kehidupan keluarga dan kehidupan sosial kemasyarakatan kita?

(image credit: Pixabay)

]]>
tag:antonkurniawan.com,2013:Post/937997 2015-11-23T08:46:02Z 2015-11-23T08:49:05Z Now

Here's what I am working and doing now:

  • busy for regular & daily works, work as manager in the entertainment & hospitality business in South Sumatera, Indonesia
  • having a new side-project: goromedia.com: supporting artist & private event services
  • learning and having plan to be a succesful & very succesful entrepreneur (soon!)

This page inspired by Derek Sivers & his now movement. Thank you, Derek for always inspiring. You might remember me who once made a phone call to your hotel while you're visiting my hometown Yogyakarta, Indonesia, few years back.

(image credit: Life of Pick)

]]>