Posts for Tag: Yogyakarta

Bukan Perokok Di Ruang Perokok

Hampir seminggu lalu saya meluangkan waktu pulang dan mengunjungi ke kota tercinta, kota kelahiran, kota penuh dengan segala kenangan dan kota dimana saya dibesarkan, Yogyakarta.

Menyempatkan juga keliling ke beberapa tempat, hingga survey tempat hiburan kekinian, dan salah satunya mengunjungi satu tempat di bilangan Demangan Baru dimana merupakan tempat kawan-kawan lama berkumpul. Dan kebetulan yang me-manage tempat ini adalah seorang kawan baik juga.

Dengan konsep ala kitchen & bar tempat ini cukup menjadi daya tarik anak muda Yogyakarta khususnya, dan sejak dari awal saya mengamati beberapa DJ yang bermain cukup memiliki selera yang sangat oke, musik yang bukan ala-ala EDM kekinian, tapi cukup menawan hati. Mungkin mereka sedang memainkan genre underground dance & techno atau sejenisnya, saya kurang paham tapi saya sangat menikmati. Saya juga penasaran dan mengamati bagaimana gaya dan tingkah laku anak-anak muda Yogyakarta saat ini dan saya pun membandingkan dan membayangkan diri saya saat seumuran mereka hi... hi... hi..., saya pun tetap bisa bergaya kekinian, lho!

Nah, problem bagi saya sejak awal masuk tempat ini adalah saya memasuki ruangan area merokok. Hampir semua yang ada di tempat tersebut merupakan perokok, memang jadi masalah buat saya. Mata terasa pedas hingga akhirnya saya agak 'menepi' untuk menarik nafas dalam-dalam sejenak, mana baju dan seluruh badan sudah bau asap... he... he...

Hingga akhirnya jam hampir menunjukkan jam 02.00 lewat saya pun mohon pamit, harus balik ke hotel untuk siap packing buat terbang siang nanti. Saya mungkin akan mengusulkan kepada teman saya yang mengelola tempat ini untuk menyediakan satu ruangan khusus yang terbuat dari kaca transpasaran yang dimaksudkan untuk area khusus bukan perokok. Meski bukan perokok seperti saya, mungkin ada konsumen yang khusus datang untuk menikmati musik-musik dance yang disajikan. Dia bisa chill and cool, bisa juga sekedar menikmati makan dan minum, sambil tetap enjoy menikmati musik yang dimainkan si DJ tentunya, tanpa risau dengan asap rokok he... he...

Bagi saya sepertinya soal 'asap' ini sedikit memberikan efek, begitu bangun pagi tenggorokan terasa sakit, dan merasa flu mau datang... yang hingga saya menuliskan artikel di blog ini saya masih merasakan flu, pilek dan batuk... Well, I miss my hometown anyway!

Sedikit Catatan AADC2

Hari Kamis, 5 Mei 2016 kemarin akhirnya kesampaian juga nonton film Ada Apa Dengan Cinta 2, bareng ibu negara tentu saja, dan saat kami menonton kemarin sepertinya menjelang tembus atau melampaui jumlah penonton sebanyak 2 juta orang dalam kurun waktu delapan hari. Wow!!! Dan tentunya untuk mengantisipasi 'keramaian' karena kami malas mengantri tiket, sehari sebelumnya kami sudah kontak melalui satu layanan ojek kurir untuk mendapatkan tiket AADC2 tersebut, cukup menambahkan 20ribu saja untuk dua tiket, sebagai pengganti jasa.

Tidak hanya sekedar mengikuti euforia, tapi melalui film ini saya ikut penasaran dan sangat bangga karena ada beberapa teman yang ikut berpartisipasi di film tersebut. Sebut saja teman/sahabat yang sudah lama saya kenal seperti Marzuki Mohammad a.k.a Kill the DJ, kemudian ada juga Pepeng bos Klinik Kopi, oya tampil juga DJ Vanda (yang saat syuting belum berjilbab - Alhamdulillah sekarangperform di satu scene dengan satu lagu tema official soundtrack AADC2 "Ora Minggir Tabrak" karya Kill the DJ. Pastinya lagu "Ora Minggir Tabrak" ini tidak ada di album Ada Apa Dengan Cinta 2 (Original Soundtrack) yang dirilis oleh label Aquarius, karena lagu "Ora Minggir Tabrak" dirilis secara mandiri.

Berkaitan dengan latar belakang setting film AADC 2 ini yang mungkin hampir 50% mengambil tempat di Yogyakarta, kota kelahiran saya, tentunya membawa kenangan tersendiri. Saya selalu kangen Yogyakarta, Jogja Istimewa! Oya yang sedikit teringat, saat scene Geng Cinta kembali ke Jakarta usai liburan di Yogyakarta, sepertinya setting mereka terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia (sponsor) Bombardier CRJ1000 Airbus A330-200/300. Karena saya melihat susunan jumlah bangku kursi yang terdiri dua lajur di sebelah kiri, dan mereka bukan duduk di kursi kelas bisnis. Sepengetahuan saya penerbangan Yogyakarta-Jakarta-Yogyakarta yang per hari ada hampir 10x penerbangan tidak ada yang menggunakan pesawat Bombardier CRJ1000 Airbus A330-200/300, hampir semuanya menggunakan Boeing 737-800. Coincidence?

Dan sepertinya film AADC2 ini membawa dampak (besar) bagi iklim pariwisata, kuliner, akomodasi/hotel, rental mobil, dan jasa travel di Yogyakarta. Promosi yang gratis bermanfaat bagi semua pihak tanpa harus melibatkan instansi/dinas terkait.

*Terimakasih @masjaki untuk koreksi pesawatnya

Sahabat Saya, Hugo Gunawan

Hugo Gunawan, sahabat saya semasa kuliah dulu. Kami memang jarang kontak dan jarang bertemu secara intens semenjak sudah tidak tinggal di Yogyakarta. Hanya melalui media sosial kami bertegur sapa dan melalui mesin pembawa pesan (messenger) dengan layanan ngobrol secara berkelompok (group) dengan teman alumni kuliah dulu kami berkomunikasi.

Memang agak mengejutkan melihat dia beberapa kali mem-posting tautan Soundcloud di halaman Facebook pribadinya. Saya pikir orang ini dulunya jauh dari kesan musikal he he he... Nampaknya perkembangan teknologi dan penggunaan media terkini cukup membantu seseorang untuk mewujudkan keinginan apapun. Tidak hanya guru, saat ini Hugo Gunawan adalah seorang musisi!

Karena penasaran, saya langsung mengunjungi profilnya di Soundcloud, dan wow sungguh mengejutkan! Saya tidak menduga sama sekali kalau dia cukup produktif, mulai dari compose, arrange, dll... bisa dibilang cukup lumayan untuk seorang pemula :-). Saya sendiri tidak memahami notasi-notasi musik, dan saya dari dulu memang tidak pernah mau tahu. Saya hanya cukup sebagai penikmat dan pemerhati saja, musik atau karya lagu apapun. Dan saya juga bukan kritikus atau pengamat musik.

Mencoba menikmati karya-karya sahabat saya ini, nampaknya saya masih sreg dengan karya-karya dia yang sebelumnya (lama) tahun lalu dibanding lagu-lagu terbarunya yang sekarang. Dari lirik dan aransemen lagu-lagu yang lama nampak sangat jujur, powerful, penuh emosi, dan lebih berkualitas, sementara lagu-lagu terbarunya sedikit 'memaksa', seperti mengejar target he he... Just my two cents, Hugo :0. Oya ada beberapa lagu yang juga melibatkan si kecil, nampaknya sahabat saya ini sedang mencoba memberikan pengaruh musikal kepada anak-anaknya he he he...

Silahkan menikmati lagu karya sahabat saya ini melalui media streaming Soundcloud: 

Enjoy!

Berhenti Merokok

Entah apakah sebelumnya saya pernah menuliskan di blog saya ini perihal kisah detail berhenti dari merokok. Saya agak lupa, sepertinya belum pernah saya 'share' dan rinci secara detail :-).

Kenapa saya ingin menuliskannya saat ini? Karena saya melihat selama bulan Ramadan ini di media sosial (Twitter & Facebook) masih berseliweran dan ramai dibicarakan mengenai pro dan kontra 'bahaya' ataupun 'nikmatnya' merokok, dan sepertinya akan terus berlanjut entah sampai kapan. Saya sendiri tidak mau ambil pusing. Saya sendiri bukan sosok penggiat atau aktivis yang kontra ataupun pro dengan merokok. Melalui tulisan ini saya hanya ingin berbagi pengalaman dan usaha, bahwa ternyata saya bisa untuk berhenti merokok dan saat saya menulis tulisan ini sudah hampir empat tahun saya bisa hidup tanpa rokok!

Saya sendiri agak lupa persisnya kapan saya berhenti merokok, seingat saya pada periode Agustus 2011 saya sudah mencoba memulainya saat saya masih tinggal dan bekerja di Jakarta. Tidak ada pikiran apapun di dalam benak saya selain 'niatan' dan keinginan besar untuk berhenti merokok. Saya 'berjanji' kepada diri saya sendiri juga orang-orang tersayang, saya sanggup! Awal-awal berhenti merokok memang terasa berat buat saya, mulai bawaan badan yang sering terasa greges-greges dan meriang, mulut terasa asam dan kering, tidur gelisah, kemudian dilanjut dengan mulainya keluar gatal-gatal di badan. Sekitar tengah bulan November 2011 kumat, saya mulai lagi merokok he he... stress, banyak pikiran, ketemu teman-teman yang merokok, ada saja godaan.

Masuk tahun baru 2012 saya berpikiran dan berniat kembali untuk berhenti, dan akhirnya pada minggu kedua Januari 2012 mulai lagi untuk berhenti merokok. Semua rasa tidak nyaman saya coba nikmati saja, karena memang saya sudah ada 'niat' yang mendalam dan 'cita-cita' untuk merubah pola hidup yang sehat dan lebih baik, kantong juga lumayan hemat he he he. Dan sebelumnya tahun lalu saya bisa berhenti meski hanya bertahan 3 bulan. Akhirnya lumayan juga hasil perjuangan ini, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan semuanya bisa terlewati, hingga hampir sekian tahun sampai hari ini.

Oiya, tahun lalu saya sempat baca kalau ada terapi stop merokok dengan menggunakan laser (low level laser technology/LLLT) di Jakarta, saya pikir 'akal-akalan' apalagi nih, namanya saja bisnis :D. Saya berhenti merokok tanpa modal apapun, kecuali hanya dengan niat. Lha, ini mau berhenti merokok koq kita malah harus keluar uang dll, belum lagi (resiko) dampak bila kena radiasi dari efek laser tersebut.

Cerita masa lalu, saya mulai 'mengenal' rokok sejak kelas 5 SD, saya ingat sekali di hari ulang tahun saya dapat uang jajan lebih dari almarhum Bapak. Kemudian saya datangi toko kelontong untuk membeli 1 bungkus rokok Lucky Strike. Waktu itu rokok Lucky Strike saya anggap keren karena bentuk kotaknya agak kecil dibanding rokok lain, terus ada gambar iklan pembalap motor :D. Rokok itu saya simpan saja selama beberapa hari dan kemudian saya bagi-bagikan ke teman main.

Saya juga mengingat saat kecil dulu saya sering diajak nonton bioskop oleh almarhum Bapak saya, iklan-iklan rokok yang tayang sebelum film dimulai itu begitu membayangi. Mulai dari iklan gaya koboi naik kuda, hingga lagu backsound "I love the blue of Indonesia...". Sepertinya iklan-iklan itu cukup memberikan pengaruh. Begitu saya masuk SMP, saya mulai agak 'giat' merokok, sembunyi-sembunyi di kantin belakang sekolah menjadi area strategis bersama teman-teman. Berlanjut hingga masa SMA, kemudian saat-saat mulai hobby begadang bareng teman-teman kuliah dan teman kerja, disitulah rokok selalu menemani dan memberikan peranan. Sayangnya, saya tidak punya foto ketika saya sedang bergaya saat menghisap rokok yang bisa saya unggah disini :D. Ternyata nemu juga foto lama saya yang pas lagi bergaya memegang rokok, gara-gara fitur 'On This Day' punya Facebook. Fotonya ada disini... he... he.

Masih mau, merokok? Selamat ya...

(image via Pixabay)