Posts for Tag: Bill Gates

Ternak Ayam Ala Bill Gates

Artikel soal ternak ayam berikut dikutip dari blog milik Bill Gates: Gatesnotes. Bill Gates hingga detik ini masih tercatat sebagai manusia terkaya di muka bumi dengan kekayaan senilai hampir 1.100 triliun, dan minggu lalu salah satu unit usahanya Microsoft baru saja mengakuisisi situs jejaring sosial LinkedIn senilai hampir 349 triliun. 

Oiya, titel bahasan soal ayam ini membuat saya agak surprised saat baca artikel di blog tersebut, hingga saya ingin mengutipnya he... he... he...

Bagaimana dalam sehari kita bisa hidup dengan uang sekitar 2 dollar, apa yang bisa kita perbuat untuk memperbaiki hidup kita?

Ini adalah pertanyaan yang sangat umum khususnya bagi 1 milyar jiwa yang saat ini masih hidup dalam garis kemiskinan. Tentu saja, tidak ada jawaban yang pasti, karena kemiskinan di satu tempat akan terlihat berbeda di tempat lain. Dalam beberapa kali kesempatan terjun langsung melalui Bill & Melinda Gates Foundation, Bill Gates telah menjumpai banyak orang khususnya di negara-negara miskin, mereka beternak ayam. Nampak jelas bagi Bill Gates bahwa siapapun yang hidup dalam garis kemiskinan, akan lebih baik bagi kehidupan mereka jika mereka memiliki ayam.

Berikut beberapa alasan mengapa beternak ayam merupakan satu hal yang dianggap menguntungkan:

  • mudah dan murah

Ayam tidak memerlukan makanan khusus, dan mereka cepat tumbuh. Bagi ayam betina yang dibutuhkan hanyalah semacam kandang supaya mereka bisa bertelur, dan ayam hanya sedikit membutuhkan vaksinasi, mengeluarkan biaya tidak lebih dari 20 sen.

  • investasi yang bagus

Ambil contoh: seorang petani memulai dengan memiliki lima ayam betina. Kemudian ada tetangganya memiliki seekor ayam jago untuk membuahi telur-telur dari betina tersebut. Setelah tiga bulan, petani tersebut akan memiliki kawanan sebanyak 40 anak ayam. Dengan harga jual 5 dollar per ayam, sesuai kondisi di Afrika Barat, petani ini akan mampu menghasilkan lebih dari 1000 dollar dalam setahun, bandingkan dengan batas garis kemiskinan di angka 700 dollar setahun.

  • membuat anak-anak tetap sehat

Malnutrisi telah membunuh lebih dari 3,1 juta jiwa anak-anak dalam setahun. Meski dengan memakan telur yang merupakan kaya nutrisi dan protein, mampu melawan malnutrisi, sebenarnya daging ayam ini juga bisa diolah untuk dikonsumsi oleh keluarga mereka.

  • memberdayakan kaum perempuan

Karakter ayam adalah hewan rumahan, dimana banyak budaya yang menghubungkannya sebagai hewan peliharaan kaum wanita, berbeda jika dibandingkan dengan kambing atau sapi. Kaum perempuan yang menjual ayamnya, kecenderungannya akan menginvestasikan kembali keuntungan tersebut bagi keluarga mereka.
Dr. Batamaka Somé, seorang antropologis yang berasal dari Burkina Faso dan juga bekerja untuk Gates Foundation, telah banyak meluangkan waktunya untuk mempelajari dan melakukan riset mengenai pengaruh beternak ayam secara prinsip ekonomi. Dalam video berikut akan menjelaskan banyak hal, mengapa beternak ayam dianggap sangat menguntungkan:

Kredit Foto: Stokpic


Frugal: Hidup Sederhana Penuh Berkah

Saat baca artikel di Entrepreneur minggu lalu tentang apa saja karakter yang dimiliki sosok entrepreneur sukses, di salah satu poin saya menemukan kosakata baru, yaitu "frugal". Frugal menurut Oxford Dictionary adalah berarti not wasteful; economical, costing little; small. Yang secara keseluruhan menurut pemahaman saya bisa diartikan menjadi hemat, tidak boros, ataupun sederhana.

Banyak dari kisah para milyarder, entrepreneur dan pengusaha sukses yang saya baca semacam Bill Gates, Warren Buffet, Jack Ma, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg dll., bahwa mereka yang telah hidup berkelimpahan dan bertaburan banyak uang ternyata memiliki gaya hidup yang jauh dari boros, sikap pamer, sok kaya ataupun sombong. Hampir semuanya memiliki pola hidup yang sederhana, rajin bersedekah dan bermanfaat bagi kehidupan banyak orang. Karena mereka paham betul akan arti investasi bisnis daripada sekedar menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak utama. 

Keadaannya berbeda dengan mayoritas keadaan kita yang masih pas-pasan tapi gaya hidupnya selangit malah melebihi dari orang yang berkemampuan. Besar pasak daripada tiang... Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan diri saya sendiri dan keluarga saya, bahwa hidup sederhana bukan berarti semuanya harus serba murah, serba pengiritan ataupun berhemat hingga menyiksa diri sendiri dan keluarga. Melihat kondisi dewasa ini seiring dengan banyaknya pengguna ponsel pintar dan dengan didukung sarana media sosial yang menjamur seperti Facebook, Instagram, Twitter, BBM, Path dll., tanpa bermaksud menilai secara negatif peran media sosial, yang seolah-olah mudah bagi kita untuk menunjukkan dan memamerkan sesuatu yang serba "wah" kepada khayalak ramai hanya untuk sekedar dipuji, "like" ataupun jempol, dimana kadang semua hal tersebut sebenarnya palsu belaka.

"What I instagrammed vs. reallity..." #ask

(image via Big Foto)