Posts for Tag: bapake

Tulisan Untuk Bapake

Malam ini entah kenapa saya merasa begitu sangat rindu kepada almarhum bapak saya. Ada rencana untuk 'nyekar' mumpung di bulan ruwah sekaligus nyadran ke makam leluhur simbah dan buyut juga saudara-saudara yang telah meninggal, sekalian bersilaturahmi ke keluarga dan famili di Yogyakarta tapi nampaknya situasi dan kondisi masih belum memungkinkan. Terakhir kami 'pulang' ke Yogyakarta sekitar setahun lalu beberapa minggu sebelum puasa dalam kunjungan 3-4 hari, nyekar sekaligus ajak si kecil jalan-jalan liburan dan juga wisata kuliner.

Sebelumnya, melalui blog ini, melalui media internet, saya tidak pernah menuliskan atau menceritakan apapun tentang almarhum bapak saya. Tapi malam ini rasanya saya ingin menumpahkan perasaan saya yang begitu mendalam tentang beliau sebagai bentuk penghormatan dan kenangan akan beliau.

Sudah hampir 12 tahun yang lalu semenjak beliau berpulang secara mendadak meninggalkan kami semua dalam suatu musibah, dan tidak pernah saya bayangkan kejadian tersebut sebelumnya. Untuk selamanya beliau meninggalkan saya sebagai anak pertama laki-laki dan adik perempuan saya satu-satunya, juga Ibu kami. Keluarga kami yang memang keluarga kecil, saya yang saat itu sudah hidup mandiri dan sudah tidak tinggal serumah lagi dengan mereka. Jadi hanya adik perempuan saya saja yang selama ini tinggal menemani serumah dengan ibu dan bapak.

Begitu sangat banyak kenangan akan beliau, bapake, begitu kami biasa memanggilnya. Figur yang jadi panutan kami semua, atas kerja kerasnya, ketekunan, rajin, telaten, keramahan, disiplin dan semangat beliau. Sejak kami kecil, kami biasa hidup sederhana dan berkecukupan, tidak lebih dan tidak kurang, Alhamdulillah. Adik perempuan saya dan saya pun bisa mengenyam bangku kuliah dengan dukungan kerja keras dari orang tua kami. Kami tinggal di satu perkampungan di tengah kota Yogyakarta, tidak jauh dari Keraton, dimana di tempat itu pula almarhum bapak kami berasal. Dulunya beliau adalah merupakan pekerja swasta di salah satu dealer mobil, hingga akhirnya atas bantuan pakde beliau bisa pindah bekerja di salah satu instansi bank pembangunan daerah dan hingga saat beliau berpulang pada sore hari itu beliau masih dalam misi mengemban tugas pekerjaan dari kantornya.

Sebagai orang Jawa, saat berbicara dengan beliau kami memang tidak pernah menggunakan bahasa kromo, jadi dalam kesehariannya biasa menggunakan bahasa ngoko dan itu sama sekali tidak pernah mengurangi rasa hormat kami terhadap beliau. Ada satu kenangan menarik dari beliau yaitu mengenai style bapak kami. Bapake termasuk memiliki semangat dan spirit 'jiwa muda'. Dalam kesehariannya memakai sepatu Adidas, celana Levi's, kacamata Ray-Ban atau bahkan jaket kulit hitam adalah suatu hal yang sudah biasa bagi kami.

Kami, anak-anaknya, begitu yakin beliau adalah benar-benar sosok yang humble dan down to earth, karena beliau memiliki banyak sahabat dan kawan karib. Mulai di pasar burung, bengkel motor hingga pasar loak sekalipun, beliau memiliki banyak sahabat dan kenalan. Beliau juga termasuk sosok yang cukup disegani dan dihormati, hingga begitu banyak 'jabatan sosial' yang diemban beliau dengan sepenuh hati, mulai dari ketua RT, komandan satgas, bendahara, sekretaris RW, dll.

Pak, begitu banyak kisah, kenangan dan cerita yang kami miliki yang selalu kami kenang di hati dan diingat dengan baik dan tidak akan ada habisnya... Juga kisah dan cerita-cerita dari orang-orang terdekat saat mengenangmu yang selalu membuat kami bangga terhadapmu. Tidak cukup rasanya rangkaian kata-kata di blog ini bisa menggambarkan dan menceritakan kisah-kisah indah bersamamu...


Pak... Bapake wis tenang neng kono, ora usah khawatir karo Anton, dongakke Anton supoyo iso luwih sukses neng kehidupan iki, lan selamet dunia akhirat... Maaf nek selama iki durung iso nyenengke & membahagiakan Bapake sepenuhnya. Anton isih berjuang saiki pak, berjuang nggo urip, nggo keluarga, pengen iso mbantu adike Nana juga Ibu, juga mbantu sedulur-sedulur kabeh. Anton juga mesti selalu kirim doa nggo Bapake, kapanpun dalam setiap kesempatan mesti selalu mikirke lan terkenang Bapake. Bapake juga entuk salam seko putu-putune, putune pinter kabeh, mbah... Anton kangen Bapake... Al-Fatihah.