Posts for Tag: music streaming

Penghasilan dari Layanan Pengaliran Musik Internasional (Infografis)

Data mengenai pembagian berikut ini adalah merupakan estimasi kasar. Karena bila bicara di sisi artis musisi, pencipta lagu ataupun pemilik lisensi, mekanisme dari pendistribusian lagu-lagu yang dimiliki ke berbagai layanan pengaliran musik (streaming) sangat beraneka ragam. Ada yang bisa langsung tembus bypass ke penyedia layanan OTT tersebut, berarti secara persenan bagiannya lebih (besar). Ada juga artis musisi dan pencipta lagu yang pendistribusian karyanya bekerjasama dengan pihak perusahaan rekaman, penerbit musik, asosiasi musik, ataupun aggregator, yang mana tentunya ada bagian sharing royalti dengan nilai-nilai tertentu. Atau ada juga si artis musisi ada deal dengan manajer-nya yang selama ini sudah dianggap berjasa mengangkat kariernya, untuk membagi sekian persen dari hasil streaming ini.

Jadi pada intinya berapa besaran pembagian dari penghasilan layanan pengaliran musik ini adalah variatif. Di negara kita juga tidak ada aturan baku mengenai masalah pembagian keuntungan dari layanan musik ini. Karena semua data itung-itungan infografis ini diambil dari salah satu label independen yang memiliki katalog 150 album dan telah mencapai 115 juta stream dan memang mengacu kepada perkembangan industri musik di Amerika Serikat, tentunya di sisi kita bisa dijadikan inspirasi dan acuan pembelajaran.

  • Napster, per lagu per stream: $0.019
  • Tidal, per lagu per stream: $0.0125 
  • Apple Music, per lagu per stream: $0.00735 
  • Google Play Music, per lagu per stream: $0.00676 
  • Deezer, per lagu per stream: $0.0064
  • Spotify, per lagu per stream: $0.00437
  • Amazon, per lagu per stream: $0.00402
  • Pandora (Premium), per lagu per stream: $0.00133
  • YouTube, per lagu per stream: $0.00069

Secara singkat diambil kesimpulan, dari berbagai jenis layanan musik yang tersedia ini, pada intinya kita bisa melihat bahwa masyarakat, pendengar dan penikmat musik masih memiliki gairah untuk mengeluarkan uang demi menikmati karya-karya lagu. Mereka membeli paket data internet, hingga berlangganan layanan premium tiap bulannya. Mungkin saja secara itung-itungan nominal tidak sebesar saat waktu dulu membeli kaset, CD, piringan hitam, ataupun download resmi.

Pada kenyataannya seiring dengan kemajuan teknologi, dengan kemudahan dan 'murahnya' akses musik ini, kegiatan musik dari hulu ke hilir terus saja tumbuh. Banyaknya pendatang baru yang bermunculan, munculnya berbagai layanan & aplikasi musik baru, terus tumbuhnya jualan konser atau festival musik di berbagai belahan dunia, dsb.

Jadi, kita tetap harus optimis dengan musik, kan?


Infografis: Visual Capitalist

Menilik Telepon Pintar

Smartphone alias telepon pintar memang sudah menjadi bagian hidup kita, bahkan sudah menjadi kebutuhan primer hampir banyak orang dimanapun. Entah judul di atas tepat atau tidak: melongok; melihat; menilik; menengok. Poin yang saya maksudkan intinya adalah ingin mengetahui dan menanyakan berapa kali dalam sehari kita biasanya berinteraksi dengan telepon pintar kita? Bila ditotal dalam kurun waktu 24 jam sehari, berapa jam-kah total yang dibutuhkan seseorang saat mengakses telepon pintarnya untuk kebutuhan seperti berikut ini:

  • menelepon?
  • membalas SMS?
  • melihat update status mantan di Facebook?
  • mengirimkan serangkaian kultwit di Twitter?
  • mengakses lowongan kerja di LinkedIn?
  • melihat update status & profile foto kawan di BBM?
  • mengirimkan gambar meme di grup WhatsApp teman SD?
  • membalas email-email rekanan sebelum beranjak tidur?
  • mengakses layanan musik streaming Deezer, Spotify, Apple Music?
  • mengunggah video-video lucu ke YouTube?
  • main game Candy Crush?
  • mengomentari curhatan dan keluhan temen kerja di Path?
  • membalas chat grup teman SMA di Telegram?
  • mengunggah foto piknik dan foto jajanan ke Instagram?
  • mengirimkan foto selfie ke pacar melalui Snapchat?
  • mengecek tiket-tiket murah di Traveloka?
  • mem-backup data ke Dropbox atau Google Drive?
  • mengedit foto-foto jadul dengan BeautyPlus?
  • melihat model-model baju di Lazada?
  • dan lain sebagainya

Saya belum menemukan survey tentang ini... tentang berapakah waktu yang sebenarnya dibutuhkan seseorang untuk mengakses smartphone miliknya dalam sehari-hari? Berapa lamakah seseorang harus menunduk dan memainkan jari-jarinya untuk mengakses telepon pintar yang menggunakan teknologi layar sentuh itu? Atau sudah ada survey-nya? Mohon saya bisa diinformasikan .

Oya, menurut survey eMarketer yang dirilis pada tengah September lalu, jumlah pengguna smartphone (telepon yang bukan bergaya monochrome & polyphonic, IMHO) di Indonesia di tahun 2015 ini adalah hampir 55 juta pengguna, dan diprediksi akan mencapai 92 juta pengguna di tahun 2019, dan penetrasi tiap tahunnya akan selalu mengalami penaikan. Peluang? Pasti! Tapi bagaimana relevansi atau dampaknya kegiatan "menunduk' ini bagi kehidupan keluarga dan kehidupan sosial kemasyarakatan kita?

(image credit: Pixabay)

Music Is Like Running Water or Electricity?

Sudah hampir beberapa bulan ini sejak akhir tahun 2013 lalu saya seringkali menikmati layanan music streaming Spotify. Layanan musik internasional yang berasal dari Swedia, belum masuk ke Indonesia, namun sudah tersedia di Hongkong, Malaysia, Singapura, dan baru saja Filipina.

Saya mengakses Spotify dibantu dengan menggunakan VPN (Virtual Private Network). Di komputer saya meng-install 'Hotspot Shield', sementara di perangkat mobile saya install 'SurfEasy'. Layanan yang saya gunakan adalah gratis alias tidak berbayar. Sempat mau coba layanan premium atau berbayar namun kartu kredit ditolak karena berasal dari luar Amerika Serikat. Dan akhirnya saya membeli 'gift card' dari Amerika seharga hampir $9 sekian untuk mencoba merasakan sensasi layanan music streaming ini.

Untuk layanan non-premium bisa mengakses layanan music streaming ini secara gratis, hanya kadang jeda antar lagu diisi selingan iklan beberapa detik. Tidak perlu media penyimpanan atau download, hanya dibutuhkan akses internet normal dan lancar, seperti halnya mendengarkan radio online. 

Katalog lagu yang tersedia di Spotify sudah ada lebih dari 20 juta lagu dari berbagai macam genre dan jenis. Ada juga lagu-lagu dari talen independen Indonesia, seperti yang sudah bergabung melalui usaha rintisan saya, distribusi musik digital Gotong Royong Music

Bisa dibayangkan berapa waktu/tahun yang dibutuhkan untuk mengakses dan mendengarkan hampir 20 juta lagu? Jika 1 lagu rata-rata memiliki durasi 5 menit, total 100 juta menit... Musik apapun, kapan saja, dimana saja... gratis. Tapi ada juga layanan premium yang berbayar. Music is like like running water or electricity? - David Bowie

Bagaimana musikmu?