Posts for Tag: Tokyo

Berangkat Ke Jepang

Setelah lumayan deg-degan menunggu kabar soal visa dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, akhirnya pada hari Kamis (27 November 2014) lalu, saya sudah bisa lega. Awal mulanya memang kami sekeluarga (anak & istri) beserta adik-adik dan keluarganya berencana untuk melakukan trip ke Jepang. Memang diputuskan untuk tidak menggunakan layanan paket tour yang ditawarkan beberapa travel agent, tapi kami memang akan melakukan perjalanan secara mandiri, secara kalau ke Jepang minimal saya pernah ke Osaka-Kyoto-Kobe selama beberapa hari, tapi itu 12 tahun yang lalu ha ha ha...

Awalnya, dijadwalkan untuk berangkat (Jakarta-Tokyo) pada tanggal 29 November 2014, beberapa minggu sebelumnya sudah 'book' tiket pesawat untuk rombongan sebanyak 9 orang termasuk 'infant', dan sudah berkali-kali melakukan 're-book' karena masih harus menunggu kabar visa dari kedutaan. Baru pada tanggal 25 November 2014 dapat kabar kalau visa untuk rombongan sudah rilis, namun kecuali permohonan visa milik saya, istri dan anak yang belum :-(.

Untuk memastikan visa, saya pun harus menghubungi per telepon ke Kedutaan Besar Jepang di line 021-31924884 selama dua kali menanyakan rilis visa yang tertunda milik kami. Hingga pada hari Kamis itu akhirnya semua bisa beres. Karena waktu sudah mepet, akhirnya keluarga memutuskan untuk menunda sehari jadwal keberangkatan lumayan biar ada waktu persiapan. 

Kemudian langsung saja saya kontak orang Garuda Indonesia soal 'issued' tiket untuk keberangkatan hari Minggu 30 November 2014, semuanya aman dan terkendali. Kami dijadwalkan terbang dengan GA874, Boeing 777-3U3 (ER). Sambil meminta 'booking seat' untuk rombongan, karena ada permintaan untuk 'baby-bassinet'. 

Penerbangan dengan pesawat baru Garuda Indonesia yang masih berumur 4 bulan ini, PK-GIG, CGK-HND ditempuh selama hampir 7 jam 40 menit, dan tiba di bandar udara internasional Haneda pada dini hari sekitar pukul 23.30 waktu setempat mendarat dengan sempurna dan 'smooth' saya merasakannya. Setelah proses imigrasi yang cepat dan bagasi keluar, kami langsung mencari taxi untuk menuju hotel. Di lift sempat mengobrol dengan seorang bapak yang tadi ternyata satu pesawat dengan kami, beliau orang asli Jepang namun ternyata sangat fasih dan logat Indonesia-nya sangat kental. Beliau menanyakan dimana hotel kami, dan menginformasikan kalau satu-satunya transportasi adalah taxi karena sudah lewat tengah malam, dan tidak ada jadwal kereta alias transportasi yang murah. 

Sebelumnya kami memang sudah antisipasi, dari mengumpulkan berbagai informasi, bahwa minimal bayar taxi dengan rute dari airport ke hotel (daerah Kodemmacho) bisa habis antara 900 ribu hingga 1 juta, dan memang terbukti he he he... Kami menggunakan dua taxi dengan perjalanan sekitar 30 menit untuk tiba di hotel. Masing-masing taxi bayar argo sekitar ¥9280 atau kurang lebih sekitar 975 ribu rupiah.

Bangun agak siang, kemudian saya langsung bersiap. Mendapat tugas sebagai 'pemimpin' rombongan dan komandan regu  he he he... Karena melihat jumlah rombongan kami yang agak banyak, jadi tidak mungkin kalau bepergian menaiki taxi menjelajah Tokyo dan sekitarnya. Pilihan utama adalah menaiki kereta api, yang terbukti murah dan tepat waktu. Akses internet wifi yang terbatas menggunakan smartphone, mengharuskan saya untuk berpikir secara analog. Dengan modal tiga buah peta: 1 peta yang berisi rute akses dari hotel ke stasiun-stasiun terdekat di sekitarnya yang bisa ditempuh dengan jalan kaki, 1 peta yang berisikan rute kereta api milik Tokyo Subway dan 1 peta lagi rute milik JR East Railway. Voilà... semuanya lancar jaya, dalam waktu sehari saya bisa melahap dan memahami semua rute kereta api ini, tidak pernah tersesat ataupun nyasar sekalipun selama hampir seminggu di Jepang he he.

Oya, kalau boleh share tentang kunjungan ke beberapa tempat di Jepang kemarin, ini itinerary sederhana dari kami:

  1. 30 Nov: Haneda (arrival)
  2. 01 Des: Shibuya
  3. 02 Des: Maihama - Tokyo Disney Sea
  4. 03 Des: Fujiko F. Fujio Museum (Doraemon)
  5. 04 Des: Asakusa
  6. 05 Des: Tokyo Disneyland
  7. 06 Des: Akihabara - Shinjuku
  8. 07 Des: Harajuku
  9. 08 Des: Haneda (departure)

Pada tanggal 7 malam kami siap-siap berangkat menuju airport Haneda, kali ini menggunakan 3 taxi karena bawaan bertambah banyak ha ha ha. Satu taxi perjalanan dari hotel menuju airport menghabiskan ¥7890 atau sekitar 828 ribu. Dan tepat 8 Desember 2014 dinihari 00.30 waktu setempat, kami siap-siap kembali ke Jakarta dengan GA875 yang menggunakan PK-GIF. Lumayan mendarat agak 'keras' di CGK sekitar pukul 06.50 WIB.

Semoga ada kesempatan lagi buat saya dan keluarga untuk berkunjung dan menjelajah ke Jepang. Minimal ada peluang bisnis yang bisa dikerjakan secara kontinyu sehingga bisa bolak-balik ke Jepang lagi. Berbisnis sambil liburan, nampaknya merupakan komposisi yang sangat pas :-). Oya, dengan memiliki e-paspor tentu kita tidak perlu pusing lagi soal visa ke Jepang mulai awal Desember ini.

Arigatou gozaimasu! ありがとうございます