Posts for Tag: indonesia

Proyek Balon Helium Google

Pada hari Minggu 22 Maret 2015 sekitar jam 17:10 kemarin saya sempet mengirimkan twit tentang Project Loon, yaitu proyek balon helium milik Google yang bertugas untuk menyediakan akses internet melalui jaringan WiFi hingga radius puluhan kilometer.

Kebetulan saja pas saat itu (Minggu, 22 Maret 2015, jam 01:36 dinihari) saya sedang membuka aplikasi Flightradar dan melihat ada titik bulat yang bukan merupakan icon pesawat seperti biasanya. Posisi balon saat itu memang terlihat seperti di tengah (Selat Makassar) antara Makassar dan Banjarmasin. Dan saya masih ikuti pergerakan balon ini hingga hari Senin pagi, sekitar jam 06:00 saya melihatnya berada di sekitar Way Kanan, Lampung. Kemudian jam 09:49 posisinya sudah bergeser lagi hingga Bengkulu Selatan. 

Oya, baru tahu pada hari Selasa kemarin ternyata twit saya tersebut jadi 'berita' di situs Dailysocial.

Pertemuan Dengan Metallica Di Jakarta

Hampir 3 minggu sejak event konser akbar Metallica di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta 25 Agustus 2013, akhirnya hari ini saya coba menyempatkan diri untuk sedikit bercerita dan membagi pengalaman mengenai salah satu kejadian atau peristiwa yang saya anggap luar biasa yang saya alami yaitu bertemu langsung dengan Metallica di Jakarta!!!

Saya berpikir pada hari itu saya menerima email (16 Agustus 2013) dari Met Club (Metallica Fan Club) yang menyatakan "Congratulations!!  You are the lucky winner of something every Met Club member covets - the meet and greet pass!  You have won one pass for the show on Aug 25, 2013 - Jakarta, Indonesia" , saya langsung gelisah, gembira, senang bercampur dengan perasaan lainnya. Setelah saya baca lagi email yang saya terima, tentu saja pagi itu orang pertama yang saya beri tahu mengenai 'kemenangan' ini adalah istri tercinta yang juga nampak sangat antusias.

Email yang saya terima adalah berisikan beberapa aturan dan instruksi serta sebuah attachment yaitu gambar peta Stadion Gelora Bung Karno. Juga dijelaskan soal apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa saat 'meet & greet', jam berapa saya harus datang di venue, dimana letak posisi/meeting point serta kepada siapa saya harus bertemu pada sore itu, semuanya dirinci secara jelas di email tersebut. Oya, sebenarnya saya bergabung dengan Met Club termasuk baru, terdaftar sejak 29 Juni 2013. Selain membeli album (CD/vinyl/digital download), salah satu bentuk apresiasi dan penghormatan kepada band yang saya anggap lagu-lagunya berpengaruh adalah mendaftar sebagai anggota resmi 'official fan club'.

Sehari sebelum event berlangsung saya sudah tiba di Jakarta, dan beberapa waktu sebelumnya sudah ada janji dengan kawan lama dari Bali untuk nonton bareng dan bertemu di Jakarta pada H-1 sekaligus menukarkan voucher di Stadion GBK. Kawan dari Bali ini sering kali 'mengumpat' kepada saya, mungkin dikarenakan saya mau bertemu dengan Metallica keesokan harinya :).

Hari Minggu siang 25 Agustus 2013, berjumpa dengan beberapa kawan di Citywalk Sudirman untuk makan siang, kemudian numpang rehat sebentar di Apartemen Sudirman Park. Sekitar jam 14.00 saya putuskan untuk berangkat ke Stadion GBK dengan memanggil tukang ojek yang melintas tepat saat saya keluar dari apartemen. Dengan 35 ribu saya diantar hingga pintu masuk Stadion GBK dekat TVRI.

Mungkin sedikit berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kondisi siang hari yang panas terik di GBK saat itu sudah berkumpul dan berdatangan hampir 95% 'metalhead' semuanya memakai kaos hitam-hitam. Dan yang saya lihat semua wajah nampak sama dan mirip! Perkiraan saya yang datang mayoritas adalah berumuran 'thirty-something', seusia saya pastinya :p. Nampak juga banyak gelaran distro jalanan menggelar dagangan 'bootleg' dengan tema hampir sama, semuanya beratribut Metallica.

Menjelang pukul 16.00 saya mencoba berjalan memutar mencari 'meeting point' yang dimaksud seperti yang tertera di email. Setelah saya tanyakan kepada crew lokal yang berjaga di pintu antara Istora Senayan dan Senayan Swimming Pool, ada 2-3 orang crew yang berjaga di pagar barikade nampaknya tidak paham dengan apa yang saya sampaikan hingga akhirnya saya menunjukkan kartu anggota Metallica Fan Club dan menjelaskan lagi kalau jam 17.00 nanti saya harus bertemu dengan seseorang disini untuk menjemput saya bertemu dengan Metallica!!! Akhirnya saya diminta masuk dan menunggu di sebuah tenda yang ada di dalam barikade. 

Sadar sudah agak beberapa saat menunggu, saya mendengar sedikit keriuhan di luar pagar nampaknya ada beberapa anggota Metallica Fan Club (terlihat dari kaos putih 'official Metallica' yang dikenakan) yang ternyata memiliki tujuan yang sama dan tampak ada beberapa kawan dari AIFA (... And Indonesia For All) adalah local chapter resmi Metallica Fan Club di Indonesia, mereka meminta akses untuk masuk ke dalam barikade. Selain bisa memenangkan 'meet and greet', sebagai anggota MetClub juga berhak memperoleh kesempatan untuk memasuki venue lebih awal dibandingkan dengan penonton lainnya. Instruksi 'early entry' ini sudah di-posting di laman khusus MetClub di www.metallica.com untuk MetClub yang berada di Malaysia dan Indonesia. "Please go to the Met Club booth to obtain a wristband to enter the venue early. You will need to show either your membership card or your email confirmation proving that you are, indeed, a member of the Club."

Setelah berkumpul dan berdiskusi dengan beberapa kawan AIFA yang kesemuanya berseragam memakai kaos official Metallica Club, karena sudah menjelang pukul 17.00, dan nampak belum ada koordinasi untuk 'meet and greet' ataupun 'early entry' akhirnya kami serempak berjalan menuju wilayah ring 1 yang nampaknya sudah masuk ke wilayah 'backstage'. Menjelang pintu masuk beberapa orang dari perwakilan AIFA nampak berdiskusi dengan LO dari promotor BlackRock Entertainment menanyakan perihal 'meet and greet' dan 'early entry'. Diantara mereka nampak wajah-wajah familiar yang memang saya kenal dan selama ini pernah kerja bareng di beberapa event nasional. Hingga akhirnya saya bertemu Laura, dulu rekan kantor lama di bilangan Gatot Subroto, yang ternyata memang 'in-charge' untuk meet and greet. Akhirnya saya bisa bertemu juga dengan MetClub representative (sorry lupa namanya si londo lanang), sesuai dengan yang dijelaskan di email yang saya terima sebelumnya. 

Saya menjadi orang pertama yang ada di 'list' yang dibawa si londo itu. Saya tunjukkan ID MetClub dan KTP, kemudian dia mencocokkan dan mencentang nama saya di kertas yang dia bawa, kemudian dia menempelkan stiker plastik bertuliskan 'Metallica meet & greet' ke kaos putih official MetClub yang saya pakai. Sambil menunggu 'peserta' lainnya datang satu demi satu, akhirnya saya berkenalan dengan beberapa kawan yang merupakan anggota resmi MetClub yang juga memenangkan 'meet and greet'. Yang terjauh setahu saya datang dari Balikpapan, sempat berkenalan tapi lupa namanya he he... Di list 'tamu' yang sempet saya lirik di kertas si londo tadi total peserta untuk 'meet and greet' ini ada sekitar belasan (10-12 orang), dan saya baru tahu ternyata perwakilan dari pihak-pihak sponsor juga 'dititipkan' untuk mengikuti 'meet and greet'. Saya tahu setelah sempat berkenalan dan ngobrol dengan mereka. Ada petinggi beberapa 'telco', dan ada juga seseorang yang ternyata president director (sesuai kartu namanya) salah satu minuman bir yang menjadi sponsor di konser ini. Dia bilang pernah nonton konser Metallica (S&M) saat kuliah di SF, dan nanti di GBK dia bakal duduk di tribun atas tempat para sponsor ;).

Di saat bersamaan sekitar pukul 17.00 kurang, nampak sekitar tiga motor polisi voorijder memasuki gate area antara Istora Senayan dan Senayan Swimming Pool dengan kecepatan tinggi, diikuti beberapa mobil kelas Toyota Alphard warna silver menuju pintu area backstage. Tentu saja mereka adalah Metallica!!!

Setelah semua peserta 'meet and greet' didata, segera si londo berteriak dan memberi komando aba-aba untuk berjalan mengikuti dia secara cepat dan sedikit berlari menuju pintu area backstage. Nampak di dalam area backstage saya melihat kawan-kawan lama yang dulu pernah kerja bareng sebagai 'security artist', saya melambai dan memberikan hormat kepada mereka, mereka juga sedang dalam tugas di event ini. Tidak lama si londo memberikan aba-aba kepada kami untuk berbaris berurutan dan berjejer membelakangi truk kontainer hijau yang memang sengaja dipasang. Kemudian dia memberikan brief tentang apa saja yang nanti bakal dilakukan saat 'meet and greet'. Sebelumnya saya sudah menyiapkan kover CD album "Master of Puppets" & "... And Justice For All" untuk ditandatangani, dan saya juga membawa vinyl "Ride The Lightning" titipan kawan dari Bali. Di 'brief' sebelumnya dinyatakan 'there is a two item limit for autographs', sementara saya bawa tiga item...

Tidak berapa lama yang ditunggu akhirnya bermunculan, Lars Ulrich, Kirk Hammett, Robert Trujillo. Satu per satu mereka berjalan menuju ke arah saya, kami bercakap-cakap sejenak mengobrol, menjabat tangan, menandatangani kover album dan kemudian berfoto bersama. Sungguh luar biasa saat itu!!! 'What could I express?'

Sayangnya hingga mereka bertiga berpamitan, sosok lain yang ditunggu, James Hetfield, tidak juga muncul. Si londo yang ngurusin 'meet and greet' tadi memberikan keterangan kalau James masih berurusan dengan para awak media/wartawan di ruang dalam. Well, sedikit kecewa tentu saja... tapi ini sudah menjadi hal yang terbaik. Sudah lumayan bisa bertemu langsung dengan mereka bertiga. Kami hanya bagian sedikit dan sangat beruntung dibanding dengan 60.000 orang penonton yang secara tertib memadati dan menggoyang Stadion Gelora Bung Karno malam itu. Semoga ada kesempatan lainnya beberapa tahun ke depan saat Metallica datang lagi ke Jakarta untuk bertemu dengan James Hetfield.

Perpanjangan SPRI (Paspor) Online

Karena paspor saya akan habis pada Januari 2014, maka tiga minggu lalu saya mencoba mengurus perpanjangan paspor/SPRI (Surat Perjalanan Republik Indonesia) secara online sekaligus berbarengan mengajukan pra permohonan paspor baru untuk anak saya yang berumur tiga bulan. Setelah browsing sana-sini untuk mengumpulkan info, akhirnya saya siapkan beberapa syarat dokumen pribadi (KTP, ijasah, akte kelahiran, kartu keluarga, buku nikah & paspor lama) untuk di-scan dalam format JPG dan selanjutnya akan diunggah melalui situs Ditjen Imigrasi RI.

Tahapan awal adalah melengkapi beberapa isian data pribadi, selanjutnya mengunggah dokumen yang diperlukan (low res/greyscale). Kemudian menjelang akhir proses kita diminta untuk memilih kantor imigrasi (Kanim Kelas I) yang akan kita datangi (bisa di kota manapun) berikut waktu yang kita pilih untuk menyerahkan tanda terima pra permohonan berikut membawa dokumen/berkas persyaratan (asli) dan fotokopi.

Pada hari yang ditentukan kita datang ke Kanim Kelas I untuk menyerahkan berkas asli dan tanda terima pra permohonan yang sebelumnya telah dikirim melalui email. Setelah diperiksa petugas secara lengkap kemudian kita akan mendapatkan lembaran bukti yang nantinya diperlukan untuk pembayaran paspor yang akan dibayarkan saat kita datang tiga hari kemudian.

Lepas tiga hari kita datang kembali ke kantor imigrasi (membawa dokumen persyaratan asli) dan langsung menuju loket kasir untuk membayar biaya perpanjangan SPRI sebesar Rp 255.000,00 (resmi). Untuk permohonan baru juga dikenakan tarif yang sama. Tidak selang lama menunggu kemudian kita dipanggil untuk keperluan pengambilan foto biometrik dan sidik jari. Setelah itu langsung melakukan wawancara dengan petugas yang menanyakan beberapa pertanyaan simple seperti 'mau kemana', 'ada keperluan apa'. Usai wawancara kita akan mendapat lembaran atau bukti untuk pengambilan paspor dalam kurun waktu empat hari kerja.

Total selama pengurusan SPRI dari proses awal hingga usai ini memerlukan waktu delapan hari kerja dan tiga kali kunjungan ke kantor imigrasi. Sengaja saya tidak memakai jalur 'kilat' yang bisa rampung dalam dua hari dengan mematok tarif Rp 600.000,00 - Rp 650.000,00 baik melalui biro jasa maupun 'orang dalam'. Semuanya saya lakukan sendiri. :)