Posts for Tag: media sosial

3 Alasan Penting Mengapa Pebisnis Membutuhkan Media Sosial

Era 'keriuhan' teknologi digital dan internet saat ini membuat industri besar, industri menengah, industri kecil (UKM/UMKM), bahkan industri berskala rumahan 'wajib' memanfaatkan media sosial untuk berbagai kebutuhan. Dengan memanfaatkan media sosial membuat bisnis kita mudah ditemukan dan dijangkau oleh konsumen potensial di mana pun mereka berada, dan tidak terbatas oleh waktu. Ketika ada pebisnis ditanya kenapa membutuhkan media sosial, tentunya tidak salah bila ada jawaban bahwa dari kanal media sosial ini bisa mendongkrak penjualan ataupun meningkatkan omset. Mulai dari jualan produk ataupun jasa semuanya memiliki peluang.

Dari data statistik berikut menunjukkan bagaimana penggunaan media sosial terus mengalami pertumbuhan: 

  • tercatat ada 2,78 milyar pengguna aktif media sosial di seluruh dunia, sementara jumlah populasi penduduk di seluruh dunia ada 7,47 milyar (data dari We Are Social)
  • terdapat 2 juta pengiklan reguler yang menggunakan Facebook untuk memasarkan produk dan bisnisnya (data dari Hootsuite)
  • sekitar 85% masyarakat mengakses Twitter dan Facebook untuk menemukan berita hangat di pagi hari (data dari Byte of Data)

Menurut Social Media Today, berikut adalah 3 alasan penting mengapa pebisnis membutuhkan media sosial:

  1. Media sosial untuk bisnis membutuhkan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan metode pemasaran tradisional. Teknik pemasaran dilakukan menggunakan layanan internet menyebar ke segala penjuru dengan biaya yang bisa saja gratis. Media sosial adalah satu alat yang mampu merangkul pasar secara lebih luas dibandingkan dengan alat pemasaran biasa, dan sekali lagi dengan biaya yang cukup murah.
  2. Media sosial untuk bisnis membuat brand yang kita miliki bisa lebih diekspos dan diperkenalkan kepada khalayak. Seperti disebutkan di atas, bahwa masyarakat mendaftar ke akun media sosial tertentu dan memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari, dan informasi apapun bisa datang kapanpun melalui berbagai platform. Media sosial untuk bisnis mampu menggiring secara efisien teknik pemasaran 'dari mulut ke mulut', dan memberikan manfaat kepada pemilik brand dalam bentuk naiknya trafik halaman situs ataupun meningkatkan daya tarik akan produk/jasa yang ditawarkan. 
  3. Media sosial memberikan solusi yang efektif dan efisien akan kebutuhan networking dan komunikasi di hampir semua lini bisnis. Media sosial mempermudah hubungan orang per orang di belahan dunia manapun, dalam kurun waktu kapanpun. Meski komunikasi dan pertemuan secara virtual disebut tidak bisa menggantikan hubungan secara tatap muka langsung, namun yang jelas manfaat lebihnya adalah penghematan secara uang dan waktu. Komunikasi yang efektif memiliki kunci yang sangat penting dalam setiap bisnis. Pengembangan dari jejaring sosial sendiri telah membuka pintu bagi unit korporasi besar atau kecil untuk membangun jaringan yang kuat bagi pelanggannya yang loyal. Perkembangan internet hingga kini membuat beberapa platform ini nampak menonjol seperti: komunitas online, grup-grup diskusi atau forum online, maraknya cuitan/twit dan juga meningkatnya halaman Facebook

Dari tiga hal di atas adalah sebagian kecil manfaat yang bisa kita pergunakan melalui media sosial, secara sisi positif tentu saja. Mulai dari menumbuhkan awareness dari satu jenis bisnis, hingga dipergunakan sebagai alat untuk membangun relasi dengan klien potensial untuk kebutuhan menjual produk ataupun jasa, dan pada akhirnya media sosial menjadi hal yang sangat mendasar bagi para pebisnis. 

Sudahkan Anda memanfaatkan media sosial untuk keperluan bisnis? Dan platform apa saja yang efektif dan efisien untuk dipergunakan? Silahkan memberikan komentar. 


Foto: Unsplash

132 Juta Rakyat Online

Menutup akhir tahun 2016 ini, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil survey pada bulan November lalu yang berisikan data jumlah pengguna internet di Indonesia. Dari total populasi penduduk Indonesia berjumlah 256,2 juta orang, tercatat hampir setengahnya telah terhubung ke internet.

Data survey tersebut juga menyatakan bahwa rata-rata pengakses internet di Indonesia menggunakan perangkat mobile, dengan rincian:

  • 67,2 juta orang (50,7 %) mengakses melalui perangkat mobile dan komputer
  • 63,1 juta orang (47,6 %) mengakses dari perangkat mobile/smartphone
  • 2,2 juta orang (1,7 %) mengakses dari komputer

Dibandingkan dengan data di 2014, saya juga pernah mencantumkannya dalam bentuk infografis di-sini, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2014 berjumlah 82 juta orang, dimana 70 juta orang diantaranya adalah pengguna Facebook. Tentunya kenaikan ini cukup fantastis, dalam dua tahun pertumbuhan dan perkembangan pengguna internet di Indonesia.  

Dan dari data yang dirilis APJII ini juga cukup menarik, yaitu kategori "Tempat Paling Sering Mengakses Internet": 

  • tidak tetap/dimana saja 92,8 juta orang (69,9%)
  • internet rumah 17,7 juta orang (13,3%)
  • fasilitas internet kantor 14,9 juta orang (11,2%)
  • fasilitas internet kampus 2,9 juta orang (2,2%)
  • warnet 2,1 juta orang (1,6%)
  • internet cafe 1,2 juta orang (0,9%)

Belum lama saya memulai dan ingin membuktikan 'keajaiban' serta 'kemegahan' media internet ini. Selama ini konsep internet dan online hanya dan banyak dipergunakan untuk kegiatan email, blogging, i-banking, chatting, e-learningbrowsing, online shoppingbackup data, dll. Saat ini saya tengah memulai dan merintis aktifitas/usaha berbau internet-online-digital ini, yaitu:

  • membantu UMKM & UKM Lampung melalui konsep etalase bersama dan perdagangan online: Lampung Mall 
  • menjual baju & perlengkapan anak di shop section Facebook Page: Sadina Kids
  • mendistribusikan musik digital dari band/solois independen dari seluruh daerah ke seluruh benua: Lautan Digital Records
  • mempromosikan vendor hiburan di wedding marketplace: Gotong Royong Media

Hingga saat ini seluruh aktifitas "online" tersebut saya lakukan sendiri dan secara mandiri, multitasking he he... Saya ingin mencoba mencari peluang sekaligus memberikan solusi dari sebuah ide dasar, meski saya masih agak tertatih-tatih dalam operasional dan pelaksanaan. Dan hingga saat ini yang sedang ada di otak saya, saya masih memikirkan ide dan konsep dengan memaksimalkan teknologi internet dan digital tersebut, yaitu antara lain untuk: 

  • berinvestasi sapi & feedlotter online
  • menyediakan solusi penerbit musik online untuk semua karya lagu di Nusantara
  • mendirikan toko roti online & layanan delivery
  • membangun agensi digital untuk mendukung usaha mikro menuju global
  • menyelenggarakan urun dana (crowdfunding) bagi musisi

Ataukah ada yang berkeinginan untuk memikirkan ide-ide ini secara bersama?

Dan apakah Anda sudah menjadi bagian dari 132 juta orang Indonesia yang mengakses internet?


Image: Death to the Stock

Grafis: APJII

Detoksifikasi Digital

Menurut KBBI, detoksifikasi /dé-tok-si-fi-ka-si/ adalah penawaran atau penetralan toksin atau racun di dalam tubuh. Jadi bagaimana relevansi judul di atas dengan kondisi kemajuan teknologi digital saat ini?

Mungkin secara sadar di kehidupan kita saat ini sangat bergantung dengan barang yang bernama smartphone. Bangun tidur yang dipegang untuk pertama kalinya adalah alat ini, demikian pula saat mau beristirahat tidur, hingga sampai ke toilet pun kita masih berurusan dengan alat ini. 

Selain dipergunakan untuk kebutuhan komunikasi, pencarian informasi, pengambilan foto/video, urusan seperti: bayar listrik, bayar cicilan, belanja baju, pesan makanan, beli pulsa, beli tiket pesawat, transfer uang, pesan ojek, panggil tukang urut, semuanya bisa dilakukan cukup dengan menggerakkan jari-jari lincah kita di atas layar sentuh tersebut, semuanya berpusat dengan dua ibu jari/jempol kita :-).

Apakah kita sudah merasa mengalami "kelelahan secara digital"? Begitu derasnya dan begitu banyaknya informasi yang masuk ke kepala kita melalui layar sentuh mungil ini. Jika era kita saat kecil dulu, kejadian pada siang atau sore hari ini, untuk mengetahuinya kita harus menunggu hingga esok harinya melalui surat kabar pagi yang mewartakannya. Sementara kondisi sekarang? Dalam hitungan detik, puluhan hingga ratusan berita terkini dari berbagai penjuru bisa diakses langsung lewat layar mungil. Dengan berbagai medium yang ada, media sosial: Twitter, Instagram, Facebook, Google+, hingga aplikasi chat seperti WhatsApp, Telegram, Kik, Viber, BBM, Snapchat, dll. Hingga dengan adanya konsep "sharing" akhirnya menjadikan semua informasi bertambah, berlipat dan lalu lintas data nampak super sibuk. 

Oya, berapa grup WhatsApp yang kita miliki? Empat? Lima? Sepuluh? Ada grup WA teman SD, ada grup WA teman SMP. Kemudian ada grup WA teman SMA, ada grup WA teman kuliah, belum lagi grup WA kantor. Belum lagi grup WA keluarga besar. Dan ada juga grup WA komunitas, asosiasi ataupun berbagai perkumpulan yang diikuti. Wowww!!!

Dan saya ingin menanyakan ini kembali: "apakah kita sudah merasa mengalami "kelelahan secara digital?" Mungkin sekarang saatnya bagi kita untuk sedikit bersantai. Dengan sedikit berkomitmen, misalnya di hari Minggu/libur kita tidak akan menyentuh smartphone itu. Kita mau mengistirahatkan jempol-jempol dan otak kita sejenak. Mungkin bisa fokus dengan kegiatan yang lebih riil: bermain bersama anak, membaca buku, berkebun, memancing, ataupun kegiatan produktif lainnya yang tidak membuat kita bertambah malas.

Tulisan saya hampir setahun lalu di blog ini juga dengan judul "Menilik Telepon Pintar" tentang berapakah waktu yang sebenarnya dibutuhkan seseorang untuk mengakses smartphone miliknya dalam sehari-hari? Dan berapa lamakah seseorang harus menunduk dan memainkan jari-jarinya untuk mengakses telepon pintar yang menggunakan teknologi layar sentuh itu... 

Sesuai konsep dasar 'UI (User Interface)' sebuah smartphone, bahwa dengan dua jempol kita yang mengkontrol segalanya menjadi user friendly. Oleh karena itu, selamat mengistirahatkan jempol di hari libur!


Image: Unsplash

Blog Yang Lain

Oiya, selain di blog ini saya juga mulai sedikit aktif di blog yang lain, antonkurniawan.xyz, menggunakan platform WordPress yang menurut saya awalnya agak rumit bagi orang yang awam. Menulis seadanya dan berbagi ini dan itu, lebih spesifik lagi tentang musik, media sosial dan usaha rintisan.

Saya bukan orang yang tahu dan memahami tentang semua hal, masih harus banyak mengejar ketinggalan, kudu banyak belajar intinya. Mudah-mudahan banyak hal yang bisa kita bagi dan diobrolkan di blog ini dan blog itu. Cheers!