Posts for Tag: Nadiem Makarim

Daftar Investor Go-Jek

Dalam kurun beberapa minggu yang lalu pada tanggal 17 Januari 2018, saya baca artikel mengenai kabar ataupun 'isu' masuknya suntikan dana dari Alphabet, perusahaan induk milik Google. Kemudian rilis artikel dari Techcrunch yang mengacu dari blog resmi Google (ditulis oleh Caesar Sengupta selaku VP, Next Billion Users Team), bahwa pada hari ini telah mengkonfirmasikan kebenaran akan kabar tersebut, bahwa Go-Jek telah menerima kucuran dana dari Alphabet, Meituan-Dianping (China), dan Temasek (Singapura) secara bersamaan dengan total nilai hampir 16 triliun.

Mengutip kisah dari situs Labana, sedikit kilas balik dikisahkan bahwa Go-Jek dimulai pada sekitar tahun 2011, didirikan oleh Nadiem Makarim, Brian Cu and Michaelangelo Moran. Sebelum mendirikan Go-Jek, Nadiem bekerja di McKinsey, Brian Cu bekerja di BCG, sementara Michaelangelo bekerja sebagai Web Interactive Designer freelancer. Tidak terlalu fokus saat itu untuk membangun Go-Jek, hingga kemudian Nadiem bergabung ke Zalora di November 2011, dan Brian bergabung di Januari 2012. Mereka direkrut oleh Rocket Internet untuk membangun Zalora Indonesia. Setelah keluar dari Zalora, Nadiem juga belum memilih fokus dengan Go-Jek-nya. Di April 2013 lulusan MBA Harvard ini malah bergabung ke Kartuku, menjabat sebagai CIO. Setahun di Kartuku, barulah Nadiem kembali fokus ke Go-Jek. Kisah sosok Brian Cu? Setelah keluar dari Zalora, lulusan National University of Singapore ini memilih berkarir di GrabTaxi sejak Juni 2013.

Terlepas dari segala pro dan kontra yang memberikan komentar mengenai dominasi investor asing di aplikasi yang diakui sebagai "karya anak bangsa ini", saya pribadi setuju dengan pendapat Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan, yang dirilis oleh Viva News: "Menurutnya, Go-Jek beberapa kali diguyur investasi asing, karena memang investor luar negeri memang melihat startup asli Indonesia itu memang membutuhkan pendanaan. Sementara investor di Indonesia, menurutnya, belum melihat tertarik dengan potensi yang ada pada Go-Jek. Faktanya, kata dia, yang investasi ke Go-Jek selama ini cenderung dari luar negeri. Soal minimnya investor dalam negeri yang menyuntikkan dananya ke Go-Jek, menurut Sammy, karena mereka belum begitu memahami potensi dalam ekonomi digital. "Yang punya duit orang Indonesia belum ngerti startup itu apa sih, tapi yang di sana (luar) itu melihat wah itu butuh uang tuh,".

Atau bisa jadi memang ada investor Indonesia yang pandai membaca peluang dan secara diam-diam sudah menyuntikkan dana-nya ke Go-Jek namun memang tidak dipublikasikan kepada khalayak? Atau nampaknya memang sama sekali tidak ada satupun investor Indonesia di Go-Jek? He... he... he... 

Berikut data yang saya rangkum dari beberapa artikel terkait startup, mengenai siapa saja yang termasuk dalam daftar investor Go-Jek sejak dari era awal hingga sekarang:

(kalau ada yang mau mengoreksi, menambahkan ataupun update, silahkan...)


Foto: Go-Jek Indonesia