Posts for Tag: Anton Kurniawan

Blog Yang Lain

Oiya, selain di blog ini saya juga mulai sedikit aktif di blog yang lain, antonkurniawan.xyz, menggunakan platform WordPress yang menurut saya awalnya agak rumit bagi orang yang awam. Menulis seadanya dan berbagi ini dan itu, lebih spesifik lagi tentang musik, media sosial dan usaha rintisan.

Saya bukan orang yang tahu dan memahami tentang semua hal, masih harus banyak mengejar ketinggalan, kudu banyak belajar intinya. Mudah-mudahan banyak hal yang bisa kita bagi dan diobrolkan di blog ini dan blog itu. Cheers!


Berhenti Merokok

Entah apakah sebelumnya saya pernah menuliskan di blog saya ini perihal kisah detail berhenti dari merokok. Saya agak lupa, sepertinya belum pernah saya 'share' dan rinci secara detail :-).

Kenapa saya ingin menuliskannya saat ini? Karena saya melihat selama bulan Ramadan ini di media sosial (Twitter & Facebook) masih berseliweran dan ramai dibicarakan mengenai pro dan kontra 'bahaya' ataupun 'nikmatnya' merokok, dan sepertinya akan terus berlanjut entah sampai kapan. Saya sendiri tidak mau ambil pusing. Saya sendiri bukan sosok penggiat atau aktivis yang kontra ataupun pro dengan merokok. Melalui tulisan ini saya hanya ingin berbagi pengalaman dan usaha, bahwa ternyata saya bisa untuk berhenti merokok dan saat saya menulis tulisan ini sudah hampir empat tahun saya bisa hidup tanpa rokok!

Saya sendiri agak lupa persisnya kapan saya berhenti merokok, seingat saya pada periode Agustus 2011 saya sudah mencoba memulainya saat saya masih tinggal dan bekerja di Jakarta. Tidak ada pikiran apapun di dalam benak saya selain 'niatan' dan keinginan besar untuk berhenti merokok. Saya 'berjanji' kepada diri saya sendiri juga orang-orang tersayang, saya sanggup! Awal-awal berhenti merokok memang terasa berat buat saya, mulai bawaan badan yang sering terasa greges-greges dan meriang, mulut terasa asam dan kering, tidur gelisah, kemudian dilanjut dengan mulainya keluar gatal-gatal di badan. Sekitar tengah bulan November 2011 kumat, saya mulai lagi merokok he he... stress, banyak pikiran, ketemu teman-teman yang merokok, ada saja godaan.

Masuk tahun baru 2012 saya berpikiran dan berniat kembali untuk berhenti, dan akhirnya pada minggu kedua Januari 2012 mulai lagi untuk berhenti merokok. Semua rasa tidak nyaman saya coba nikmati saja, karena memang saya sudah ada 'niat' yang mendalam dan 'cita-cita' untuk merubah pola hidup yang sehat dan lebih baik, kantong juga lumayan hemat he he he. Dan sebelumnya tahun lalu saya bisa berhenti meski hanya bertahan 3 bulan. Akhirnya lumayan juga hasil perjuangan ini, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan semuanya bisa terlewati, hingga hampir sekian tahun sampai hari ini.

Oiya, tahun lalu saya sempat baca kalau ada terapi stop merokok dengan menggunakan laser (low level laser technology/LLLT) di Jakarta, saya pikir 'akal-akalan' apalagi nih, namanya saja bisnis :D. Saya berhenti merokok tanpa modal apapun, kecuali hanya dengan niat. Lha, ini mau berhenti merokok koq kita malah harus keluar uang dll, belum lagi (resiko) dampak bila kena radiasi dari efek laser tersebut.

Cerita masa lalu, saya mulai 'mengenal' rokok sejak kelas 5 SD, saya ingat sekali di hari ulang tahun saya dapat uang jajan lebih dari almarhum Bapak. Kemudian saya datangi toko kelontong untuk membeli 1 bungkus rokok Lucky Strike. Waktu itu rokok Lucky Strike saya anggap keren karena bentuk kotaknya agak kecil dibanding rokok lain, terus ada gambar iklan pembalap motor :D. Rokok itu saya simpan saja selama beberapa hari dan kemudian saya bagi-bagikan ke teman main.

Saya juga mengingat saat kecil dulu saya sering diajak nonton bioskop oleh almarhum Bapak saya, iklan-iklan rokok yang tayang sebelum film dimulai itu begitu membayangi. Mulai dari iklan gaya koboi naik kuda, hingga lagu backsound "I love the blue of Indonesia...". Sepertinya iklan-iklan itu cukup memberikan pengaruh. Begitu saya masuk SMP, saya mulai agak 'giat' merokok, sembunyi-sembunyi di kantin belakang sekolah menjadi area strategis bersama teman-teman. Berlanjut hingga masa SMA, kemudian saat-saat mulai hobby begadang bareng teman-teman kuliah dan teman kerja, disitulah rokok selalu menemani dan memberikan peranan. Sayangnya, saya tidak punya foto ketika saya sedang bergaya saat menghisap rokok yang bisa saya unggah disini :D. Ternyata nemu juga foto lama saya yang pas lagi bergaya memegang rokok, gara-gara fitur 'On This Day' punya Facebook. Fotonya ada disini... he... he.

Masih mau, merokok? Selamat ya...

(image via Pixabay)

Be Grateful, Be Thankful

Sudahkah kita mengucap syukur hari ini? Mengucap syukur (grateful) dan berterimakasih (thankful) atas apapun yang telah kita kita terima, kita peroleh dan bisa kita rasakan hingga sekarang?

Dalam kondisi dan situasi apapun saya selalu mencoba berterimakasih dan bersyukur atas semua yang telah saya dapatkan hingga saat ini. Bersyukur atas banyak hal membantu saya dan keluarga untuk bisa hidup lebih 'normal'. Tidak perlu pusing dengan gaya hidup dan kehidupan orang lain, atau melihat apa yang dimiliki dan dipunyai orang lain.

Kita masih bisa bersyukur dengan kehidupan kita sekarang, karena dalam kenyataannya masih banyak di luar sana mereka yang kehidupannya masih serba kekurangan dan terbatas. Tidak perlu jauh-jauh, kita bisa melihat di sekeliling kita, saudara-saudara terdekat kita atau sanak famili yang masih serba kekurangan. Dengan bersyukur dan malah serta merta membantu mereka yang masih memerlukan bantuan, tentunya hidup kita akan terasa lebih ringan dan lebih bermanfaat.

(image via FreeImages)

Frugal: Hidup Sederhana Penuh Berkah

Saat baca artikel di Entrepreneur minggu lalu tentang apa saja karakter yang dimiliki sosok entrepreneur sukses, di salah satu poin saya menemukan kosakata baru, yaitu "frugal". Frugal menurut Oxford Dictionary adalah berarti not wasteful; economical, costing little; small. Yang secara keseluruhan menurut pemahaman saya bisa diartikan menjadi hemat, tidak boros, ataupun sederhana.

Banyak dari kisah para milyarder, entrepreneur dan pengusaha sukses yang saya baca semacam Bill Gates, Warren Buffet, Jack Ma, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg dll., bahwa mereka yang telah hidup berkelimpahan dan bertaburan banyak uang ternyata memiliki gaya hidup yang jauh dari boros, sikap pamer, sok kaya ataupun sombong. Hampir semuanya memiliki pola hidup yang sederhana, rajin bersedekah dan bermanfaat bagi kehidupan banyak orang. Karena mereka paham betul akan arti investasi bisnis daripada sekedar menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak utama. 

Keadaannya berbeda dengan mayoritas keadaan kita yang masih pas-pasan tapi gaya hidupnya selangit malah melebihi dari orang yang berkemampuan. Besar pasak daripada tiang... Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan diri saya sendiri dan keluarga saya, bahwa hidup sederhana bukan berarti semuanya harus serba murah, serba pengiritan ataupun berhemat hingga menyiksa diri sendiri dan keluarga. Melihat kondisi dewasa ini seiring dengan banyaknya pengguna ponsel pintar dan dengan didukung sarana media sosial yang menjamur seperti Facebook, Instagram, Twitter, BBM, Path dll., tanpa bermaksud menilai secara negatif peran media sosial, yang seolah-olah mudah bagi kita untuk menunjukkan dan memamerkan sesuatu yang serba "wah" kepada khayalak ramai hanya untuk sekedar dipuji, "like" ataupun jempol, dimana kadang semua hal tersebut sebenarnya palsu belaka.

"What I instagrammed vs. reallity..." #ask

(image via Big Foto)