Posts for Tag: Jack Ma

Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital

Untuk merealisasikan cita-cita Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia, sesuai visi yang telah dicanangkan Presiden Jokowi, dan demi mendukung hal tersebut maka Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama KIBAR pada tanggal 17 Juni 2016 yang lalu meluncurkan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

Dengan dicanangkannya program tersebut, Kemenkominfo berharap mampu melahirkan 1.000 startup hingga tahun 2020, dengan total valuasi yang mencapai US$10 miliar (sekitar Rp133 triliun). Program ini rencananya akan hadir di sepuluh kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak.

Meski saya tidak tinggal atau berada di kota-kota yang akan dikunjungi tersebut, saya berharap bahwa saya pun bisa memulai 'sesuatu' yang mungkin saja nantinya bisa berperan dalam konteks startup digital ini. Di usia saya yang menginjak angka 4x :) pada beberapa hari lalu, yang saya pikirkan sejak lama adalah saya ingin bekerjasama dan berkolaborasi dengan mereka-mereka yang lebih muda, generasi Y atau generasi Z bahkan generasi C (generasi YouTube), yang mungkin saja usianya terpaut 20 tahunan lebih muda dari usia saya. Membangun sebuah creative agency dan media company adalah salah satu keinginan saya untuk menghadapi hiruk pikuk dunia digital dan internet business, sekaligus menjadikannya sebagai peluang.

Saya bukan orang yang pintar ataupun kreatif, karena saya masih harus banyak belajar mengejar ketinggalan. Saya sangat ingin berkolaborasi dengan anak-anak muda untuk mewujudkan mimpi-mimpi... (menyambung tulisan saya beberapa waktu lalu: Berinvestasi Ke Anak Muda).

Info: http://1000startupdigital.id/

Saatnya Memilih Pahlawan Yang Tepat

"The best thing I did was to choose the right heroes."

Quote di atas adalah merupakan kutipan yang diambil dari pebisnis kondang, investor, dan merupakan salah satu orang terkaya di dunia Warren Buffet. Saya coba menterjemahkannya secara singkat dalam satu tulisan di blog ini.

Ya, memilih 'pahlawan' yang tepat! Setiap pelaku usaha/entrepreneur semestinya memiliki idola, tokoh pujaan, yang dikagumi, ataupun sosok pahlawan yang memang bisa memberikan motivasi, inspirasi dan bisa menjadikannya sebagai salah satu pengaruh positif dalam kehidupan seseorang, untuk membuat kehidupan dan langkah usahanya lebih baik tentu saja dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan orang banyak.

Tidak saya pungkiri, saya juga memiliki beberapa 'idola' ataupun tokoh-tokoh yang saya jadikan 'panutan' dan secara tidak langsung mampu memberikan pengaruh yang positif, menjadikannya spirit, memberikan kekuatan untuk selalu bangkit dan bangkit, serta berpikir lebih maju. Sebut saja: Sir Richard Branson, Jeff Bezos, Jack Ma, Li Ka-shing, dan masih banyak lainnya yang masing-masing memiliki keunikan, gaya dan karakteristik tersendiri. Kemiripan yang hampir mereka miliki adalah semua bisnisnya dimulai merangkak dari bawah, dari nol! Dan saya pun akan sukses seperti mereka, amin!

Jadi siapa pahlawanmu?

(image credit: Pixabay)

Berinvestasi Ke Anak Muda

"Help young people. Help small guys. Because small guys will be big. Young people will have the seeds you bury in their minds, and when they grow up, they will change the world."

Kutipan di atas diambil dari sekian puluh/ratus quote favorit dari salah satu orang terkaya nan flamboyan di daratan China, bos Alibaba Group, dan juga panutan serta guru pembelajaran buat saya dalam ilmu kewirausahaan, Jack Ma.

Saya coba renungkan dan pahami makna quote tersebut, mengingat usia saya saat ini yang sudah menginjak kepala 4x :), saya menyadari masih belum banyak yang saya lakukan bagi mereka orang-orang sebelum saya, pemuda dan pemudi. Saya sendiri masih merasa muda, belum terlalu tua, spirit dan effort-nya masih seperti anak belasan he... he... Saya pikir kini saatnya bagi kita banyak memberikan dukungan, perhatian, bantuan, semangat dan motivasi secara positif kepada mereka para generasi muda-mudi. Kita berinvestasi kepada mereka!

Saya memiliki pengetahuan dan juga pengalaman (meski belum banyak), saya akan berbagi dengan hati dan tangan terbuka. Sementara saat ini saya masih berjuang, merintis dari bawah. Saya belum jadi orang sukses, tapi saya yakin kalau saya akan menjadi orang yang sangat sukses. Saya juga mau belajar dari mereka yang muda-muda, saya juga mau berguru dengan mereka, berkolaborasi dan mungkin akan bekerjasama dan memiliki bisnis bareng dengan mereka. Awesome!!!

Sebagai tambahan bahan renungan, teringat satu artikel beberapa bulan lalu di situs Vulcan Post, yang juga menampilkan kisah inspiratif Jack Ma tentang gambaran bagaimana seharusnya hidup kita antara usia 20 hingga 60 tahun. Berikut beberapa paparannya:

Before you turn 20 years old, be a good student.
…just to get some experience.

Before you turn 30 years old, follow somebody.
Go to a small company. Normally, in a big company, it is good to learn processing; you are part of a big machine. But when you go to a small company, you learn the passion, you learn the dreams. You learn to do a lot of things at one time. So before 30 years old, it’s not which company you go to, it’s which boss you follow. A good boss teaches you differently.

Between 30 and 40 years old, you need to think clearly whether you want to work for yourself, if you really want to be an entrepreneur.
When you’re between 40 and 50 years old, you must do all the things that you are good at.
Don’t try to jump into a new area, it’s too late. You may be successful, but the rate of dying is too big. So when you’re between the ages of 40 and 50, think about how you can focus on things that you are good at.

But when you are 50 to 60 years old, work for the young people.
Because young people can do better than you. So rely on them, invest in them, and make sure they’re good.

When you are over 60 years old, spend time on yourself.
On the beach, sunshine, it’s too late for you to change.

This is my advice to the young people: 25 years old, make enough mistakes. Don’t worry! You fall, you stand up, you fall…enjoy it! You’re 25 years old, enjoy the show!

(image via Life Of Pix)

Frugal: Hidup Sederhana Penuh Berkah

Saat baca artikel di Entrepreneur minggu lalu tentang apa saja karakter yang dimiliki sosok entrepreneur sukses, di salah satu poin saya menemukan kosakata baru, yaitu "frugal". Frugal menurut Oxford Dictionary adalah berarti not wasteful; economical, costing little; small. Yang secara keseluruhan menurut pemahaman saya bisa diartikan menjadi hemat, tidak boros, ataupun sederhana.

Banyak dari kisah para milyarder, entrepreneur dan pengusaha sukses yang saya baca semacam Bill Gates, Warren Buffet, Jack Ma, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg dll., bahwa mereka yang telah hidup berkelimpahan dan bertaburan banyak uang ternyata memiliki gaya hidup yang jauh dari boros, sikap pamer, sok kaya ataupun sombong. Hampir semuanya memiliki pola hidup yang sederhana, rajin bersedekah dan bermanfaat bagi kehidupan banyak orang. Karena mereka paham betul akan arti investasi bisnis daripada sekedar menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak utama. 

Keadaannya berbeda dengan mayoritas keadaan kita yang masih pas-pasan tapi gaya hidupnya selangit malah melebihi dari orang yang berkemampuan. Besar pasak daripada tiang... Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan diri saya sendiri dan keluarga saya, bahwa hidup sederhana bukan berarti semuanya harus serba murah, serba pengiritan ataupun berhemat hingga menyiksa diri sendiri dan keluarga. Melihat kondisi dewasa ini seiring dengan banyaknya pengguna ponsel pintar dan dengan didukung sarana media sosial yang menjamur seperti Facebook, Instagram, Twitter, BBM, Path dll., tanpa bermaksud menilai secara negatif peran media sosial, yang seolah-olah mudah bagi kita untuk menunjukkan dan memamerkan sesuatu yang serba "wah" kepada khayalak ramai hanya untuk sekedar dipuji, "like" ataupun jempol, dimana kadang semua hal tersebut sebenarnya palsu belaka.

"What I instagrammed vs. reallity..." #ask

(image via Big Foto)